Masohi,beritasumbernews.com
Puluhan Mahasiswa yang menamakan dirinya Persekutuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), turun jalan menyuarakan aspirasi menolak kenaikan tarif BBM bersubsidi.

PMII menggelar orasi di seputaran kota Masohi, dengan jumlah kekuatan kurang lebih 20 orang dengan menggunakan atribut berupa spanduk yang bertuliskan PMII menolak kenaikan harga BBM, selain itu ada lembaran kertas karton manila juga yang bertuliskan Demokrasi di Korupsi, lain lagi bertuliskan BBM bikin beban Masyarakat.

Aksi ini berlangsung tepatnya pada sekitar pukul 11 : 00 Wit, berlangsung kurang lebih satu jam para Mahasiswa menyampaikan orasi.

Orasi Mahasiswa ini sempat terhenti karena di hentikan oleh pihak Polres Malteng, karena di ketahui orasi tersebut tidak bersurat resmi sehingga langsung di hentikan.

Personil Samapta Polres Malteng sebanyak kurang lebih 5 personil yang terdiri dari personil Samapta Polres Malteng dan personil Intel Polres, dan di turunkan lansung oleh Kasat Samapta Polres Malteng Iptu. Rido Masihin.SH, guna mengamankan situasi lokasi saat masa Aksi berorasi.

Saat di hentikan aksi orasinya, masa aksi berjanji akan kembali lagi besok dengan surat resmi berkekuatan hukum dengan jumlah kekuatan aksi yang akan lebih besar lagi, dan di pastikan akan menduduki gedung pemerintah dan DPRD.

Masa aksi di pimpin oleh korlap Abdul Rasyd Pelupessy, rela duduk di jalan menikmati cuaca panas terik yang menikam hanya demi menyampaikan orasinya menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang di tetapkan Pemerintah. (Veja)

PMII Malteng Turun Jalan Menyuarakan Tolak Kenaikan BBM
Masohi,beritasumbernews.com
Puluhan Mahasiswa yang menamakan dirinya Persekutuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), turun jalan menyuarakan aspirasi menolak kenaikan tarif BBM bersubsidi.

PMII menggelar orasi di seputaran kota Masohi, dengan jumlah kekuatan kurang lebih 20 orang dengan menggunakan atribut berupa spanduk yang bertuliskan PMII menolak kenaikan harga BBM, selain itu ada lembaran kertas karton manila juga yang bertuliskan Demokrasi di Korupsi, lain lagi bertuliskan BBM bikin beban Masyarakat.

Aksi ini berlangsung tepatnya pada sekitar pukul 11 : 00 Wit, berlangsung kurang lebih satu jam para Mahasiswa menyampaikan orasi.

Orasi Mahasiswa ini sempat terhenti karena di bubarkan oleh pihak Polres Malteng, karena di ketahui orasi tersebut tidak bersurat resmi sehingga langsung di bubarkan.

Personil Samapta Polres Malteng sebanyak kurang lebih 5 personil yang terdiri dari personil Samapta Polres Malteng dan personil Intel Polres, personil di turunkan lansung oleh Kasat Samapta Polres Malteng Iptu. Rido Masihin.SH, guna mengamankan situasi lokasi saat masa Aksi berorasi.

Saat di hentikan aksi orasinya, masa aksi berjanji akan kembali lagi besok dengan surat resmi berkekuatan hukum dengan jumlah kekuatan aksi yang akan lebih besar lagi, dan di pastikan akan menduduki gedung pemerintah dan DPRD.

Masa aksi di pimpin oleh korlap Abdul Rasyd Pelupessy, rela duduk di jalan menikmati cuaca panas terik yang menikam hanya demi menyampaikan orasinya menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang di tetapkan Pemerintah. (Veja)