Malteng,beritasumbernews.com,Kado istimewa dari Maluku terlebih khusus dari masyarakat Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) untuk Pemerintah pusat di HUT RI Ke-78 tahun 2023.
Hal ini lantaran kemerdekan Negara Republik Indonesia yang ke 78 tahun, Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hingga saat ini tidak perna memperhatikan kehidupan masyarakat Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah.
Pasalnya, masyarakat di Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan, Seram Utara Timur Kobi, Kab Maluku Tengah, seperti di anak tirikan oleh pemerintah.
Hingga saat ini, Dusun Maneo tidak ada sentuhan langsung dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi hingga pemerintah kabupaten Maluku tengah.
Ungkapan itu disampaikan oleh, salah satu warga masyarakat Dusun Maneo Tinggi, Otni Halamury yang juga merupakan Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.
Tak hanya itu, Halamury juga merupakan Ketua dari Himpunan Mahasiswa Pemudah Pelajar Maneo (Himapema), dirinya menyatakan pada media ini bahwa” 78 tahun kemerdekaan RI, masyarakat di pengunungan pulau Seram, lebih tepat di pengunungan Seram Utara belum merdeka seutuhnya terlebih khusus masyarakat di Dusun Maneo Tinggin, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Malteng.” ucapnya
Dikatakan-nya lagi, Dusun Maneo Tinggi merupakan Dusun yang terpencil, Infrastruk pada Dusun tersebut juga belum merata dalam hal ini jalan juga belum sampai pada Dusun Maneo Tinggi.
“Bahkan bukan jalan saja, ada pula masalah pendidikan yang berhubungan langsung dengan sumber daya manusia.” kata Halamury
Masalah pendidikan di Maneo masih sangat buruk lanjutnya, dalam hal ini juga, guru yang masih minim, minim dalam hal ini yaitu minim pengetahuan.
Halamury menjelaskan, itu karena di latar belakangi dengan guru yang mengajar tersebut merupakan guru-guru yang masih berijasah lulusan SMA dan SMK.
Hal tersebut tambahnya, Karena kebutuhan guru di Maneo sehingga kedua saudarah yang ada di Maneo itu luangkan waktu dan ilmunya untuk mengajar di SD Negeri 266 Malteng Di Dusun Maneo.
Kata Halamury, selain masalah pendidikan, Ada pula masalah lain yakni masalah kesehatan.
Dijelaskan, Masyarakat di Maneo juga masih susah soal kesehatan sehingga kalau ada masyarakat yang sakit, mereka menempuh jalan selama satu hari bahkan dua hari untuk sampai pada Desa Trans atau desa Kecamatan Seram Utara Timur Kobi yakni daerah Morokai, Itu pun kalau cuaca tidak buruk selama perjalan. Cetus Halamury
“Kalau ada masyarakat yang sakit itu warga membawahkan menggunakan kain untuk mengendong ke tempat pengobatan, itu yang menjadi masalah di Dusun Maneo.
Sehingga, Kami dari Himpunan Mahasiswa Pemudah Pelajar Maneo (Himapema), memintah perhatian dari pemerintah Kabupaten, Provinsi bahkan Pemerintah Pusat ini juga perhatian khusus bagaimana kami di HUT Kemerdekaan RI Ke-78 tahun 2023.
Selain itu, juga dalam hal ini menyambut tahun 45 sebagai Indonesia Mas tapi daerah-daerah yang ada di Provinsi Maluku, Kab Malteng, Kecamatan Seram Utara dan Seram Utara Timur Kobi masih miris dalam pembangunan.
“Kami Himpunan Mahasiswa Pemudah Pelajar Maneo (Himapema), sangat mengharap untuk perhatian Khusus dari pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat.” pungkasnya.
Diketahui, SD Negeri 266 Maluku Tengah, Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, terbuat dari bahan kayu papan, Bahkan Guru pada SDN 266 hanya ada dua Guru.
Kepsek SDN 266 Merupakan Guru ASN yang bergelar Sarjana, dan dua Guru yang mengajar di SDN 266 hanya lulusan SMA dan SMK.
Selain masalah ketinggalan Pendidikan, Dusun Maneo juga belum memiliki air bersih serta listrik. Jelasnya (Adri)
