SBB,beritasumbernews.com
Terjadi konsentrasi masa dan pemalangan jalan oleh masyarakat Desa Nuruwe, Kec. Kairatu Barat, Kab. SBB. Tepatnya di lintas jalan Seram Desa Nuruwe. Kamis 23/09/2021
Informasi berita ini berhasil di himpun awak media beritasumbernews.com pagi tadi yang mana bertempat di halaman SMA Negeri 2 Seram Bagian Barat, telah terjadi perkelahian antara siswa Desa Nuruwe dan Siswa Desa Waesamu.
Terlibat dalam perkelahian antar siswa dari dua Desa Nuruwe dan Waisamu tersebut yakni” dari Desa Waisamu” Ayub Burnama,Yusup Riripiy, Sunsugos Riripoy, Efriani Hematang, Piter Souhoka, Igo Riripory, Dendy Pelapary, Erik Salenusa, Jhon Ruhulesin, Maikel, maksurela, Onggo Kakisina.
Sementara yang berasal dari Desa Nuruwe yakni” Hanya Rumahsoal, Dedi Nahumury, Jhon Sisinupuy, Jacobis Lekalait, Alvrindo Akollo, Yosten Hetaria, Felix Rumahsoal.
Insiden Tauran antar siswa itu terjadi dan bersamaan dengan itu tiba Personil Polsek Waisarisa dan mengamankan kondisi situasi tersebut.
Personil Polsek Waisarisa sebanyak tiga personil Polsek yang di pimpin oleh Kanit Binmas Polsek Waisarisa Bripka. A.Waulartafella, selain mengamankan sekaligus memberikan binaan pada siswa yang melakukan perkelahian tersebut.
Dari insiden tersebut tersebut pihak sekolah kemudian menghadirkan para orang tua siswa dengan tujuan agar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dalam pertemuan guna tujuan penyelesaian tersebut, di hadiri lansung oleh Kepsek SMAN 2 SBB yakni Ny.M. Lawalata yang di dampingi para dewan Guru serta pejabat Desa Nuruwe Ny.Y.Akollo
Dari hasil pertemuan tersebut menuai hasil kesepakatan damai dan penyelesaian dari perkelahian tersebut.
Usai pertemuan tersebut di Sekolah itu, saat hendak kembali pulang ke rumah dan ke Desa masing – masing, namun sangat di sayangkan timbul permasalahan baru.
Saat mana pejabat Desa Nuruwe dan dua siswa yang sedang mengendarai kendaraan roda dua yang hendak menuju ke Desa Nuruwe, di lempari dengan kayu oleh warga Desa Waisamu dan tepat mengena pada bagian betis kaki kiri pejabat.
Selanjutnya” pejabat terus melanjutkan perjalanan ke Desa Nuruwe, namun bukan saja itu tetapi pada siswa asal Desa Nuruwe yang terlibat perkelahian itu Yosten Hetaria sesampainya di rumahnya ternyata terasa sakit dan lemas.
Orang tua siswa Yosten Hetaria beserta keluarga yang tidak terima mengakibatkan konsentrasi masa bersama warga Desa melakukan Pemalangan jalan menggunakan kayu dan batu.
Dari kejadian itulah Kapolsek Waisarisa Ipda. H. Nikijuluw di dampingi 7 personil Polsek bergerak ke lokasi Pemalangan jalan tersebut di Desa Nuruwe dan melakukan Negosiasi dengan pihak warga.
Dengan demikian Pejabat Desa Nuruwe mengajak warganya melakukan pertemuan di balai Desa Nuruwe sekaligus menyampaikan arahan yakni” Tadi saya ke sekolah untuk menghadap kepala sekolah dan melihat anak murid Masyarakat Desa Nuruwe, serta melakukan pertemuan dan penyelesaian masalah. Ungkap pejabat
Dalam arahannya pejabat tersebut mengharapkan agar setiap ada permasalahan antar siswa yang melibatkan antar Desa agar dapat segera di selesaikan dengan cepat dan dengan baik. Ajak pejabat
Bahkan kata pejabat, dalam kondisi tersebut harusnya warga Desa Nuruwe harus di kawal pulang hingga tiba di desa Nuruwe dalam keadaan aman.
Sangat di sayangkan saat pertemuan itu ada Masyarakat yang tidak terima dan sudah di pengaruhi minuman keras mengakibatkan konsentrasi masa kembali dan melakukan penebangan pohon guna menutup jalan raya trans seram di Desa Nuruwe.
Akibat hal itulah maka Gabungan personil Polsek Waisarissa dan Koramil Kairatu melakukan pencegahan di depan Polsek Waisarissa dan melakukan negosiasi dengan masyarakat Desa Nuruwe sehingga masyarakat Desa Nuruwe kembali ke Desa Nuruwe,
Pada sorenya tiba di Desa Nuruwe Danramil Kairatu Kapten Arm.Ismail dan petugas Kesbangpol Kab.SBB H. Saban Patty dan melakukan negosiasi dengan masyarakat Desa Nuruwe.
Negosiasi belum berhasil di lakukan karena masyarakat Nuruwe masih bersikeras dan Masyarakat Desa Nuruwe masih melakukan Pemalangan jalan di jalan Trans Seram Desa Nuruwe.
Hingga datang Kasat Sabhara Polres SBB AKP H. YAHELISSA, SH, dan Kasat Intel Res SBB IPTU M. NGONGOBILI beserta anggota Sat Sabhara dan Sat Intel tiba di Desa Nuruwe dan melakukan pengamanan, dan deteksi serta penggalangan terhadap tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kapolsek Waisarissa IPDA H. NIKIJULUW beserta Bhabinkamtibmas Desa Waesamu BRIGPOL Y. MANDUAPESSY melakukan koordinasi dengan orang tua pelaku pelemparan penjabat Desa Nuruwe a.n YUSUF RIRIPOY, dan selanjutnya pelaku di bawah dan di amankan di Polsek Kairatu, sehingga situasi aman terkendali,
Akhirnya saat malam dilakukanlah pembersihan ruas jalan Trans Seram di Desa Nuruwe yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres SBB KOMPOL M. MUSAAT,SHi didampingi, Kasat Intelkam Polres SBB MISSEN H. NGONGOBLI,KBO Sat Intelkam Polres SBB IPTU M. JAYADI dan Kapolsek WAISARISSA IPDA H. NIKIJULUW.
Dalam himbauan Kapolsek Waisarisa bahwa pelaku yang di amankan lansung oleh Kapolsek sendiri ke Polsek Kairatu, dan akan memfasilitasi warga yang akan berproses lanjut di Polres SBB namun Apabila ada upaya penyelesaian dilakukan atas kesepakatan bersama antara pihak Pelaku dan Korban.
Selain itu Kabag Ops Polres SBB Kompol M. Musaat.S.Hi mengajak warga Desa bahwa” Mari Kita semua menjaga situasi agar aman dan kondusif.
Setelah ini Masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
Untuk proses Hukum akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Besok setelah Pertemuan di Balai Desa Masyarakat dapat ke Polres untuk proses Hukum terkait dengan permasalahan ini.
Sedangkan yang di sampaikan oleh Sekretaris Desa Nuruwe Filmon Marital bahwa” Apa yang disampaikan oleh Kabag Ops dan Kapolsek Waisarissa sudah sangat jelas.
Besok sebelum Masyarakat yang menjadi korban menuju Polres akan dilakukan pertemuan bersama seluruh Masyarakat di Balai Desa.
(Yan.L)
