Waisarisa,beritasumbernews com
Kegiatan Peninjauan, Pendalaman dan Konfrontir titik Banjir Pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 akibat kelebihan debet air hujan yang mengakibatkan perumahan warga terendam di Desa Nuruwe Kecamatan Kairatu Barat Kab.SBB.
Bertempat di Desa Nuruwe Kec. Kairatu Barat, Kab. SBB giat Kapolsek Waisarissa IPDA HENDRY NIKIJULUW bersama Babinsa, Babinkamtibmas Desa Nuruwe melakukan Peninjauan titik Banjir Pada hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 akibat kelebihan debet air hujan yang mengakibatkan perumahan warga terendam.
Berdasarkan peninjauan atau pantauan yang dilakukan oleh Kapolsek Waisarissa IPDA HENDRY NIKIJULUW bersama Babinsa, Babinkamtibmas serta Tokoh masyarakat Desa Nuruwe Ketua RT 08 RAFAEL TENINE, Penyebab Banjir di karenakan adanya pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi ( SUTET ) di Desa Nuruwe.
Pengerjaan proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi ( SUTET ) di Desa Nuruwe pada saat melakukan pembangunan tidak memperhatikan jalur saluran Air.
AdeTempat mengalirnya Saluran air tersebut ditutup dengan menggunakan Sirtu dan tanah sehingga pada saat hujan turun Debet Air tertampung dan pada saat tidak dapat menampung mengakibatkan meluapnya air.
Di undang pada hari Rabu tanggal 27 Oktober 2021dan dilakukan Pendalaman terhadap kontraktor pembuatan Pondasi Menara SUTET yakni” Hotma Hutabarat (35).
Terkait permasalahan penutupan saluran air drainase di desa Nuruwe oleh PT.KSO sebagai ( Pihak ke3 PT.PLN) untuk pekerjaan pembuatan pondasi menara SUTET, sehingga berdampak banjir pada perumahan warga Desa Nuruwe Kec. Kairatu Barat Kab. SBB.
Bahwa dalam pendalaman tersebut yang bersangkutan menjelaskan”
Benar sebelum terjadi banjir ada permintaan warga desa Nuruwe untuk menutup saluran air untuk di gunakan warga sebagai jalan menuju ke seberang saluran menuju ke kebun warga karena tidak ada jembatan, sehingga menyulitkan perjalanan warga.
Atas permintaan warga yang bersangkutan membiarkan warga yang mengatur pekerjaan tersebut sedangkan yang bersangkutan pergi ke desa waipirit, dimana ketika kembali yang menemukan saluran air tersebut telah di tutup oleh warga sendiri menggunakan alat berat yang di operasikan oleh karyawan yang bersangkutan sendiri.
Bahwa yang bersangkutan tidak pernah menutup saluran air tersbut atas kepentingan PT.KSO namun atas permintaan dari warga masyarakat desa Nuruwe setempat, serta di saksikan sendiri oleh RT setempat.
Bahwa setelah ditutup warga setempat menggunakan jalur tersebut untuk mengangkut bahan pembuatan pondasi SUTET, dan biaya pengangkutannya di bayar oleh Yang bersangkutan.
Bahwa setelah terjadi banjir warga lalu menyalahkan pekerjaan pembangunan pondasi SUTET tsb, yg menurut warga PT.KSO yg menutup aliran air tsb sehingga air meluap menyebabkan banjir.
Bahwa atas hal tersebut ybs telah menemui penjabat kepala desa Nuruwe dan RT setempat untuk di lakukan pembersihan saluran air yg ditutup dengan alat excavator dari PT KSO agar saluran air tersebut dapat mengalir seperti biasa.
Bahwa atas permintaan RT setempat ybs diminta menunggu selama 3 hari agar warga setempat menyiapkan batang pohon kelapa dan jati utk di buat jembatan, barulah ybs mulai bekerja membuat saluran serta menimbun Sirtu ( Pasir Batu ) diatas jembatan.
Bahwa rencananya dalam 3 hari ke depan ybs akan berkoordinasi dengan apa pemerintah desa Nuruwe, guna menentukan apakah pekerjaan pembuatan kembali saluran air tsb bisa segera di lakukan ataukah tetap menunggu dicarikan bahan pembuatan jembatan.
Kemudian datang pada hari Jumat Kapolsek Waisarisa menggelar pertemuan di Polsek Waisarisa, kata Kapolsek” Bahwa hasil penyelidikan dan penelitian di lapangan kebanjiran di karenakan adanya timbunan tanah oleh PT KSO yang di minta oleh masyarakat Desa Nuruwe.
Kami disini tidak saling menyalahkan, Bagaimana kita saat ini mencari solusi dari dampak kebanjiran di Desa Nuruwe.
Desa Nuruwe saat ini belum ada Kepala Desa Definitif sehingga mari kita saling menjaga Desa Nuruwe agar lebih baik dan aman.
Penyampaian Penjabat Desa Nuruwe YENNI AKOLLO, Mari kita melihat hal ini bersama – sama dengan dampak banjir agar tidak terjadi kembali.
Permintaan kami agar di buat jembatan sehingga masyarakat dapat melintas.
Penyampaian Ketua RT 08 RAFAEL TENINE, Bahwa benar permintaan dari masyarakat Desa Nuruwe untuk menimbun saluran air tersebut sehingga terjadi meluapnya air yang mengakibatkan kebanjiran.
Kami tidak menuntut pihak perusahaan namun kami meminta bantuan dari perusahaan agar membantu kami membuat jembatan.
Penyampaian dari pihak PT. KSO HOTMAN HUTABARAT” Kami sudah meminta dari RT setempat dan masyarakat agar bisa membantu kami dalam hal pembangunan menara SUTET di Desa Nuruwe.
Kami dari perusahaan tidak menimbun saluran air, Kami dari Pihak perusahaan siap membantu masyarakat guna membuat jembatan, Bahan yang di perlukan kami siap membantu.
Kami meminta agar segera mungkin jembatan di buat karena di khawatir kan
Curah hujan di sini tidak menentu, Kami berharap tidak ada komplen dari beberapa oknum masyarakat di Desa Nuruwe terkait dengan pelaksanaan pekerjaan kami.
Bahwa kebanjiran di karenakan permintaan dari masyarakat untuk melakukan penimbunan saluran air di tutup dengan menggunakan tanah namun pada saat curah hujan deras mengakibatkan meluapnya air sehingga terjadinya kebanjiran.
Perusahaan sudah berbuat yang terbaik dan masyarakat diminta untuk memberikan dukungan, Demi kepentingan masyarakat mari bersama-sama bekerjasama untuk membangun Desa Nuruwe yang lebih baik.
Penyebab Banjir di karenakan Jalur saluran air di Desa Nuruwe ditutup menggunakan Pasir batu ( sirtu ) dan campuran tanah oleh pekerja PLN bagian jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi ( SUTET ).
– PT SIM ( SPICE ISLAND MALUKU ) membuat jalur saluran air sehingga pada saat musim hujan, air tersebut dapat mengalir dan tidak tergenang.
PT SIM ( SPICE ISLAND MALUKU ) tidak terkait dengan Banjir yang di Desa Nuruwe, Pihak PT KSO di bantu oleh masyarakat Desa Nuruwe saat ini sedang melakukan pembuatan jembatan normalisasi sungai akibat banjir. (Yan.L)
