Ambon,beritasumbernews.com
Peletakan batu pertama Gereja Bukit Sion Kelurahan Batu Gajah Kota Ambon, di hadiri oleh Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler serta juga wakil ketua majelis pekerja harian Sinode GPM dan juga sekretaris Klasis GPM Kota Ambon. Minggu 14/11/2021
Dalam kegiatan peletakan batu pertama Gereja Bukit Sion Batu Gajah, Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler dalam sambutannya mengajak seluruh umat yang hadir dalam acara tersebut guna menaikan pujian syukur kepada Tuhan YME sebagai kepala Gereja karena atas kemurahannya lah maka kegiatan tersebut bejalan dengan baik walau dalam kondisi pandemi.
Katanya” gedung greja sangat strategis untuk membangun relasi vertikal dengan Tuhan dan sekaligus horisontal dengan masyarakat, oleh karena itu pembangunan gedung gereja benar – benar harus berkualitas baik secara fisik, dan yang paling penting adalah kualitas fungsinya. Ucap Syarif Hadler
Pasalnya” oleh karena itu pembangunan gereja adalah hal yang tak bisa terpisahkan dari umatnya, sebab di gereja kita tidak hanya mempelajari ajaran ilahi tetapi kita berkewajiban menerapkannya. pungkasnya
Menurutnya” Gereja juga tempat membangun persekutuan kasih di antara umat Tuhan, jadi gereja di bangun bukan demi keberadaan itu sendiri melainkan melanjutkan pelayan Tuhan di dunia.
Tambah Syarif Hadler” oleh karena itu jangan mengabaikan pembangunan gereja ini, namun berkontribusilah dalam pembangunan gereja ini, dan mari terlibat guna mendoakan, serta juga terlibat dalam mendukung dengan dana, bahkan terlibat dalam pembangunan gereja.
Lanjut Syarif Hadler” sebab Tuhan Allah akan memberkati orang yang terlibat membangun baitnya, hasil survey yang di lakukan oleh sebuah lembaga kristen yang membagi jemaat menjadi 6 jenis yakni” jemaat perusak, mereka yang masuk kategori ini suka berantem dalam greja.
Kemudian jemaat sponge yaitu mereka yang menyerap semua berkat dan fasilias gereja saja. Lalu
jemaat tahunan, yaitu mereka yang masuk gereja satu tahun sekali,” sama dengan jaamaah muslim juga. Ungkap Syarif Hadler
Sedangkan ada juga jemaat butuh atau cuma datang untuk keperluan nikah atau sidi saja, kemudian
jemaat sponsor, yaitu mereka yang masuk kategori ini cuman berpartisipasi dalam kegiatan gereja saja tidak datang untuk beribadah. Tutur Syarif Hadler
Sedangkan yang ke 6 ialah juga jemaat penyangga, atau jemaat yang kategori ini adalah jemaat yang datang beribadah, meluangkan waktu tenaga dan pikiran bahkan uangnya, sehingga saya berharap kiranya jemaat bukit sion masuk dalam kategori yang ke 6 ini. Harap Syarif Hadler
Apakah kita hanya ingin menjadi orang – orang yang hanya mau menerima tanpa memberi ? bukankah kita tahu lebih berbahagia memberi dari pada menerima ? pemkot tentu mendukung semua upaya pembangunan rumah Tuhan di kota Ambon.
Sebab kita tahu bahwa Allah memang maha hadir, akan tetapi sejarah alkitab menyatakan kehadirannya secara nyata di baitnya yang kudus. Sebut Syarif Hadler menutup sambutannya
Sementara ketua panitia pembangunan gedung Gereja Bukit Sion Apris Gasperz dalam laporan panitianya menyebutkan” gereja ini sudah termakan usia kurang kebih 45 tahun yang lalu, apalagi di masa sekarang ini minat beribadah warga gereja cukup tinggi.
Lanjutnya” maka gedung gereja ini harus di bangun lagi guna bisa menampung warga gereja bukit sion, bangunan gereja ini akan di dirikan dengan luasan sekitar 200 meter persegi,1 lantai plus balkon yang akan menelan biaya sekitar 2,9 miliar rupiah.
Kemudian perlengkapan gedung kantor juga membutuhkan biaya sekitar 300 juta rupiah, biaya – biaya tersebut akan dibiayai oleh pemerintah kota ambon, usaha jemaat dan usaha dana panitia dan donatur donatur yang akan memberikan bantuan kepada kami panitia sehingga proses ini dapat dilaksanakan dengan target waktu sekitar 8 bulan. Terang Gasperz
Kata Gasperz” Bapak ibu warga jemaat mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya atas perhatian pemerintah kota ambon sehingga misi kota ambon yang harmony, sejahtera dan religius hari ini betul betul di buktikan bagi kami di jemaat sion. Sebutnya
Oleh karena itu hari ini wakil membuktikan kepada kami misi beliau pada saat itu terjadi saat itu, tidak banyak yang kami butuhkan dari panitia untuk merealisasikan proses pembangunan ini agar cepat selesai kita hanya butuhkan dukungan Doa, kita hanya butuhkan tenaga agar kegiatan pembangunan ini dapat terselesaikan dengan baik, itu saja yang panitia yang di sampaikan di hari ini. Tutup Gasperz dengan ucapan “Tabea” (Ona)
