Halut,beritasumbernews.com
Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Oprasi Kepolisian Terpusat ” Ketupat Kie Raha – 2022 (KTK KR), yang di laksanakan di lapangan Apel Polres Halut jelang perayaan Idul Fitri 1443 H.

Humas Polres Halut Ipda. Hopni Saribu kepada Redaksi mengatakan bahwa” Kegiatan tersebut berlansung tepatnya pukul 09 : 00 Wit, dengan mengusung tema” Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022- Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1443 H. Jumat 22/04/2022

Hadir dalam giat apel tersebut yakni” Mewakili Bupati Halut Asisten III Bupati Halut Judihard Noya, Kapolres Halut AKBP Tri Okta Hendri Yanto SIK MH, Mewakili Dandim 1508 Tobelo Kapten Muh Ali, Danki Yon A Pelopor Sat Brimobda Malut Akp Marhus Munir SH, Dan Sub Denpom XVI-/1 Tobelo Letda Cpm Habibie Phonon S.sos,
Para Kabag dan Kasat Polres Halut.

Dalam arahannya Mewakili Bupati Halut Asisten III Bupati Halut Judihard Noya mengatakan” Marilah kita mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk dapat melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi “Ketupat-2022”

Hal ini diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri dengan tema “Apel Gelar Pasukan Operasi “Ketupat. 2022”, wujud sinergi Polri dengan Instansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat dalam perayaan Idul Fitri 1443 H/2022″.

Lanjut Noya” Perayaan hari raya Idul Fitri sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersilaturahmi dengan keluarga serta sahabat.

Kata Noya” Pemerintah telah menetapkan libur nasional hari raya Idul Fitri 1443/tahun 2022 pada tanggal 2 dan 3 Mei 2022 dan juga menetapkan cuti bersama Idul Fitri pada tanggal 29 April dan tanggal 4 sampai dengan 6 Mei 2022. Terangnya

Berbeda dengan idul fitri tahun lalu, pada tahun ini pemerintah memberikan rawan terhadap terjadinya transmisi Covid-19 menjelang, pada saat dan pasca perayaan Idul Fitri 1443 H/tahun 2022 sehingga diperlukan langkah-langkah sinergis dengan seluruh stakeholder terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian Idul Fitri 1443 H/tahun 2022.

Menurutnya” Kita harus menyiapkan masyarakat agar aman dari penularan Covid-19 dengan terus menggelar kegiatan vaksinasi untuk mengejar Target pada 30 April 2022 khususnya wilayah Jawa dan Bali mencapai 100% untuk dosis 2, Booster 30% dan Lansia 70% disertai dengan berbagai upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya pandemi Covid-19.

Polri dengan dukungan dari TNI, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan Operasi “Ketupat-2022″ yang
dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 28 April 2022 s.d. 9 Mei 2022.

Fokus pengamanan adalah 101.700 obyek di seluruh Indonesia baik masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara.

Dalam pelaksanaannya, operasi ini akan melibatkan 144.392 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 87.880 personel Polri, 13.287 personel TNI, serta 43.225 personel yang berasal dari instansi terkait antara lain Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya. Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada
1.710 Pos Pengamanan dan 734 Pos Pelayanan serta 258 Pos Terpadu.

Selain itu, pada dua minggu sebelum pelaksanaan operasi yaitu pada tanggal 14 s.d. 27 April 2022, Polri juga telah melaksanakan kegiatan Rutin Yang
Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi jelang operasi Ketupat dengan sasaran distribusi sembako, penyakit masyarakat, miras, judi, prostitusi, narkoba, petasan, balon udara yang mengganggu penerbangan dan lain-lain serta tetap menggelar Operasi “Aman Nusa Il-Penanganan Covid-19″ khusus di wilayah polda Se-Jawa dan Bali. KRYD.

Kata Kapolres” akan dilanjutkan kembali pasca operasi Ketupat-2022 yaitu pada tanggal 10 s.d. 17 Mei2022 untuk mengantisipasi arus balik yang mungkin masih terjadi serta penanganan Covid-19.

Berbagai permasalahan menjelang, pada saat danpasca Idul Fitri 1443 H /tahun 2022 harus diantisipasi, kita harus bergandengan tangan bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait agar umat muslim dapat menjalankan ibadah ramadan dengan khusuk dan puncaknya pada perayaan Idul Fitri serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat. Tutur Noya

Pelaksanaan pengamanan Idul Fitri ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah, melalui Kemendagri Nomor 22 Tahun 2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang diberlakukan dari tanggal 19 April sampai dengan tanggal 9 Mei 2022 serta surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 16 Tahun 2022 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemic Covid-19, yang berlaku efektif mulai tanggal 2 April 2022.

Dalam kebijakan pemerintah tersebut telah diatur secara khusus ketentuan pelaksanaan kegiatan masyarakat dan perjalanan pada masa pandemi sesuai level asesmen di masing-masing wilayah.

Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan olehpemerintah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga harus kita sikapi dengan tetap menjaga agar penyebaran Covid-19 tidak mengalami peningkatan Strategi penguatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 menjelang, pada saat dan sesudah Idul Fitri 1443 H/tahun 2022 harus dapat dilaksanakan dengan baik dengan melakukan langkah-langkah. Pungkasnya

Yang di harapkan dalam kegiatan itu nantinya yakni berikan himbauan berupa” Melakukan himbauan dan mengawasi kedisiplinan
masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan 3M.

Mendorong pengelola tempat wisata untuk memastikan aplikasi Peduli Lindungi terpasang dan
harus benar-benar digunakan, jika terdapat pengunjung yang belum divaksin langsung diarahkan ke gerai- gerai vaksin terdekat.

Jika terdapat pengunjung yang masuk kategori hitam, siapkan ruang isolasi sementara sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Melaksanakan penjagaan dan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah Idul Fitri di masjid- masjid maupun di lapangan.

Mengawasi terpenuhinya persyaratan perjalanan mudik pada berbagai moda transportasi agar masyarakat pengguna moda transparas terindangdari bahasa penularan Covic-19.

Melakukan testing 12 ong, dan izaiment ereden kasus yang terkontimasi Conc-19 bersara Sacas Covic-19.

Melaksanakan random check swab antigen kepada para pelaku perjalanan dan siapkan pelayanan vaksinasi serta isolasi sementara di Posyan

Melakukan percepatan program vaksinasi terutama pada Kabupaten, Kota yang belum mencapai target.

Melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, mulai dari contrañow, buka tutup gate tol, one way ganji genap pada jalan tol maupun ruas jalan tertentu saat arus mudik balik maupun jalan-jalan menuju tempat wisata dan sosialisasi melalui media secara masit sehingga masyarakat dapat mengatur rencana perjalanannya.

Jika langkah-langkah tersebut dapat dilakukan dengan baik, saya yakin arus mudik maupun balik dapat berjalan lancar dan la frontera Cond 1966 terkendali, oleh karena itu sinergitas antar pemangku kepentingan harus solid. Tutup Noya (Endy)