Ambon,beritasumbernews.com,Maraknya pengamen dan bahkan pengemis serta juga orang gila yang baru saja muncul tiba – tiba di kota Ambon serta beberapa lampu merah di dapati sekelompok anak – anak usia sekolah, menarik perhatian publik.

Hal tersebut menarik perhatian publik termasuk DPRD Kota Ambon dan akhirnya Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon Christianto Laturiuw, dari Fraksi Gerindra angkat bicara.

Christianto Laturiuw yang di temui wartawan di ruang Komisi II sore tadi mengatakan bahwa” terkait dengan dinamika persoalan masyarakat sebetulnya semua pihak harus menganut juga konsep dalam penyelesaian masalah masyarakat.

Kata Laturiuw” hal tersebut dapat di lihat bahwa” jangan sampai terkesan kasuistik yang muncul, baru ada langkah antisipasi untuk mencegahnya, hal ini juga dapat di lihat karena adany persoalan ekonomi masyarakat. Ujar Laturiuw

Menurutnya” secara psikologis bisa berdampak pada sikap dan perilaku warga masyarakat, fenomena seperti hal tersebut jika terjadi di tengah masyarakat maka itu adalah bagian dari tugas pemerintah. Sebut Laturiuw

Di katakannya” sebagai wakil rakyat tidak bicara konteksnya ada kasus baru bisa di selesaikan, sehingga sebagai wakil rakyat secara pribadinya dari Fraksi Gerindra juga bis menyampaikan konteks pikirannya jika ada masalah sosial masyarakat yang sedang bergejolak. Tutur Laturiuw

Lanjutnya” yang paling terpenting adalah bagaimana pihak pemerintah sudah sejauh mana langkah – langkah kongkrit apa yang sudah di lakukan terkait penangana masalah – masalah sosial masyarakat yang di temukan akhir – akhir ini, seperti banyak di temukan baik itu masalah pengamen yang makin kian maraknya, maupun pengemis – pengemis baru yang baru bermunculan.

Bahkan ada lagi masalah orang gila baru yang entah tidak tahu dari mana asal mereka secara tiba – tiba muncul dan makin bertambah, bahkan ada yang menakuti masyarakat, belum lagi di tambah dengan munculnya sekelompok anak – anak usia sekolah yang membanjiri lokasi lampu merah di sekitar dalam kota. Terang Laturiuw

Tambahnya” jangan melihat satu atau dua kejadian lalu belum di pandang karena menganggap itu belum bermasalah, namun intinya adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah harus mempunyai langkah – langkah konstruktif nantinya jika di dapati hal tersebut. Ungkap Laturiuw

Selain itu Laturiuw juga menegaskan bahwa” bagi pihaknya hal yang pling mendasar adalah bereskan terlebih dahulu masalah dan persoalan di masyarakat seperti contoh bagaimana dengan taraf hidup masyarakat kota Ambon yang ternyata masih di dapati cukup banyak.

Lanjutnya juga” masyarakat akan terbentur dengan kondisi reses ekonomi yang akan sangat berpengaruh, menjadi pertanyaannya apakah hal itu sudah di lakukan oleh pemerintah dengan adanya pengembangan UMKM di tengah masyarakat atau belum. Tanya Laturiuw

Katanya” misalkan hal tersebut tidak terjawab dalam APBD kota Ambon maka bagaimana dengan keterlibatan dari BUMD dan BUMN, dengan tanggung jawab sosial mereka, bahkan di tekan oleh Laturiuw, bahwa kota Ambon sudah memiliki perda tentang tanggung jawab sosial itu. Sebut Laturiuw

Pasalnya” pertanyaannya yaitu” seberapa jauh pemerintah kota mewujudkan dari peraturan daerah itu yang bisa di tarapkan di tengah masyarakat, jika ada benturan soal anggaran daerah untuk penanganan sebuah persoalan seperti mungkin ada masalah sosial ataupun masalah ekonomi masyarakat yang belum bisa di selesaikan. Tutur Laturiuw

Laturiuw juga menambahkan” hal tersebut tidak bisa bertumpuk pada APBD saja namun di dalam UU tersebut sudah di jelaskan pada PP 47 tahun 2012, sudah di gariskan tentang kontribusi atau peranan dari persoalan terbatas tersebut.

Pihaknya juga dari Komisi II yang punya mitra dengan Dinas Pendidikan yang mana di ketahui bahwa setiap sekolah bukan saja menekan masalah kurikulum belajar sekarang namun juga harus juga bis tunjukan pada sekolah bahwa pembentukan karakter itu.

Laturiuw juga menjaminkan kepada wartawan bahwa hal tersebut jadi catatan bagi pihak Komisi II sehingga nantinya dalam rapat komisi pihaknya akan membahas dengan pihak instansi terkait, dalam hal ini Dinas. Tutup Laturiuw (Veja)