Karpan,beritasumbernews.com
Membahas program kemiskinan tahun 2022, Komisi III DPRD Provinsi Maluku mengajak 11 mitra terkait duduk bersama dalam rapat komisi. Selasa 30/11/2021

Rapat Komisi III DPRD Provinsi Maluku dengan 11 mitra terkait itu di pimpin lansung oleh Ketua Komisi Richart Rahakbauw yang di dampingi Wakil Ketua Komisi III M.Hatta Hehanussa di ikuti semua anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku.

Rancangan anggaran tahun 2022 pun di sampaikan oleh masing – masing OPD saat paparan program pada rapat tersebut.

Menurut Rahakbauw bahwa” dalam penyampaian dalam rapat tersebut, yang di sampaikan oleh Kadis PUPR, Kadis Disperindag tidak tepat sasaran sehingga tidak dapat menurunkan angka kemiskinan di Daerah Maluku.

Hal tersebut di benarkan Hatta Hehanussa saat di temui sejumlah wartawan di Kantor DPRD usai rapat yang di gelar Komisi III tersebut.

Kata Hatta” Ada sebagian program yang tidak tepat, maka kita coba untuk segera melakukan pengeseran, Maka tujuan dari pada pendalaman terhadap KUA PPAS disitu, jadi kita menganggap yang tidak sesuai penempatannya segera dipindahkan, dan kita mendalami tentang proses pengusulan anggaran dari OPD. Ujar Hatta

Tambahnya” Dan kita memang belum masuk pada angka-angka tapi kita proses, Karena kita harus melihat dari sisi PJRMD, visi misi Gubernur dan juga tema dari pada RKAP tersebut. Sebut Hatta

“Kita tahu bersama bahwa tujuan anggaran yang paling utama adalah dalam kaitan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masalah kemiskinan. Terang Hatta

Dikatakan Hatta, hari ini Maluku masih berada pada urutan ke 4 termiskin, maka kita fokuskan pada tujuan usulan anggaran tersebut, selama kurang lebih tiga hari karena kita tidak inginkan lagi bahwa anggaran – anggaran yang di buat atau diusul dari OPD mitra komisi III itu, tidak tepat sasaran ,dan tidak juga tepat pada pos- pos yang harus berpihak kepada rakyat .

Tambah Hatta” rapat yang berlangsung kemarin, tidak tertutup, tapi terbuka dan hari ini sudah selesai 11 mitra tinggal tiga bidang ,masih scrosing ,nanti dilanjutkan lagi, karena kemarin waktu cukup terbatas 1 Disamping itu juga sebelum kita masuk pada RKA bahas dan pendalaman dan pendampingan penyampaian visi misi komisi tadi dilihat sebagian program – program
yang tidak tepat.

Maka kita coba untuk segera melakukan penggeseran atau dipindahkan contoh tadi di TKP
“Sebenarnya itu ,program perioritas dalam rangka membangun atau merehap bangunan rumah miskin pos anggaran di bawah minim. Sebut Hatta

Lanjut Hatti” maka kita dorong kalau itu ditambah di sana yang kita geser mungkin dari PU yang tahap-tahapan pindah kawasan dan itu sudah menjadi pembahasan tadi. Tutur Hatta

Dan sudah sepakati dengan pihak PU dan kadis juga sudah mengiyakan itu, Dengan Anggaran yang masih kurang hari ini hanya 2,8. Karena ada beberapa sumber dana yang tidak masuk lagi ke APBD.

untuk itu tentu kita harus dikelolah sebenarnya sesuai kebutuhan OPD untuk program perioritas diharapkan, salah satunya itu menetapatkan program di tengah-tengah masyarakat bisa memperdayakan program dilokasi tersebut.

Dan di minta pekerjaannya dilakukan melibatkan masyarakat di sana agar menghidupkan ekonomi masyarakat jangan lagi di bawa dari luar.” Harap Hatta
( chey)