Ambon- beritasumbernews.com – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Raya Al-Fatah, Senin (25/5/2026) sore. Di tengah gema takbir dan nuansa Idul Adha 1447 Hijriah, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama lintas iman, hingga masyarakat duduk dalam satu ruang kebersamaan dalam agenda penyerahan hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku.
Momentum itu tidak sekadar menjadi seremoni tahunan keagamaan. Di Maluku — daerah yang dikenal kuat menjaga nilai hidup orang basudara — penyerahan hewan kurban berubah menjadi simbol kuat tentang hadirnya negara, tumbuhnya solidaritas sosial, dan eratnya persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha memiliki makna jauh lebih besar dibanding sekadar ritual penyembelihan hewan kurban.
Menurutnya, Idul Adha adalah momentum membangun empati sosial, memperkuat kepedulian antarsesama, sekaligus mempererat hubungan kemanusiaan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan, kebersamaan, dan stabilitas masyarakat,” ujar Kapolda Maluku.
Kegiatan penyerahan hewan kurban berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, tokoh agama lintas iman, pejabat TNI-Polri, pimpinan OPD, pengurus masjid, hingga masyarakat penerima bantuan kurban dari berbagai wilayah di Maluku.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menyerahkan 101 ekor sapi dan 25 ekor kambing untuk masyarakat dan masjid yang membutuhkan. Sementara bantuan Presiden Republik Indonesia disalurkan ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku sebanyak 17 ekor sapi.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada panitia kurban dan pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian negara kepada masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha.
Kapolda Maluku juga menyerahkan bantuan hewan kurban dari keluarga besar Polda Maluku sebagai bagian dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan sosial dan kemanusiaan dengan masyarakat.
Di hadapan para tokoh agama dan masyarakat, Kapolda menekankan bahwa keamanan daerah tidak hanya dibangun melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui penguatan solidaritas sosial dan rasa saling peduli di tengah kehidupan masyarakat.
“Keamanan yang kuat lahir dari masyarakat yang rukun, saling membantu, dan memiliki kepedulian sosial. Ketika semangat kebersamaan tumbuh, maka stabilitas daerah akan semakin kokoh,” katanya.
Ia mengatakan, Polri saat ini terus mendorong pendekatan humanis dengan hadir lebih dekat di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Bagi Polda Maluku, kata Kapolda, semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha menjadi refleksi penting bahwa institusi negara harus mampu menghadirkan rasa empati dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bersama rakyat, berbagi dengan masyarakat, dan ikut membantu meringankan beban sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk nyata ketakwaan sekaligus sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian yang hadir dalam Idul Adha harus terus dirawat sebagai energi sosial dalam menjaga persatuan dan harmoni di Maluku.
Momentum tersebut juga memperlihatkan kuatnya toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Maluku. Kehadiran tokoh lintas iman dalam kegiatan keagamaan itu menjadi gambaran nyata bahwa nilai kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku dalam menjaga kedamaian daerah.
Kapolda Maluku pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat semangat hidup orang basudara sebagai identitas sosial yang selama ini menjadi perekat persatuan masyarakat Maluku.
“Maluku memiliki kekuatan besar dalam nilai persaudaraan dan toleransi. Kebersamaan ini harus terus kita jaga agar tetap menjadi pondasi dalam membangun kedamaian dan persatuan,” tuturnya.
Kegiatan berakhir dalam suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan. Di tengah momentum Idul Adha, penyerahan hewan kurban tersebut bukan hanya menjadi bentuk bantuan sosial semata, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni dan stabilitas bangsa. (Chey)

