Kaibar,beritasumbernews.com
AMGPM Se-Kecamatan Kairatu Barat menggelar kegiatan Kompercab yang mana merupakan suatu momen legislatif yang merupakan ajang untuk menentukan program setahun kedepan untuk kemajuan cabang Kompercab AMGPM Se-Kecamatan Kairatu Barat kususnya Cabang Imanuel.

Pantauan media ini pada pembukaan kegiatan dalam sambutannya Ketua umum AMGPM Kairatu Raya Demianus Salawaney mengatakan” Moment kompercab merupakan suatu momen legislatif yang merupakan ajang untuk menentukan program setahun kedepan untuk kemajuan cabang kompercab bukan hanya sekedar siklus organisasi yang wajib dilakukan setiap 3 tahun sekali.

Kata Salawaney” namun kompercab harus dimaknai sebagai aktualisasi penyertaan Tuhan dalam seluruh dinamika pelayanan dicabang imanuel, tetapi juga sebagai sarana pertumbuhan iman dan mengasah daya pikir yang kritis sebagi kader-kader angkatan muda gereja protestan Maluku. Jelasnya

Lanjut Salawaney” dalam menentukan kompercab ini Juga akan digunakan sebagai momentum untuk Menentukan tongkat estafet kepemimpinan cabang imanuel kedepan lewat pemilihan kepengurusan yang baru.

Pasalnya” apa yang telah dilakukan oleh pengurus periode yang lalu kami mengucapkan terimakasih dan semoga saudara saudari akan selalu diberkati sebagai kader-kader potensial yang akan melanjutkan tongkat estafet pelayanan cabang Imanuel kedepan.

Menurutnya” diharapkan untuk belajar dari apa yang telah dilalui oleh pengurus periode yang lama untuk menjadi tolak ukur dan panduan untuk melangkah ke arah yang lebih baik.

Tantangan zaman kedepan akan semakin rumit di hadapi karena itu, butu kader-kader yang siap berjuang dan terus maju dan berkembang dalam tantangan untuk menciptakan pelayanan dan misi menjadi garda teduh. Ucapnya

Kompercab bukan hanya dianggap sebagai rutinitas tahunan untuk bertaruh argument semata, namun jauh diatas itu, kompercab kecabang imanuel adalah bagian dari aktulisasi iman.

Medan gumul dengan berbagai persoalan Pemuda baik dalam konteks bergereja, masyarakat, berbangsa dan bernegara Angkatan Muda GPM sebagai organisasi kader yang berciri gerejawi dilatih untuk peka terhadap isu-isu kekinian dilatih untuk mengaktifkan
imajinasi kritis dalam menyelesaikan berbagai isu-isu dan masalah dengan cara dan konsep melayani. Ungkap Salwaney

Tambahnya” Angkatan muda harus jeli mencari solusi untuk masalah yang dihadapi dalam ruang lingkup cabang maupun dalam Jemaat-jemaat yang ada, sehingga mampu menghasilkan program-program yang bersinergi dengan pengembangan pelayanan dalam jemaat.

Realita kehidupan saat ini tentu tidaklah mudah, kita di hadapi dan terus dihantui dengan keberadaan wabah covid 19 yang tak kunjung berakhir perkembangan Covid 19 kini telah bermutasi menjadi varian terbaru yakni omicorn yang semakin hari semakin meluas.

Masih Salawaney” melalui moment ini kami menghimbau untuk jangan menganggap sepele masalah ini, namun teruslah mematuhi protokol kesehatan dengan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah dan menggunakan pola hidup bersih menjaga jarak dan selalu memakai masker. Imbaunya

Realita kehidupan belakangan ini bukan hanya menyangkut Covid 19 namun isu-isu lain mengenai konflik antar kampung semakin marak terjadi kami mengingatkan kepada kita sebagai kaum muda untuk selalu menjaga kedamaian sebagai wujud aktulisasi gereja yang cinta damai.

Karena kekerasan bukanlah solusi untuk menyelesaikan masala namun dengan kerendahan hati dan kesabaran maka semua kekerasan akan dapat dihindari. Tutur Salawaney

Perkembangan kekinin harus seJalan dengan program dari gereja protestan maluku yang kini mengajarkan untuk dapat melakukan penyesuaian dengan perkembangan ilmu dan teknologi sebagai orang muda, maka cabang Imanuel harus mampu memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi pelayanan dan juga sebagai saran untuk dapat membantu kehidupan ekonomi sehari-hari akhir-akhir ini kita sudah melihat contoh nyata kesuksesan

Dengan memanfatkan pengetahuan dan teknologi, terlebih khusus,teknogi dunia digitalisasi dan informast, dunia maya menawarkan berbagai tawaran yang menggiurkan untuk mendapatkan keuntungan secara finansial, hanya tergantung dari kita untuk menciptkan hal-hal positif dengan pemanfaatan teknologi yang ada. Ujar Salawaney

Program-program yang akan diputuskan nanti, bukan hanya tanggung Jawab, dari
pengurus cabang untuk melaksanakannya, namun merupakan tanggung jawab pelayanan dari semua ranting-ranting yang ada untuk merealisasikannya Apalagi cabang imanuel merupakan gabungan dan ranting-ranting dari beberapa jemaat yaitu jemaat, kamal, nuruwe, sarilihawane, waihatu.

Tentu tidaklah muda untuk menjaga sinergitas pelayanan, namun dengan keyakinan sungguh sebagai onang-orang muda dengan semangat orang basudara maka cabang imanuel akan terus bermisi sebagi aktualisasi garam dan terang di tengah negeri dan hemat yang ada.

Kami menyampaikan terimakasih kepada ranting efrata jemat GPM efrata sebagai tuan rumah kompercab cabang Imanuel saat ini terus bermisi untuk melayani sebagai orang-orang muda yang mampu menggarami dan menerangi maka itu semua akan diperhitungkan Tuhan menjadi berkat untuk pribadi dan keluarga
orang muda yang aman. Pungkasnya

Harapannya” persidangan ini dapat berjalan dengan lancar dari awal hingga Akhirnya dengan segala baik selama bersidang Tuhan Yesus memberkati semua yang hadir.

Kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Demianus Salawaney selaku Ketua Umum AMGPM Kairatu Raya. (Yan.L)