Ambon,beritasumbernews.com
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat Kunker ke Ambon Maluku, di dampingi oleh Kapolda Maluku, Wali Kota Ambon, Pangdam Pattimura, Danlantamal IX, Danlanud Pattimura, serta Kolonel Andrea.
Kepada sejumlah wartawan di Ambon di sela – sela kesibukannya meninjau Vaksi di Lapmer Panglima TNI menyampaikan bahwa” dalam kegiatannya itu di tunjang oleh semua pimpinan tinggi di Maluku. Ucap Panglima
Bahkan Panglima menyampaikan” semua turut bekerja sama dengan baik dalam kegiatannya di Ambon sejak mulai tiba hingga selesai kegiatan kunjungan. Sebut Panglima
Kata Panglima” kita semua berkeinginan mengejar pencapaian Vaksinasi, bahkan kalau bisa lansia dan anak – anak juga termasuk di prioritaskan, karena menurutnya anak – anak itu memungkinkan Varian baru itu mudah menyerang. Jelas Panglima
Panglima mengakui” kita bersyukur di Ambon wabah atau virus itu belum ada, karena juga guru – guru sudah mengarahkan siswa dan siswi untuk ikuti Vaksinasi.
Panglima menyampaikan bahwa” ia telah berjumpa dengan sejumlah siswa, Siswi baik tingkat usia 12 tahun, sampai 17 tahun dan bahkan yang 19 tahun, menurutnya itu bagus jika mengikuti Vaksinasi.
Sementara Lansia, kata Panglima bahwa tidak seperti matematika kalau dalam terminologi mungkin 60 ke atas, tapi yang di proteksi adalah mereka yang sudah homorbid atau penyakit – penyakit, tidak menular seperti diabetes, darah tinggi, lever, ginjal dan seterusnya, bukan saja yang 60 keatas saja namun yang usia 40 and mungkin sudah mulai, oleh karena itu Vaksinasi sudah sepakat atau tepat.
Dalam keterangannya Panglima ia mengatakan juga bahwa” Vaksin boster atau vaksin yang ke 3 meningkatkan antibody.
Selain itu Panglima pun menyinggung masalah tanah, maluku dan maluku utara hampir 50% mengenai masalah tanah yang melibatkan TNI, pasalnya” kami tidak Tau,atau tidak mempunyai wewenang, yang memiliki wewenang adalah Kapolda, Kepala Kejaksaan Negeri.
Tambah Panglima bahwa dua institusi TNI/Polri menggunakan senjata, sehingga dalam melaksanakan wewenang tidak boleh menggunakan senjata dan kekerasan, itu di sampaikan Panglima dari yang paling bawah sampai yang paling atas harus mempunyai pertimbangan dalam menggunakan kekerasan.
Apalagi konteksnya konteks pribadi emosi, maka itu harus proses hukum, menurutnya baik Kapolda, Pangdam, Kapolri kita semua sudah proses Hukum.
Sementara itu terkait masalah di Papua di sampaikan Panglima bahwa” pihaknya sudah mengumumkan untuk mengunakan konsep yang normal, tidak ada lagi satgas yang tugasnya selain tugas – tugas satuan organik, angkatan laut juga tugas pembinaan kemaritiman, angkatan Darat satuan teriturial, angkatan udara yaitu kedirgantaraan dengan komunikasi sosial.
Dan kami sudah buktikan di maluku tidak ada apa – apa tetapi senjata yang kita bisa dapatkan dengan cara – cara normal ternyata cukup dan sangat bagus.
Mengenai benteng victoria banyak titik di seluruh indonesia yang kami betul – betul sangat fleksibel, kami juga yakin bahwa lokasi yang kami tempati atau miliki bisa digunakan untuk kepentingan umum. Sebut Panglima
Panglima menyampaikan bahwa lokasi tersebut akan jauh lebih baik jika hal itu di kelolah oleh Pemkot, Panglima meyakinkan akan jauh lebih baik ke depan, pihaknya akan terus mendukung hal positif guna kemajuan daerah. Tutup Panglima
(Ona)
