Menampilkan: 11 - 17 dari 17 HASIL
Lingkungan

Ciptakan Lingkungan Bersih, Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo Bersama Pemerintah Desa Laksanakan Kerja Bakti

Halut,beritasumbernews.com,Ciptakan Lingkungan Bersih Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo Sertu Arjuman Siregar dan Serda Said Makatita bersama Pemerintah Desa serta masyarakat melaksanakan kerja Bakti di Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (8/9/2023).

Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo Sertu Arjuman Siregar dikesempatan tersebut mengatakan, kegiatan kerja bakti ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Sekaligus sebagai salah satu bentuk kepedulian TNI dalam hal ini Babinsa terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Karya bakti sebagai ajang menjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat. Kegiatan ini juga sebagian dari program Teritorial, yang dapat dijadikan bagian dari ibadah”.

Dikatakan juga, dalam kegiatan ini sudah menjadi tugas dan tanggungjawab bagi Babinsa untuk bisa memelihara hubungan yang baik bersama warga di wilayah binaan salah satunya melalui karya bakti bersama masyarakat binaan.

Harapan kami, dengan adanya kegiatan seperti ini dapat menambah kedekatan dan hubungan baik antara Babinsa dengan masyarakat, serta dapat mewujudkan lingkungan bersih, rapi dan sehat agar kita terhindar dari segala macam penyakit, terangnya.

Pj. Kepala Desa Luari bapak Sudirman Laboke mengatakan, bahwa dengan adanya kegiatan tersebut, dirinya mengharapkan agar kegiatan kerja bakti dapat dijadikan sebagai motivasi masyarakat untuk selalu peduli dan menjaga kebersihan, keindahan dan keasrian lingkungan.

“Saya mewakili warga Desa Luari memberikan apresiasi kepada Babinsa yang selalu aktif dan peduli terhadap setiap kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan di Desa,” ujarnya. (Yansen)

Lingkungan

Polres Malteng Launching Kampung Bebas Narkoba

Malteng,beritasumbernews.com,Kepolisian Resort Kabupaten Maluku Tengah (Polres Malteng), Launching Kampung Bebas Narkoba, dipusatkan di Negeri Makariki, Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku, Selasa,(5/9/23).

Launching kampung bebas narkoba dalam wilayah Hukum Kabupaten Maluku Tengah, merupakan bagian dari program prioritas Kapolri. Juga menjadi salah satu kampung percontohan sebagai kampung bebas dari Narkoba, dan juga minuman keras adalah Negeri Makariki Kecamatan Amahai Malteng.

“Dengan adanya pembentukan Kampung Bebas Narkoba, ini diharapkan dapat menjadi etalase bagi Kabupaten Maluku Tengah untuk meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, dan juga minuman keras yang dapat merusak masa depan bangsa terkhusus para generasi muda yang ada di Kabupaten Malteng.” Demikian disampaikan Kapolres Malteng AKBP Dax Imanuelle. S. Manuputty SIK, dalam sambutannya.

“Kita harapkan, Kab Malteng dapat mengendalikan peredaran Narkotika dan Miras, karena sangat berbahaya.

Jika kita dapat mengendalikan ini maka generasi kita akan bebas Narkobda dan Miras, maka daerah dan bangsa akan maju dan berkembang,” ingatnya berharap

Kampung Makariki ini menjadi role model yang mana sebagai kampung panutan bebas Narkoba dan Miras. Sehingga kampung Makariki ini bisa menjadi kampung percontohan bebas Narkoba dan Miras.

“Kita harapkan program ini menjadi program berkesenambungan, dan Pemerintah Daerah Malteng dapat membentuk kampung bebas Narkoba dan Miras di seluruh kecamatan, sehingga benar-benar daerah ini bebas Narkoba dan Miras,” harapnya

“Kalau pun Miras mau di legalkan maka harus sesuai aturan, seperti yang ada di Manado dan NTT, produk ini dilegalkan, diatur sesuai aturan,” pintanya

Untuk diketahui, hadir dalam kegiatan launching, mewakili Penjabat Bupati Malteng Asisten Satu Bidang Pemerintahan, Silviana Mattemu, Ketua DPRD Malteng Fatza Tuankotta, Dandim 1502 Letkol CZI.Muhamat Yusuf Aksa, Ketua Pengadilan Agama Masohi, Ketua Pengadilan Negeri Masohi, Dan Brigif Nusa Ina, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pemuda. (Yan)

Lingkungan

Kota Ambon, dijadikan pilot project pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) “Penyusunan Matrix Risiko Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Ambon,beritasumbernews.com,Kota Ambon, dijadikan pilot project pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) “Penyusunan Matrix Risiko Bencana Banjir dan Tanah Longsor dalam Implementasi Impacta Abses Forecast and Warning Services di Kota Ambon”, oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, yang dilaksanakan pada Ruang Rapat Vlisingen Balai Kota, Rabu (23/8/23).

