Ambon,beritasumbernews.com,Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setda maluku, Samuel E Huwae wakili Gubernur Maluku membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Maluku 2024 yang di gagas Bapeda Provinsi Maluku.
Kegiatan yang di laksanakan pada
Swiss Bell Hotel, lantai 2 itu, di mulai pada pukul 09 : 30 Wit, dengan menghadirkan tiga narasumber yakni” Kepala Bapeda, Kepala Statistik dan Ketua DPRD Provinsi Maluku.
Kegiatan Forum konsultasi publik RKPD ProvMal 2024 Tema” pemantapan daya saing daerah melalui peningkatan ekonomi, penguatan SDM dan konektifitas”.
Gubernur Maluku dalam sambutannya yang di bacakan oleh Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setda maluku, Samuel E Huwae mengatakan bahwa” kegiatan forum ini yakni forum yang memiliki berbagai pandangan dari berbagai pemangku kepentingan dalam perencanaan pembangunan tahun 2024 yang merupakan tahun terakhir periode LPCMD tahun terakhir 2019-2024.
Lanjutnya” ekonomi provinsi Maluku terus mengalami pertumbuhan, penduduk miskin kita makin berkurang, kualitas manusia di Maluku juga terus meningkat, semua itu di tandai dengan capaian indikator makro Maluku yang terus membaik.
Semua itu dapat di capat setelah melewati bencana alam gempa bumi 2019, kemudian pandemi Covid-19 serta hingga di tahun ini terdapat krisis global.
Tahun 2022, pertumbuhan ekonomi maluku tumbuh di atas rata – rata nasional sebesar 5,73%, di banding tahun 2021 sebesar 5,33%, tingkat kemiskinan mengalami penurunan dari 16,30% di tahun 2021 menjadi 16, 23%, pada September 2022.
Indeks pembangunan manusia (IPM) Maluku tahun 2022 meningkat 70,22%, meningkat 0,51 point’ di banding capain tahun sebelumnya, capaian yang di peroleh di tahun 2022 ajan di pertahankan dan terus akan di tingkatkan di 2023 dan 2024 nanti.
Gubernur dalam pesannya yang di bacakan mengatakan bahwa” ada beberapa hal yang perlu di perhatikan adalah” perencanaan pembangunan tahun 2024.
Di tempat yang sama, Kepala Bapeda Provinsi Maluku Anton Lailosa usai acara pembukaan yang di tandai dengan pemukulan Tiba, ia mengatakan saat di temui wartawan” saat ini Konsultasi Publik yang menampung semua pendapat – pendapat salah satunya terkait angka kemiskinan di Maluku. Sebut Lailosa

Menurutnya” sejak tahun 2019 hingga saat ini angka kemiskinan turun cukup siknifikan, bahkan mengalami percepatan, sehingga beranjak dari itu nantinya di tahun 2024 akan di rumuskan ada sasaran – sasaran yang di capai untuk angka penurunan kemiskinan tersebut. Sebut Lailosa
Lanjutnya” kemiskinan ini di atasi dengan berbagai hal, yakni” lewat pemberdayaan, kemudian bagaimana beban masyarakat di peringan, lewat bansos – bansos yang terus di salurkan.
Kata Lailosa” bahkan lewat infestasi yang terus di buat bahkan baik dari dana pemerintah maupun non pemerintah, itu di peruntukan pada pusat – pusat produksi atau sentra – sentra produksi seperti kelapa di Maluku tengah, rumput laut di Maluku tenggara, bahkan di berbagai pelabuhan perikanan. Tutur Lailosa
Sementara berbicara masalah SDM, itu ada pada beberapa dinas badan disitu ada tersedia UMKM yang mana semua itu akan lewat pelatihan – pelatihan yang akan di buat oleh dinas badan di Birokrasi. Tutur Lailosa (Veja)
