Cilacap,beritasumbernews.com,Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke – 115 dari PJO Mabesad mengapresiasi pelaksanaan kegatan TMMD Reguler di Desa Bulaksari Kecamatan Bantarsari. Hal itu disampaikan Kolonel Inf Wawan Setiawan, saat meninjau lokasi TMMD, Rabu (26/10).
“Saya menilai sangat baik, bagus sekali. Karena mulai dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan sudah terkoordinasi dengan baik. Antusias masyarakat juga sangat baik”, kata Kolonel Inf Wawan Setiawan.
Selain itu, Tim Wasev juga menilai sinergitas antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat baik. Dengan demikian, diharapkan sasaran program TMMD Reguler baik fisik maupun non fisik dapat dioptimalkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan khususnya fisik pada TMMD kali ini memiliki tantangan tesendiri.
Keterbatasan waktu serta cuaca yang cenderung kurang bersahabat harus diantisipasi sedemikian rupa agar seluruh sasaran kegiatan dapat selesai tepat pada waktunya.
Satgas TMMD bersama segenap masyarakat telah memulai pekerjaan sejak tahapan pra-TMMD. “Untuk mengantisipasi cuaca ini dilaksanakan Pra-TMMD jauh jauh hari sebelum pelaksanaan TMMD. Ini antisipasi yang sangat baik, dalam rangka menyiapkan kegiatan. Karena TMMD sifatnya operasi dan dibatasi waktu, sehingga target harus selesai pada waktunya”, tambahnya.
Untuk diketahui, TMMD Reguler ke – 115 Desa Bulaksari Bantarsari akan dilaksanakan hingga 9 November 2022. Karena telah dioptimalkan sejak Pra TMMD, kegiatan fisik telah mencapai 90 persen pada hari ke – 15. Tim Wasev yakin, seluruh kegiatan akan selesai pada waktunya.
“Artinya tinggal 10 persen lagi. Dalam beberapa hari lagi saya yakin dapat dilaksanakan sesuai target yang ditentukan”, tegasnya.
Untuk diketahui, kegiatan TMMD Reguler terbagi dalam sasaran fisik dan non fisik. Sasaran kegiatan fisik meliputi pembuatan talud dengan volume panjang 1.456 m masing masing pada kedua sisi jalan (2.912 m). Kemudian perkerasan jalan, volume : panjang 1.456 m x lebar 3 m. Pembuatan gorong-gorong 3 unit, dan pembuatan MCK 2 unit.
Sedangkan sasaran pendukung yakni rehab RTLH sebanyak 6 unit. Masing-masing 3 unit dari APBD Provinsi, dan 3 unit dari CSR BAZNAS. Untuk sasaran non fisik yakni penyuluhan belanegara/wasbang, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan ketahanan keluarga anti narkoba, dan sosialisasi cegah stunting, pelayanan pengobatan gratis dan vaksinasi Covid-19. (Tim/Red)
