Ambon,beritasumbernews.com,Hasil ujian kenaikan tingkat sabut Taekwondo Maluku yang konon hingga saat ini sejumlah Atlet Taekwondo di Maluku belum menerima sertifikat kenaikan tingkat sabuk.

Hal ini di utarakan salah satu pelatih Taekwondo Maluku yang sudah cukup senior dalam organisasi Taekwondo Maluku Edi Batwael kepada sejumlah awak media di Ambon kemarin. Rabu 23/11/2022

Edi yang di datangi awak media menjelaskan bahwa” UJian kenaikan tingkat sabuk (UKT) sampai saat ini tidak ada kejelasan sertifikatnya seperti apa dan kapan.

Menurutnya” ternyata setelah di kroscek ke PBTI UKT Taekwondo Maluku baru – baru ini hingga saat ini belum terdaftar atau belum masuk di PBTI, padahal sudah selesai UKT begitu lama.

Pihaknya berharap hal tersebut harus segera di tindak lanjuti oleh pihak Pengprov Taekwondo Maluku, karena kata Edi, sebagai orang Maluku tidak mau di bodohi dengan hal – hal sepeleh atau 1/2 rupiah.

Kata Edi” kami ini atlet Taekwondo di Kota Ambon dan juga sebagai pelatih di Kota Ambon, sehingga merasa di bodohi oleh orang lain yang dari luar Ambon.

Menurut Edi” persyaratan bagi atlet Taekwondo Maluku yang akan mengikuti Popmal yakni” persyaratannya ialah : memiliki tahun lahir yang terhitung mulai 1996 hingga 2005.

Ternyata Edi mengungkap ada manipulasi dalam persyaratan atlet Taekwondo mengikuti Popmal, bahwa ternyata ada Atlet yang tahun kelahirannya lewat dari tahun 2005, hal ini sudah di ketahui olehnya. Ungkap Edi

Sementara Edi menambahkan terkait masalah kepemimpinan ketua harian TI Maluku yang di nahkodai Yohanis Suarlembit yang biasa di sapa dengan sapaan Pa Jo, Edi berpendapat sangatlah tidak sesuai, karena Pa Jo berada di luar Ambon.

Kata Edi” sebagai ketua harian mestinya berada di Ambon, bukan di luar Ambon, bagaimana mau menjalankan roda organisasi olah raga kususnya TI Maluku.

Edi juga menilai bahwa organisasi TI Maluku bukanlah organisasi pribadi yang sesuka hati seakan – akan organisasi TI Maluku adalah milik pribadinya.

Edi mengatakan” semua atlet Taekwondo Maluku adalah anak – anak dari Pa Jo, karena sebagai orang nomor 1 di TI Maluku yakni” ketua harian, sehingga semua atlet di Maluku adalah milik Pa Jo. Ujar Edi

Tambah Edi” menjadi orang tua yang bijak mestinya menerima semua pendapat para pelatih yang ada di Maluku, terkusus pada perekrutan atlet, jangan seenaknya memilih atlet sesuka hati, seakan – akan hanyalah atlet yang di anggap sebagai anak mas-nya. Kesal Edi

Edi berharap sebagai pelatih senior TI Maluku, agar pengprov TI Maluku harus kembali mengevaluasi pengurus TI Maluku ulang agar bisa menetapkan sosok ketua harian yang di nilai Dewasa dalam mengambil kebijakan. (Chey)