Daru,beritasumbernews.com
Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery di dampingi oleh Kepala Dinas Pemdes Halut Drs. Wenas Rompis, Kadis Kesehatan Nus Kaya, Asisten 3 Yudiharth Noya, Kaban BKD Oni Hendrik, Kabag Umum Berto Mene, Kasatpol Muh. Kacoa, melaksanakan kegiatan pengresmian gedung Gereja Jemaat Irena Daru.

Selain itu hadir pula Camat Kao Utara Yoris Maningello,S.IP, Kepala Desa Daru Leo Nanere, Ketua Sinode GMIH Pembaruan Pdt.Anselmus Puasa, Danpos Satgas Satuan organik Yon Arhanud 3 /YBY Kodam 3 Siliwangi Sertu Apri Rubianto, Danramil 1508-03/Kao diwakili oleh Serka Manuel Mali, Kapolsek Kao diwakili oleh Bripka F Bulanggo, dengan Jemaat yang hadir kurang lebih 300 orang.

Peresmian Gedung Gereja Jemaat Irene Daru ini dalam susunan acara yang telah di atur, acara berawal dari ibadah singkat pada Gedung Gereja yakni sebuah gudang kopra di pinggiran jalan.

Usai Ibadah singkat acara berlanjut dengan iring – iringan Bupati bersama OPD Dinas Badan Pemda Halut, Para Pendeta Jemaat, unsur Sinode, serta seluruh umat menuju gedung Gereja Baru.

Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery bersama rombongan di sambut dengan pengalungan bunga, kemudian sugukan Tarian Cakalele mengiring Bupati dan rombongan menuju lokasi pengresmian.

Secara resmi Bupati Halut meresmikan gedung Gereja baru Jemaat Irene Daru dengan mengguntingkan pita, serta secara bersama di tandai dengan menindih tombos serine dan pelepasan sejumlah burung merpati sebagai tanda gedung Gereja Jemaat Irene Daru di resmikan dan layak di gunakan.

Acara berlanjut dengan penyerahan kunci pintu Gereja dan di lanjutkan dengan ibadah pada Gedung Gereja yang telah di resmikan oleh Bupati Halut Ir. Frans Manery.

Usai Ibadah berlanjut pada acara serimonial, yang di awali dengan pembacaan laporan Ketua Panitia pembangunan yang di bacakan secara lansung oleh Ketua Panitia pembangunan Andreas Uiyanto.

Berlanjut dengan sambutan Ketua Badan Pertimbangan Sinode (MPS GMIH) dengan mendasari sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih serta mengartikan arti sebuah nama dari nama “Irene” yang artinya Damai dan Sejahtera.

Katanya” damai dan sejahtera ini mengantar gerbang baru di Irene merupakan gerbang baru yang bisa melupakan kehidupan yang lama.

Selain itu ia juga menyampaikan Ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan jemaat serta para pendeta dan semua komponen yang sudah berusaha dan bekerja sama dengan baik sehingga bisa menyelesaikan pembangunan gedung Gereja Irine dengan baik. Pungkasnya

Selain itu Bupati Halut juga dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa” kalau tidak damai sejahtera untuk apa kumpul bersama, oleh sebab itu tinggalkanlah segala kehidupan lama yang membawa perpecahan, dan marilah tunjukan rasa kebersamaan guna menggapai sebuah harapan masa depan gereja dan umat dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Kata Bupati” Jangan menapsir dan jangan memprediksi yang belum berpikir, sehingga dari sudut pandang itu sangatlah berbeda.

Kerinduan pihaknya adalah sebagai pemerintah daerah situasi gereja haruslah ada dalam kedamaian, sehingga semoga bukan saja gerejanya saja yang bagus namun jemaatnya juga harus lebih bagus dalam kehidupan berjemaat. Tutup Bupati (Endy)