Ambon – Gakorpan News – Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Remaja Masjid Agung An-Nur Negeri Batu Merah periode 2024-2027, dengan mengusung tema “Mewujudkan Pemuda/Pemudi Yang Peduli Terhadap Sosial Keagamaan”.
Kegiatan pelantikan ini dilakukan bertempat di Hotel Grand Avira, Kel Rijali, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, pada hari Jumat (09/02/24) pukul 17:00 WIT.
Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Remaja Masjid Agung An-Nur Negeri Batu Merah, dibuka langsung oleh Pj. Walikota Ambon Bodewin Wattimena, yang diikuti oleh Raja Batu Merah Ali Hatala, para Pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kota Ambon, Anggota DPRD kota Ambon Harianto Junaidi, Ketua DPW Muhammadiyah, dan para Saniri maupun Kepala Dati Negeri Batu Merah.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pelantikan oleh Raja Negeri Batu Merah Ali Hatala, berdasarkan SK Kepala Pemerintahan Negeri Batu Merah No.15 Tahun 2024 tentang Pelantikan Pengurus Remaja Mesjid Agung An’Nur Batu Merah Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon masa bakti 2024-2027.
Pj. Walikota Ambon Bodewin Wattimena, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan kegiatan tersebut, yang memungkinkan anggota pengurus remaja masjid Agung An’Nur melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.
Ia menekankan pentingnya memahami arti kepemimpinan dalam suatu organisasi dan tanggung jawab yang melekat padanya, bahkan anggota pengurus remaja diminta untuk menjalankan kewajiban mereka sesuai dengan anggaran dasar organisasi dan mengimplementasikan tujuan organisasi dengan baik.
Bodewin menyoroti sepuluh tanggung jawab yang harus dilakukan oleh anggota pengurus remaja selama masa jabatan mereka dari tahun 2024 hingga 2027.
“Tanggung jawab tersebut meliputi tidak hanya mempromosikan dakwah Islam dan tugas-tugas keagamaan yang telah diatur dalam anggaran dasar organisasi, tetapi juga terlibat dalam kegiatan sosial di dalam masyarakat,” kata Bodewin.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman akan iman dan ketakwaan harus tercermin dalam fungsi sosial yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Pentingnya mempersiapkan generasi muda Kota Ambon untuk menjadi bagian penting dari “Generasi Emas” Indonesia pada tahun 2045, serta perlunya pengembangan yang seimbang antara kemampuan intelektual, mental, dan spiritual untuk menghadapi tantangan sosial yang dihadapi saat ini dengan efektif,” tandas Bodewin.
Bodewin juga mengakui potensi organisasi pemuda, termasuk pengurus remaja masjid agung An’Nur, dalam bekerja sama untuk mengatasi berbagai masalah sosial.
Ia mengajak anggota pengurus untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah kota, karena terdapat banyak tugas yang perlu diselesaikan untuk memastikan kesejahteraan dan kelestarian nilai-nilai kota.
Selain itu, Bodewin juga menekankan bahwa persatuan dan kolaborasi antara berbagai organisasi dan komunitas sangat penting dalam mencapai kemakmuran, keadilan, dan menjaga persatuan bangsa.
Diakhir sambutannya, Bodewin mengajak kolaborasi dan sinergi antara pemerintah kota dan organisasi pemuda, dengan menyoroti potensi kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa dengan bekerja sama, generasi muda kota Ambon dapat memainkan peran yang signifikan dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi kota ini.
Di waktu dan tempat yang bersamaan, Raja Batu Merah Ali Hatala, dalam sambutannya juga mengungkapkan pentingnya pembangunan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga bersifat mental dan spiritual, karena hal ini menjadi kunci dalam membentuk masyarakat yang memiliki landasan adat-istiadat dan nilai-nilai agama yang kuat.
Ia menyadari bahwa pemerintah tidak dapat sendirian membangun dan membentuk moral serta spiritual masyarakat, karena tanggung jawab ini menjadi tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat, termasuk dalam wadah organisasi yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual dan pendidikan Islam, seperti remaja mesjid.
Hatala mengakui bahwa remaja mesjid telah menjadi mitra kerja pemerintah dalam membangun masyarakat.
“Remaja mesjid merupakan organisasi yang memiliki kebijakan dan kemandirian dalam urusan rumah tangga organisasi serta pembinaan anggotanya dalam aktivitas pendidikan Islam,” kata Hatala.
Ia berharap pemuda yang memiliki identitas Muslim ini dapat mewujudkan harapan bangsa untuk menjadi pribadi yang baik, sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan umum.
Dalam kegiatan pelantikan ini, Hatala juga menyampaikan keyakinannya bahwa remaja mesjid Agung An’Nur Negeri Batu Merah mampu bersama pemerintah mewujudkan masyarakat yang aman, damai, dan religius di Kota Ambon.
Ia menekankan perlunya peran aktif remaja mesjid dalam memakmurkan mesjid, menghidupkan kegiatan yang berlandaskan Islam, serta menjalankan pendidikan agama.
“Pemuda harus berperilaku positif, menjauhi hal-hal yang merugikan seperti minuman keras, narkoba, dan pergaulan bebas,” ajak Hatala.
Selain itu, Hatala menyadari bahwa mengubah karakter, perilaku, dan pola pikir masyarakat bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan niat yang kuat dan kerjasama yang baik antara semua pemangku kepentingan di Kota Ambon, cita-cita bangsa yang berbudi pekerti luhur dapat terwujud secara perlahan.
“Pemerintah Negeri Batu Merah sendiri berkomitmen untuk terus mendukung setiap program yang diusulkan oleh masyarakat dan pemuda melalui musyawarah,” kata Hatala.
Di akhir sambutannya Hatala juga mengajak semua pihak untuk mewujudkan kegiatan pembinaan keagamaan di bumi Hatukau ini. (Red)
