Haruku,beritasumbernews.com
Kapolsek Pulau Haruku Iptu. Julkisno Kaisupy terjun lansung mengevakuasi penemuan korban hilang Hajiguru Sangadji saat melaut di Perairan Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah.
Korban ditemukan dalam keadaan terungkup di tepi pantai Hitatotui, Rabu (23/2/2022) sekitar pukul 07.00 Wit.
“Korban tenggelam pada Minggu kemarin dan sudah ditemukan oleh warga pagi tadi, setelah mendapatkan informasi, tim gabungan dari Polsek Pulau Haruku Koramil Pulau Haruku, Dit Samapta Polda Maluku dan masyarakat Negeri Rohomoni kemudian langsung dievakuasi ke Negeri Rohomoni,”
korban pertama kali ditemukan oleh Muhammad Sangadji yang hendak menuju pesisir pantai Hitatotui untuk mencari korban yang juga merupakan kakak kandung korban sendiri sekitar pukul 07.00 Wit.
Pada pukul 07.15 Wit saat Muhammad tiba di pesisir pantai Hitatotui Muhammad melihat ada sesosok mayat yang terdampar di pesisir pantai, pada saat mendekat ternyata mayat tersebut adalah saudara laki-laki yang hilang pada saat melaksanakan mancing
Setelah melihat, saksi langsung menghubungi keluarganya untuk di beritahukan bahwa korban sudah ditemukan agar dilaporkan ke Pemerintah Negeri dan Polsek Pulau Haruku untuk segera dilakukan evakuasi.
“Pukul 09.00 Kapolsek Pulau Haruku beserta anggota tiba dilokasi TKP dengan membawa 1 buah kantong jenazah dan langsung melakukan evakuasi korban ke Negeri Rohomoni dan jenazah korban diserahkan oleh pihak Polsek Pulau Haruku kepada pihak keluarga untuk di makamkan dan pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah,” ucapnya.
Kemudian pada pukul 12.00 Wit Proses Ritual pemakaman korban di tempat pemakaman Negeri Rohomoni dan selesai pada pukul 12.30 wit, situasi dalam keadaan aman dan terkendali.
Yang ikut dalam proses evakuasi dilakukan Kapolsek Pulau haruku Iptu. Julkisno Kaisupy, Raja Pemerintahan Negeri Rohomoni Daud Sangadji, Staf Negeri Rohomoni, Babinsa Rohomoni, Babinsa kabauw, Babinsa Haruku, Personil Polsek Haruku, Personil Dit Samapta Polda Maluku serta masyarakat Negeri Rohomoni sekitar 200 orang. (Red)
