Ambon,beritasumbernews.com,Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh A. Setyawibawa, S.E., M.M. yang diwakili Kapoksahli Pangdam XVI/ Pattimura Brigjen TNI Syaepul Mukti Ginanjar menutup Latihan Posko I Korem 151/ Binaiya di Makorem 151/ Binaiya, Kamis (10/11/2022).

Latihan Posko I ini diselenggarakan dalam rangka menguji kinerja serta kemampuan Komandan dan Staf dalam menjalankan teknik, prosedur dan tata kerja yang berlaku untuk melaksanakan kesiapsiagaan dalam menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan hingga penanganan konflik di Maluku.

Tema Latihan Posko I TA 2022 yaitu “Korem 151/Binaiya Melaksanakan Operasi Bantuan Kepada Pemerintah Daerah Di Wilayahnya Dalam Rangka Membantu Mengatasi Konflik Sosial Di Wilayah Sesuai Kerawanan Dan Perkembangan Situasi”.

“Secara umum pelaksanaan Latihan Posko I Korem 151/Binaiya sudah berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Saya berharap materi yang telah diterima selama pelaksanaan Latihan Posko I ini benar-benar dapat meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf Korem 151/Binaiya dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup keterpaduan, kerjasama dan koordinasi dalam pengambilan keputusan,” kata Kapoksahli mengawali sambutan.

Selain itu, Kapoksahli juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara maupun peserta latihan.

“Hal ini membuktikan tingginya rasa tanggung jawab dan komitmen para peserta latihan dalam menyelesaikan tugas dengan optimal. Diharapkan agar materi yang telah diterima dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas-tugas satuan ke depan,” katanya.

Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara, pelatih dan pendukung atas terselenggaranya Latihan Posko I Korem 151/Binaiya dengan baik, tertib dan lancar sesuai rencana.

Adakan evaluasi terhadap pelaksanaan Latihan Posko I ini , guna perbaikan pelaksanaan latihan pada masa mendatang,” tutup Kapoksahli.

Pada puncak kegiatan latihan Gladii Posko I, sebelum latihan ditutup adalah Tactical Floor Game (TFG) merupakan rangkaian kegiatan untuk menguji dan menyempurnakan Rencana Operasi yang telah dibuat dalam suatu penanganan konflik sosial.

Rencana operasi yang diaplikasikan secara terpadu diatas peta dengan melibatkan semua unsur yang terlibat, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait di wilayah Maluku.

TFG ini diharapkan juga dapat memperjelas dan memberikan pemahaman lebih detail tentang tugas dan tanggung jawab tiap tiap unsur yang terlibat, sehingga begitu Rencana Operasi diberlakukan menjadi Perintah operasi maka tahapan kegiatan penanganan konflik sosial dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

Sejumlah pejabat yang turut hadir dalam penutupan Latposko I Korem 151/ Binaiya, pejabat TNI AL, pejabat TNI AU, pejabat Kepolisian, para Dansat dan Kabalak, Forkopimda Provinsi Maluku serta stakeholder terkait. (Rdks)