Halut – beritasumbernew.com. Miris yang dialami para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Halmahera Utara ini. Pasalnya, dipenghujung Tahun 2023 ini, hak-hak yang mereka harapkan dari Daereh, tidak terealisasi. Jumat (29/12/2023).
Ada beberapa Masyarakat, serta Pejabat Pemda sekalipun, menuding adanya permainan kotor yang dilakukan Oknum Kepala Bidang (Kabid) Pembendaharaan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Halmahera Utara. Oknum Kabid itu diduga melakukan Nepotisme dalam pengelolaan berkas pencairan di BKAD Halut.
Dari pantauan media ini menyebutkan, di penghujung Tahun 2023 ini, seluruh hak-hak, meliputi Pencairan di Kantor BKAD Halut, Terkesan dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu, sehingga terkesan Daerah ini mengalami kesulitan anggaran.
Informasi dilapangan, beberapa berkas pencairan yang masuk ke Kantor BKAD Halut sudah menyertai Disposisi Bupati dan Sekda, namun diduga tidak di indahkan oknum Kabid dan melakukan pencairan ke lainya. Bahkan perintah lisan dari Kepala BKAD tidak didengar.
Dari sumber dibagian Keuangan juga mengatakan, menyangkut anggaran juga, di Bulan Desember ini, ada beberapa kucuran dana yang masuk di Kabupaten Halmahera Utara, masing-masing ada Dana Bagi Hasil (DBH) Rp. 20 Miliar, Rp. 5 Miliar, Rp. 17 Miliar, dan terahir pada tanggal 22 Atau 27 Desember 2023, dana yang masuk Rp. 43 Miliar, namun keadaan di kantor Keuangan sebelum Natal dan sesudah Natal juga sama. Masih banyak antrian Kepala Desa, Kepala Dinas, Kontraktor, maupun lainya yang mengurus pencairan dan belum juga ada penyelesaiyan pembayaran menyangkut hak – hak mereka yang diharapkan saat akhir Tahun.
“Jadi diperkirakan anggaran yang masuk di keuangan pada Bulan Desember ini sebanyak Rp. 80 Miliar lebih. Namun anehnya, masih banyak hak-hak Kepala Desa dan lainya belum juga dibayarkan, lantas kemana anggaran itu, masuk ke rekening siapa,” ungkap Salah Satu Kepala Bidang dilingkup Pemda Halut yang tidak mau menyebutkan namanya.
Sekedar diketahui, pada Tanggal 22 Desember lalu, ada Puluhan Kepala Desa yang marah-marah dan nyaris buat keributan di Kantor BKAD Halut, terkait Siltap mereka tidak dibayarkan. Ada juga kontraktor yang marah – marah terkait hal yang sama. Terpantau Kepala Dinas, dan para ASN serta Masyarakat lainya menunggu pencairan yang tidak pasti hingga Tanggal 30 Desember 2023.(yansen)