Wattimena, memberikan ungkapan terimakasih karena kota ini dijadikan tempat pertama kali pelaksanaan setiap giat penting yang diselenggarakan oleh BMKG, yang mana sebelum pelaksnaan giat hari ini, telah dilaksanakan susunan rencana kontigensi Bencana Alam Tsunami dengan melibatkan Desa Galala dan Negeri Hative Kecil.

Wattimena berharap sinergutas antara pihak Pemkot dan BMKG terus terjali dengan baik guna memberi rasa aman kepada warga kota ini dalam mengahadapi setiap bencana alam yang terjadi.

“Sinergitas ini harus terus dijaga sampai ke masyarakat karena mereka sangat membutuhkan informasi terkait dengan dampak cuaca yang akan dialami. Dengan kerja sama yang baik akan terwujud kota yang siap menghadapi bencana,” ungkap, Bodewin.

“Kalau saya bilang ini pertama kali, pilot project kita. Kedepan ini sebagai strategi, informasi cuaca nantinya akan dibarengi dengan dampak dari cuaca tersebut,”

Sehingga, dirinya berharap melalui kegiatan ini peserta dapat menyusun langkah kongkrit terkait dengan penyusunan Matrix resiko bencana banjir dan tanah longsor yang tentunya berguna bagi warga kota ini.

Dirinya Harap tersusun langkah kongkrit terkait sesuai dengan judul tersebut Matrix Risiko Banjir dan ini akan diaplikasikan juga pada wilayah-wilayah lain. Para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian sesi dengan baik sehingga bermanfaat bagi kita semua. Tutupnya (Chey)

Lingkungan

Bhabinkamtibmas Rambatu Gotong Royong Bersama Warga Binaan Bersihkan Jalan

Rambatu,beritasumbernews.com,Jalan menuju Desa Rambatu, Desa di wilayah pegunungan Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang hingga 78 tahun Indonesia merdeka belum di rasakan kemerdekaan oleh masyarakat pegunungan Inamosol, Karen belum tersentuh oleh perhatian pemerintah, baik Kabupaten, Provinsi, dan Pusat.

Jalan masih berstatus tanah belum tersentuh aspal baik lapen maupun hopnis, sehingga masih terasa sulit di lewati oleh masyrakat pegunungan kususnya Desa Rambatu.

Hal tersebut menarik perhatian Bhabinkamtibmas Desa Rambatu Bripka. Abraham Wemay untuk turun jalan bersama warga masyarakat Desa Rambatu membersihkan dan perbaiki jalan yang di anggap rusak dan berlubang.

Kegiatan tersebut di laksanakan oleh Bhabinkamtibmas dan warga masyarakat pada pukul 09 : 30 Wit pagi tadi sepanjang jalan dari Desa Ramberu ke Desa Rambatu. Sabtu 19/08/2023

Wemay yang di hubungi Redaksi beritasumbernews.com sore tadi via Whatsaap-nya menyampaikan” tujuan kegiatan tersebut yakni” untuk memperbaiki jalan – jalan yang rusak di sepanjang jalan karena faktor hujan beberapa hari lalu mengakibatkan banyak jalan yang sulit di lalui.

Kata Wemay” hal tersebut sekaligus guna mencegah terjadinya kecelakaan bagi masyarakat yang hendak melewati jalur rumberu dan rambatu yang sudah rusak itu.

Menurutnya” hal tersebut agar dapat mempermudah akses jalan ke desa Rambatu dan manusa dengan adanya perbaikan jalan tersebut karena jalanan tersebut sudah semakin rusak parah di sepanjang jalan. (Veja)

Lingkungan

78 Tahun Kemerdekaan, Dusun Maneo Tinggi Maluku Tengah Masih Teranaktirikan

Malteng,beritasumbernews.com,Kado istimewa dari Maluku terlebih khusus dari masyarakat Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) untuk Pemerintah pusat di HUT RI Ke-78 tahun 2023.

Hal ini lantaran kemerdekan Negara Republik Indonesia yang ke 78 tahun, Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hingga saat ini tidak perna memperhatikan kehidupan masyarakat Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah.

