SBB,beritasumbernews.com,Anggata DPRD Kab. SBB jodis Rumasoal SH, politisi Muda PDI Perjuangan Bumi Saka mese nusa yg merupakan salah satu putra terbaik dari daerah pegunungan yg berasal dari Rumah besar Bulu Kasuale Sisine Nenali Nuruwe Lumabotoi Ai Latua imetene garis Lurus Keturunan Upu Rumasoal keturunan garis Lurus dari Nunusaku Suku Alune.

Kata Jodis kepada Media ini lewat pesan Whatsaap-nya sore kemarin mengatakan bahwa” Scenario besar pemberian gelar Upu Latu Nunusaku, Ina Latu Nunusaku kepada Bapa Irjen Purn Pol Drs Murad Ismail & Ibu Widya Partiwi Murad Ismail & upu Latu Nunusaku kepada pejabat Bupati Kab SBB bpa Brigjen Andy Candra merupakan keputusan besar seluruh raja/kades serta para camat Se Kab SBB pertemuan di kediaman Wailela desa Poka tgl 18 Desember tahun 2022.

Alasan pemberian gelar oleh upu Latu Maluku, Ina Latu Maluku & upu Latu Saka Mese Nusa merupakan salah satu kebiasaan orang Maluku dalam menyebut gelar sesuai dengan kebiasaan budaya lokal suatu daerah seperti pemberian gelar kepada presiden Jokowidodo, gubernur Maluku di kota Tual, KTT, Hena Hetu & sebagainya.

Pemberian gelar upulatu nunusaku kepada seorang pemimpin besar di Maluku merupakan wajar – wajar saja karena beliau adalah upulatu maluku yang hari ini memimpin Negeri Seribu pulau sehingga kebesaran Nunusaku yang merupakan simbol orang seram yang telah hilang secara gaib sehingga memperkenal Kab SBB & pulau seram sebagai peradaban sejarah Maluku yang di sebut sebagai Nusa Ina & Pulau Ibu.

Pemberian gelar Nunusaku kepada Upulatu Maluku & Ina Latu Maluku yang di gagas oleh seluruh elamen masyarakat yang di ketuai oleh Camat Elpaputi Boy Korputy, sekertaris Raja Toniwar dari Manipa, Bendahara Walang aspirasi Maluku Bung Krestian Sea & komposisi panitia tergabung di dalamnya adalah raja Buano utara, Raja Buano Selatan, Raja se kep Manipa, Raja lohia Sapalewa, Raja Riring, Raja se Pegunungan Elpaputi inamosol, kairatu, Piru Taniwel, Kec Taniwe, timur & beberapa tokoh dari Kab SBB yaitu Yan Heumase dan beberap tokoh lainnya.

Penghormatan kepada Gubernur Maluku & Pemerintah Kab SBB adalah simbol mempercepat pembangunan di wilayah pegunungan Taniwel, Inamosol, Elpaputi & Kep Manipa, kelang & Buano yang selama ini tertinggal di segala sektor berupa infrastrukur Jln, jembatan, telkomunikasi & sebagainya.

Salah satu acara sakral pemberian gelar kepada gubernur Maluku & pemda kab SBB adalah mendesak Pemda Kab SBB & Provinsi Maluku agar segera mempercepat pengesahan 1 satu buah Ranperda terkait penetapan negeri adat di Kab SBB, membuka semua akses di daerah pegunungan yang merupakan peradaban Nunusaku, mendorong & memprioritaskan anak – anak daerah yang mengikuti seleksi PPPK, TNI, POLRI, sekolah kedinasan lainnya & berapa program yang harus di prioritaskan salah satunya menjaga keharmonisan antara umat beragama & sebagainya.

Menurut politis muda saka mese Nusa asal PDI Perjuangan Jodis Rumasoal. SH ini Bahwa” pemberian gelar upulatu nunusaku tidak persoalan Hukum di dalamnya hanya mempertegas bagaimana memperkenalkan atau menjual kebudayaan nunusaku kepada dunia & kedepan akan membuat wisata Nunusaku dengan mempertontongkan budaya Pulau seram kepada Dunia modern. Ungkap Jodis

Di tambahkannya” maka oleh sebab itu dalam acara pemberian gelar di dalamnya terjadi peletakan batu pertama rumah adat di negeri Lomoly, Riring & berapa negeri wemale yang selama ini sirna hilang sehingga dapat di kembalikan & di prioritaskan di tahun anggaran 2024 yang di tangani oleh APBD Kabupaten maupun Provinsi. Tutur Jodis

Menurut Jodis sapaan kecil Sosok politisi muda Saka Mese Nusa ini mengatakan” jangan membuat gadu atau opini liar di tengah – tengah masyarakat yang menghambat pembangunan di Kabupaten SBB & Pulau Seram secara umum.

Katanya” sehingga ada pepata orang seram belakang Tanah jangan terulang kembali & sekarang kita bangkit berjuang memyambut pembangunan salah satunya menjual kekayaan Nunusaku & Pulau seram secara utuh, sehingga basudara di daerah pedalaman pulau seram & kepulauan manipa, kelang & buano bisa merasakan pembangunan. Pungkasnya (Veja)