Sofifi,beritasumbernews.com,Tepatnya di Dusun Loleo Desa Aketobololo,Kec. Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan, terjadi aksi saling serang antara warga Loleo dan warga Organda Sofifi Kota Tidore Kepulauan.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14 : 30 Wit, Aksi saling serang dengan menggunakan batu antara Masyarakat Loleo Oba Tengah dengan Organda Sofifi dipicu oleh para Supir dari Organda Sofifi melakukan kegiatan sweeping terhadap Penumpang Kendaraan (Mobil) dari Kabupaten Halmahera Tengah.

Dari kronologis yang di sampaikan oleh sumber dari lokasi kejadian Robi mengatakan bahwa” Ada seorang penumpang yang hendak turun di Pelabuhan Loleo bertujuan untuk pergi ke Tidore akan tetapi penumpang tesebut dicegah oleh seorang Supir dari Organda Sofifi dan mengatakan jika seluruh kendaraan umum agar menurunkan penumpang di terminal Sofifi dan pelabuhan loleo akan segera ditutup. Pungkas sumber

Mendengar pernyataan tersebut, masyarakat dusun Loleo yang berada di sekitaran pelabuhan Speed boat Loleo Oba Tengah tidak terima dan marah kemudian terjadi keributan. Ungkap sumber

Tidak berselang lama terjadi aksi saling serang melempar dengan menggunakan batu antara masyarakat dusun Loleo dengan para Supir Organda Sofifi dan sebagian masyarakat yang lain melakukan aksi pukul tiang listrik sebagai pemberitahuan kepada masyarakat yang lain untuk membantu masyarakat yang sedang terlibat aksi lempar batu.

Di kutip dari Viralnya Vidio bentrok tersebut, Akibat dari kejadian tersebut 1 unit kendaraan jenis Avansa Veloz nopol DG 1052 UL (plat kuning) mengalami kerusakan pada kaca bagian belakang terkena lemparan batu.

Masyarakat dusun Loleo Kecamatan Oba Tengah terus mencoba maju dan mendesak Organda Sofifi untuk keluar dari dusun Loleo Desa Aketobololo.

Aksi saling serang antara masyarakat dusun Loleo dengan Supir Organda Sofifi dapat dilerai oleh aparat keamanan (anggota Polsek Oba utara dan koramil 1505-05/Sofifi).

Untuk saat ini masyarakat dusun loleo stanbay di perbatasan dusun Loleo dan dusun Roy Desa Aketobololo sedangkan Organda Sofifi Stanbay di dusun Roy Desa Aketobololo untuk saling jaga.

Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Senin, SE turun ke Lokasi kejadian di Loleo Desa Aketobololo Kecamatan Oba Tengah dan langsung melakukan tatap muka dan hearing bersama Masyarakat Loleo dan Organda Sofifi.

Dalam tatap muka dan hearing Wakil Walikota Tidore Kepulauan di dampingi oleh Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak, SE, Kasat Intelkam Polres Tidore, Iptu. Abdul Kadir Tomaidi, Kapolsek Oba Utara dan Koramil serta personil Sek Oba Utara.

Wakil Walikota Tidore Kepulauan dalam tatap muka dan hearing bersama Masyarakat Loleo menyampaikan” persoalan ini saya selaku Wakil walikota Tidore Kepulauan tidak memihak dari kalangan sofifi maupun dari loleo sehingga agar setelah kejadian insiden ini agar semua tahan diri dan pikiran dingin karena di balik permaslahan ini ada dalang / otak yang suka memperkeruh situasi saat ini. Ucap Wakil Wali Kota

Kata Wakil Wali Kota” saya pribadi menyampaiakn kepada pihak keamanan dari TNI maupun Polri agar setelah insiden ini tidak ada lagi pemalangan jalan sehingga ketika terjadi hal yang sama (Pemalangan jalan) agar menangkap dan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Wakil Walikota Tidore Kepulauan dalam tatap muka dan hearing bersama warga Sofifi yang tergabung dengan Organda DPU Sofifi dan organda speed Boad Sofifi menyampaikan bahwa”
Kejadian dan permaslahan ini sumbernya dari Organda Weda sehingga permasalahan ini kita tanggapi dengan pikiran dingin sehingga bisa mengambil langkah – langkah yang tidak merugikan dari pihak Sofifi maupun Pihak Loleo karena kita masih dalam wilayah Kota Tidore Kepulauan dan saya menyampaikan bahwa besok kami dari pemerintah agar melakukan rapat kordinasi.

Sehingga kata Wakil Wali Kota” saya mengambil kebijakan dan menyampaikan persolan ini kepada Pemerintah Provinsi bahwa kami akan mengambil alih persoalan ini walapun dari pihak Pemerrintah Provinsi Maluku Utara menolak karena terjadi insiden ini masuk dalam wilayah hukum Kota Tidore Kepulauan.

Kedua belah pihak Organda Sofifi dan Masyarakat Loleo Desa Aketobololo telah membubarkan diri masing – masing dan Situasi sampai saat ini Kondusif.

Aksi saling serang antara Masyarakat Loleo dengan Organda Sofifi Kota Tidore Kepulauan terjadi karena Masyarakat Loleo kesal/jengkel dan marah dengan Perkataan para Supir Organda Sofifi yang mana seluruh kendaraan umum agar menurunkan penumpang di terminal Sofifi dan pelabuhan loleo akan segera ditutup.

Terkait dengan Insiden Saling serang dengan melempar batu antara Masyarakat Loleo Kecamatan Oba Tengah dengan Organda Sofifi di dusun Loleo Desa Aketobololo, bilamana tidak diselesaikan dengan bijak oleh Pemerintah Daerah maka dimungkinkan akan adanya saling jaga antara Masyarakat Loleo dan Masyarakat Sofifi.

Polres Tidore Kepulauan supaya membuat Pos Sementara di Perbatasan Loleo Desa Aketobololo Kecamatan Oba Tengah guna mencegah timbulnya gesekan/perkelahian antar kampung Pasca kejadian tersebut.

Polsek Oba Utara untuk tetap monitor dan melakukan Patroli dialogis guna mencegah timbulnya Guantibmas.

Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan supaya cepat mengambil langkah kongkrit dengan berkoordinasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara guna menyelesaikan masalah tersebut agar mencegah timbulnya konflik yang meluas di Masyarakat. (Endy)