Pasalnya, masyarakat di Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan, Seram Utara Timur Kobi, Kab Maluku Tengah, seperti di anak tirikan oleh pemerintah.

Hingga saat ini, Dusun Maneo tidak ada sentuhan langsung dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi hingga pemerintah kabupaten Maluku tengah.

Ungkapan itu disampaikan oleh, salah satu warga masyarakat Dusun Maneo Tinggi, Otni Halamury yang juga merupakan Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Tak hanya itu, Halamury juga merupakan Ketua dari Himpunan Mahasiswa Pemudah Pelajar Maneo (Himapema), dirinya menyatakan pada media ini bahwa” 78 tahun kemerdekaan RI, masyarakat di pengunungan pulau Seram, lebih tepat di pengunungan Seram Utara belum merdeka seutuhnya terlebih khusus masyarakat di Dusun Maneo Tinggin, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Malteng.” ucapnya

Dikatakan-nya lagi, Dusun Maneo Tinggi merupakan Dusun yang terpencil, Infrastruk pada Dusun tersebut juga belum merata dalam hal ini jalan juga belum sampai pada Dusun Maneo Tinggi.

“Bahkan bukan jalan saja, ada pula masalah pendidikan yang berhubungan langsung dengan sumber daya manusia.” kata Halamury

Masalah pendidikan di Maneo masih sangat buruk lanjutnya, dalam hal ini juga, guru yang masih minim, minim dalam hal ini yaitu minim pengetahuan.

Halamury menjelaskan, itu karena di latar belakangi dengan guru yang mengajar tersebut merupakan guru-guru yang masih berijasah lulusan SMA dan SMK.

Hal tersebut tambahnya, Karena kebutuhan guru di Maneo sehingga kedua saudarah yang ada di Maneo itu luangkan waktu dan ilmunya untuk mengajar di SD Negeri 266 Malteng Di Dusun Maneo.

Kata Halamury, selain masalah pendidikan, Ada pula masalah lain yakni masalah kesehatan.

Dijelaskan, Masyarakat di Maneo juga masih susah soal kesehatan sehingga kalau ada masyarakat yang sakit, mereka menempuh jalan selama satu hari bahkan dua hari untuk sampai pada Desa Trans atau desa Kecamatan Seram Utara Timur Kobi yakni daerah Morokai, Itu pun kalau cuaca tidak buruk selama perjalan. Cetus Halamury

“Kalau ada masyarakat yang sakit itu warga membawahkan menggunakan kain untuk mengendong ke tempat pengobatan, itu yang menjadi masalah di Dusun Maneo.

Sehingga, Kami dari Himpunan Mahasiswa Pemudah Pelajar Maneo (Himapema), memintah perhatian dari pemerintah Kabupaten, Provinsi bahkan Pemerintah Pusat ini juga perhatian khusus bagaimana kami di HUT Kemerdekaan RI Ke-78 tahun 2023.

Selain itu, juga dalam hal ini menyambut tahun 45 sebagai Indonesia Mas tapi daerah-daerah yang ada di Provinsi Maluku, Kab Malteng, Kecamatan Seram Utara dan Seram Utara Timur Kobi masih miris dalam pembangunan.

“Kami Himpunan Mahasiswa Pemudah Pelajar Maneo (Himapema), sangat mengharap untuk perhatian Khusus dari pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat.” pungkasnya.

Diketahui, SD Negeri 266 Maluku Tengah, Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, terbuat dari bahan kayu papan, Bahkan Guru pada SDN 266 hanya ada dua Guru.

Kepsek SDN 266 Merupakan Guru ASN yang bergelar Sarjana, dan dua Guru yang mengajar di SDN 266 hanya lulusan SMA dan SMK.

Selain masalah ketinggalan Pendidikan, Dusun Maneo juga belum memiliki air bersih serta listrik. Jelasnya (Adri)

Lingkungan

Dinas Perikanan Dan Kelautan Gelar Kegiatan Beach And Underwater Cleanup

Ambon,beritasumbernews.com,Jelang dirgahayu RI ke 78, Dinas Perikanan dan kelautan menggelar kegiatan Beach And Underwater Cleanup, tepatnya di lokasi tanjung Martapon bawah JMP poka galala.

