Wahai – beritasumbernews.com
Warga masyarakat Seram Utara Timur Seti Wahai gelar aksi Demo ke PLN Kobisonta Selasa kemarin, Kab.Malteng.
Aksi demo ke PLN Kobisonta kemarin oleh Warga Masyarakat Seram Utara Timur Seti Wahai, Kab Malteng itu terkait rasa kesal dan kecewa masyarakat pada pihak PLN, terkait nyala lampu yang tidak normal. Selasa 11/01/2022
Muhamat Yasir Arafat ely Korlap Aksi Demo, pantauan media ini, dalam orasinya menyampaikan” distribusi keadilan bagi seluru warga negara indonesia tidak mesti mengunakan mereka pembeda di segala Aspek kehidupan. Ujar Yasir
Kata dia” hal ini demi mencegah dan melebarnya luas kesejangan dan distriminasi antar warga negara dengan warga yang lain. Tuturnya
Katanya” keadilan bagi seluru rakyat indonesia, dalam konteks perang negara membangun infrastruktur umumnya dari badan usaha milik negara ( BUMN) terkusus perusahan listrik negara (PLN) untuk masyarakat mestinya dilakukan secara adil dan merata. Paparnya
Lanjutnya” bukan berlaku surut antara masyarakat satu dengan yang lain.
PLN seram utara wahai dengan berbagai alasan atas batasan waktu pelayanan yang sungguh ironis dibandingkan dengan PLN di wilaya lainnya yang dapat beroperasi selama 1x 24 jam. Pungkasnya
Pasalnya” semisal PLN di wilayah tentangga kita kecamatan seram utara timur kobi dan kecamatan seram utara timur seti dan lain lain.
Yang dimana PLN mereka dapat beroperasi 1×24 jam, sementara PLN seram utara wahai menggunakan batas waktu, fakta ketidakadilan dan kesejangan ini tentu patut dipertayakan oleh kami warga masyarakat kepada pihak PLN pusat, PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara, PLN ranting kobisonta dan PLN seram utara wahai. Ujarnya
Kata dia lagi” Sebab kami selaku masyarakat yang mendapatkan keterbatasan pelayanan listrik, melihat hal ini adalah sebuah fakta atas praktek ketidak adilan dan distriminasi yang nyata – nyata dilakukan oleh negara terhadap kami selaku warga negara yang juga berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan sama dengan warga negara yang lain dalam menikmati pelayanan listrik selama 1×24 jam.
Tuntutan masyarakat seram utara wahai atau pernyataan sikap, meminta kepastian waktu terkait listrik diseram utara wahai, Masyarakat juga meminta copot kepala PLN ranting Kobisonta yang terindikasi lemah dalam mengupayakan operasi pelayanan listrik 1x 24 jam.
Meminta transparan pihak PLN Kobisonta terkait PLN wahai 1x 24 jam, kemudian meminta transparan pihak PLN Kobisonta dalam upaya mewujudkan penerangan lampu PLN wahai 1x 24 jam.
Dalam tatap muka dengan pihak Kepala PLN Kobisonta di ruang kerjanya, warga Desa Air Besar Yulen Manusama menyampaikan” pihaknya sudah sampaikan hal tersebut pada pihak PLN sebanyak kurang lebih dua kali. Ucap Manusama
Katanya” namun hingga saat ini tidak ada respon baik dari pihak PLN Kobisonta, bahkan pihaknya dua kali demo, namun hal tersebut tidak juga di respon oleh pihak PLN.
Sedangkan pihak PLN Kobisonta Bayu kepada warga saat tatap muka itu menjelaskan bahwa” hal tersebut pihaknya sudah menyampaikan kepada pimpinannya di Masohi, sementara terkait penerangan 1×24 jam bukan wewenangnya di Kobisonta. Tutur Bayu
Bayu juga menambahkan bahwa” besar daya yang di miliki ULP PLN Kobisonta hanya 580 KW, sedangkan beban puncak penerangan di Wahai memerlukan daya 578 KW, hal ini kritis bagi kami.
Kata Bayu” Kami punya lima mesin yang melayani kecamatan seram utara timur kobi dan kecamtan seram utara timur seti, kalau ditambahkan dengan kecamatan seram utara wahai nanti akan mengalami kondisi kritis. Tutup Bayu (Adry)
