LIANG – beritasumbernews.com – Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pelantikan pengurus DPW, Garnita Malahayati dan Petani-Nelayan NasDem Maluku yang digelar di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (27/9/2026), memiliki makna strategis untuk mendekatkan partai dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Vanath menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Garnita pusat, pimpinan Petani NasDem, Wakil Wali Kota Ambon, Ongen Sangaji, jajaran fungsionaris, ketua DPD 11 kabupaten/kota, fraksi, dan panitia pelaksana.

Ia menjelaskan ada dua alasan utama pelantikan digelar di desa, bukan di hotel di kota.

“Alasan yang pertama adalah mendekatkan Partai NasDem dengan masyarakat. Panitia mengikuti hasil survei terbaru yang merilis bahwa di seluruh Indonesia tidak cukup 20 persen masyarakat Indonesia merasakan dekat dengan partai tertentu. Oleh karena itu dinamika inilah yang dijawab oleh panitia,”kata Vanath.

Alasan kedua, lanjutnya, untuk memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

“Saya tentu saja tahu apa yang harus saya lakukan. 41 anggota DPRD baik provinsi dan 11 kabupaten kota diwajibkan hari ini membelanjakan uangnya di sini minimal 1 juta rupiah. Itu artinya 41 juta beredar di hari ini,”_ tegasnya.

Vanath yang juga Wakil Gubernur Maluku itu bahkan meminta konsumsi acara tidak dipesan dari luar, melainkan dari warga setempat.

“Saya melarang panitia melaksanakan konsumsi di luar dari racikan tangan-tangan orang Liang, Tulehu, Tial dan negeri-negeri di sekitar sini. Itulah dampak yang bisa kita berikan disaat ekonomi lagi lesu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang telah mempercayakan DPW Maluku di bawah kepemimpinannya. Saat ini NasDem menjadi pemenang kedua di Provinsi Maluku dengan 41 kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta menjadi Ketua DPRD Kota Ambon.

“Saya tidak sedang berada di ruang kosong. Saya mengambil tanggung jawab partai ini dengan mesin partai dibuktikan dengan menempatkan Partai NasDem sebagai pemenang kedua di Provinsi Maluku. Kapal ini tidak mungkin mundur ke belakang, kita harus maju terus meraih prestasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Vanath juga memaparkan laporan rencana kerja organisasi sayap partai.

Pertama, Garnita Malahayati Maluku merencanakan program ketahanan pangan keluarga dengan menanam 1.000 polybag cabai tahap awal yang akan dibagikan ke masyarakat untuk menjaga inflasi.

“Ibu-ibu ini sangat berbahaya kalau sudah marah tentang ekonomi lesu. Garnita merencanakan menanam cabe dalam polybag. Tujuannya merespon perintah Presiden Prabowo untuk menjaga inflasi di bawah 3 persen,” jelasnya.

Kedua, Petani dan Nelayan NasDem Maluku akan membangun kebun partai. DPW menyiapkan 20 hektare lahan pertanian, dan setiap DPD diwajibkan menyiapkan 10 hektare untuk sektor pertanian.

“Mimpi saya adalah mensukseskan perintah di bidang pangan. Di atas itu semua saya bermimpi suatu saat kemandirian pembiayaan partai bisa terwujud,” ujarnya.

Selain itu, Petani NasDem Maluku juga akan memproduksi gula aren bubuk dan cair dari Pulau Seram untuk pasar ekspor ke Eropa dan Timur Tengah sebagai bagian dari diversifikasi tanaman aren yang selama ini disalahgunakan menjadi minuman keras (sopi).

“Maluku dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi dan salah satu pemicunya adalah alkohol. Tanaman aren ini akan kita diversifikasi menjadi gula aren. Ini adalah jawaban Partai NasDem terlibat dalam pengentasan kemiskinan,” pungkas Vanath.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan bahwa Maluku yang kini berada di peringkat 8 provinsi termiskin di Indonesia, dengan penyumbang terbesar dari petani dan nelayan, membutuhkan peran aktif semua organisasi termasuk partai politik untuk pengentasan kemiskinan.

(bsn01)