
Ambon,beritasumbernews.com,Sekda Provinsi Maluku Sadli Le Mengatakan Pemerintah provinsi mendukung proses penyelesaian Konflik Kariu dan Pelau (ORI) dengan tetap merujuk pada mekanisme normatif yang diatur dalam undang-undang.
Merespon penyelesaian konflim Kariu dan Pelau (ORi) ini,ada langkah-langkah strategis yang akan kami lakukan, berdasarkan usulan yang disampaikan oleh para anggota dewan DPRD komisi I dan kita melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Kata Sadli kesimpulan nanti ada rapat gabungan,” rapat gabungan antara pemerintah provinsi DPRD provinsi, pemerintah kabupaten Maluku tengah, dan para stakeholder lainnya untuk kita mencari langkah-langkah strategi yang tepat dalam rangka penyelesaian konflik agar Masyarakat kariu tidak berlama-lama di daerah pengunsian,
Apa lagi tadi, kata ketua komisi I Amir Rumra katakan di dalam satu keluarga itu ada 7 KK bagaimana kalau kita membayangkan kondisi itu terpulang kepada kita yang mengalami semua ini.
Lanjud sadli di sana saudara kita semua mari kita bergandengan tangan menyatukan persepsi yang sama dalam rangka menyelesaikan konflik Kariu dan Pelau (ORI).
masukan dari pimpinan pemerintah daerah akan kita berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Maluku tengah untuk secepatnya melakukan langkah-langkah percepatan dalam penanganan pemulangan Kariu ke Tempatnya,
Sekda menerangkan kemarin itu, kita telah mempersiapkan 10 ton beras untuk pengungsi Kariu,” yang akan diantar sendiri oleh pak Gubernur Murad Ismail,”dan kita punya Armada sudah menuju ke Pulau Haruku namun tiba-tiba ada terjadi konflik lagi,antara Aboru dan Hulaliu,
Lanjud Sekda ,memang kita lakukan langka koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera membuat tim .karena itu arahan dari pada aturan undang-undang untuk kita bekerja .Dan kita tidak bisa tinggal diam,namun mari kita bersatu.
Dikatakan Sekda terkait itu ,nanti ada rapat gabungan antara Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku, Pemda Malteng ,DPRD Maluku Tengah ,Kapolda Maluku Pangdam dan para Stackhorde lainnya untuk kita mencari langka strategis yang tepat dalam rangka penyelesaian konflik Kariu agar tidak lama di daerah pengungsian. (Chey)