Kegiatan tersebut di gelar pada pukul 08 : 00 Wit pagi tadi dalam rangka menyamarakan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke 78 serta hari ulang tahun provinsi Maluku yang ke 78. Sabtu 12/08/2023

Dalam keterangannya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Irawan Asikin menyampaikan bahwa” dalam rangka menyamarakan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke 78 serta hari ulang tahun provinsi Maluku yang ke 78, Selain itu kegiatan ini juga sebagai bagian dan untuk mendukung kegiatan program bulan cinta laut dari kementrian kelautan dan perikanan provinsi Maluku republik Indonesia. Jelas Kadis

Dengan demikian maka kegiatan ini adalah bagian atau sumbangan dari pemerintah provinsi Maluku terhadap kegiatan bulan cinta laut.

Di jelaskannya” Kegiatan ini di ikuti oleh 78 peserta penyelam yang berasal dari klub selam komunitas selam baik itu instansi pemerintah maupun dari yayasan-yayasan peduli lingkungan, serta dari peminat-peminat selam lainnya.

Kegiatan ini sesunggunya adalah merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, karena sesungguhnya kegiatan ini tidak di danai oleh APBD maupun APBDN yang ada pada kami maupun pihak BP3. Ujar Kadis

Di saat menyampaikan sambutannya Kadis menyampaikan banyak terima kasih kepada Harta Samudera Ambon, Yayasan Eko Nusa, Yayasan Predia Senter dan Yayasan Hai serta pemerintah kota Ambon, dan Pemerintah Desa Poka, serta berbagai pihak yang telah menopang terlaksananya kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Maluku. (Veja)

Lingkungan

Dukung Program Bulan Cinta Laut, Kades Poka Dan Masyarakat Sinergitas Bersih Pantai

Poka,beritasumbernews.com,Sambut bulan cinta laut yang jadi program Kementrian KKP, sekaligus sambut dirgahayu RI ke 78, Kades Poka bersinergitas dengan masyarakat poka melaksanakan gerakan bersih poka pantai atau yang di sebut GAROPA.

Kegiatan GAROPA tersebut di gelar Kades Poka bersama masyarakat poka yang bertepatan dengan kegiatan Dinas Perikanan Provinsi Maluku salam rangka menyambut bulan cinta laut, yang di gelar pagi tadi pukul 08 : 00 Wit. Sabtu 12/08/2023

Dalam keterangannya Kades Poka Ny. Ivon Kelbulan yang di temui wartawan di sela sela kesibukannya saat bersih Pantai mengatakan” GAROPA ini merupakan suatu program yang memang di buat setiap bulan berjalan, bahkan dua kali dalam sebulan. Sebut Kades

Tujuan San sasarannya ialah demi
proses dalam pengembangan kawasan Smafisafilik.

Kaya Kades” saat ini kita dalam memperingati bulan cinta laut, itu merupakan suatu program kementerian KKP.

Yang mana secara otomatis kita juga harus mendukung, karena di sini kerja sama ini juga di bangun dengan melibatkan badan, balai dan UPD dan juga LSM dan juga pihak-pihak yang memang pecinta-pencinta alam ini. Tutur Kades

Selain itu kegiatan tersebut juga dalam rangka menyambut dirgahayu RI yang ke 78, dan pihak pemerintah Desa pun menyambut baik akan hal ini. Ujar Kades

Di katakannya pula bahwa pihaknya mendapat Ouput dari kegiatan ini, yang pertama pantai kita bersih yang ke dua para budidaya bisa memaksimalkan budidaya sektor perikanan mereka. Ungkap Kades

Jadi memang kegiatan ini kalau bicara Smafisafilik, kegiatan ini akan tetap berkelanjutan bukan hanya pada tahun ini. Tegas Kades

Dan masyarakat poka sangat menyambut baik apalagi mereka yang memang berada pada kawasan ini, dan Kawasan Smafisafilik di lokasi tanjung martapon.

Lanjut Kades” Karena pengembangan yang kita lakukan di kawasan Smafisafilik ini memang lintas desa, tapi kawasan yang di bangun ini kawasan pada tanjung martapon. Jelas Kades

Karena di situ juga ada balai BP3 yang memang sama-sama dengan kami dalam mengembangkan kawasan di sini.

Kegiatan kita hari ini bebaskan kita dari sampah, Kegiatan ini kita kerja sama dengan balai BP3 bersama dengan Dinas, dinas perikanan dan kelautan provinsi.

Dan juga ada dalam TNI, polri, ada juga dari pemerintah kota sendiri ada juga dari LSM, ada dari swasta juga yang mendukung, dan juga komunitas-komonitas pencinta laut ada juga bersama, dan juga kami sendiri masyarakat desa poka bersama-sama terlibat di sini. Pungkas Kades (Veja)

[instagram-feed]