AMBONberitasumbernews.com Untuk menjadi tim kampanye bagi calon gubernur dan calon wakil gubernur Maluku, Murad-Michael, tidak mudah, apalagi mereka yang berasal dari anggota DPRD provinsi Maluku.

Para politisi wakil rakyat ini, tentu tau betul sepak terjang Murad Ismail ketika menjabat sebagai gubernur Maluku, memangkas habis dana pokir (dulu dikenal dengan dana aspirasi).

Menjadi tim kampanye bagi 2 M pasti bertolak belakang dengan hati nurani mereka, baik itu mantan anggota DPRD Maluku hingga yang terpilih dan dilantik dan diambil sumpah menjadi anggota DPRD Maluku, baik yang berasal dari Parpol Demokrat, PKB, PKS, Golkar dan PAN. Lantaran berbagai kebijakan yang dia MI lakukan, sungguh bertentangan dengan nurani sebagai wakil rakyat. Alasannya sederhana saja, untuk mengkampanyekan program kerjanya dan atau ide gagasan pasti di cemohkan oleh masyarakat ataupun para lawan – lawan politik, ditengah gencarnya jadwal masa kampanye dari masing-masing calon gubernur. Ini pasti dirasakan oleh anggota DPRD provinsi Maluku masa bakti 2019-2024.

“Keberhasilan MI bisa dilihat dari peminjaman dana SMI, yang belakangan meninggalkan hutang daerah, tercatat empat kali menghadiri sidang Paripurna, menjadikan rumah pribadi sebagai rumah dinas jabatan, menempatkan dirinya sebagai pejabat pemerintah pusat. Padahal Murad sadar betul bahwa dia menjadi Gubernur Maluku karena ia dipilih oleh para pemilik suara sah di sebelas kabupaten kota di provinsi Maluku.

Fakta berikutnya adalah menggunakan dana alokasi khusus untuk pembayaran honor-honor tenaga medis dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Padahal dana itu semestinya dia menjadi hak para dokter, para juru rawat yang mengabdi pada rumah sakit rujukan milik Pemda Maluku, dalam hal ini Rumah Sakit Umum RSUD Haulussy. Akibatnya keuangan RSUD Haulussy Ambon hingga kini belum pulih dan masih banyak keberhasilan duet Murad Ismail dan Bernabas Orno. Kesemuanya itu, tidak luput dari fraksi-fraksi di DPRD Maluku saat itu, berupaya untuk melakukan pemaksulan terhadap kepemimpinan MI, tapi sayangnya ada oknum-oknum di parpol tertentu (tanda kutip) menjadi penghianat Karena menerima dengan catatan LKPJ Gubernur Maluku kala itu. Parpol dan oknum-oknum anggota DPRD Maluku itu, bisa diketahui apabila masyarakat mempunyai rekam jejak mereka, karena menjadikan moment penolakan LKPJ dan pemaksulan sebagai objek memperkaya diri sendiri. Wel ini tentu menjadi beban tersendiri dan bertolak belakang dengan nurani mereka, kata Yusuf Letemia ketika menilai komposisi tim kampanye 2 M.

Menurut Leatemia, wakil rakyat yang diambil sebagai tim kampanye pasti terbebani, apalagi mereka ini sekarang menjadi bahan ejekan dan olok-olokan di media sosial. Dan ini bisa berdampak kepada parpol kedepan. Apalagi tim kampanye lebih mengedepankan isu calon gubernur yang memiliki uang ratusan milyar adalah calon gubernur dengan 2 M.
“Fakta-fakta yang dipaparkan tim kampanye bertolakbelakang dengan kondisi perekonomian masyarakat Maluku saat ini, dimana kondisi kemiskinan masyarakat Maluku berada pada posisi ke-4, “kata Yusuf Letemia yang adalah salah satu tokoh masyarakat Maluku yang tau betul kemimpinan MI selama lima tahun lalu.

Menurut pandangan Letemia, jika masyarakat masih memberikan kepercayaan lagi kepada 2 M maka masalah berkepanjangan yang dihadapi masyarakat kedepan adalah, pemulihan ekonomi akan sulit dilakukan karena lima tahun sebelumnya kinerja telah diukur. Kedua dengan mengeluarkan uang puluhan miliar hingga ratusan milyar untuk belanja parpol pendukung, maka selama itu pula, belum tercipta sesuatu perubahan dan atau kebijakan pemulihan ekonomi masyarakat Maluku keluar dari kemiskinan ekstrim.

Yang jelas kita sulit keluar dari pemulihan ekonomi, karena calon gubernur dengan 2 M, menghabiskan dana untuk kepentingan belanja parpol, maka selama itu pula dalam lima tahun, kinerja mereka berusaha hanya untuk mengembalikan dana-dana yang mereka keluarkan, ini belum termasuk dengan dana kampanye yang dikeluarkan untuk tim kampanye di segala kabupaten kota, “urai Letemia yang juga tokoh masyarakat yang berasal dari Lease ini. (Tim).