Galala – beritasumbernews.com Setelah lewati beberapa waktu setelah adanya monitoring sekaligus peninjauan dan evaluasi petugas SPBU Galala oleh pihak Pertamina Ambon, kini di duga petugas SPBU Galala berulah lagi sebagai mafia BBM.
Pertalite yang adalah BBM bersubsidi terus di jual dengan cara – cara dan praktek – praktek yang tidak terpuji, merugikan rakyat banyak, hal tersebut jelas – jelas melanggar aturan.
Petugas SPBU Galala tidak kapok – kapok-nya berulah padahal sudah terbukti ada sebanyak tiga oknum petugas SPBU Galala terjerat Hukum karena lakukan praktek kotor tersebut sampai di jebloskan ke jeruji besi.
Namun hal tersebut tidak menghentikan para petugas SPBU terus berulah karena di duga kuat, petugas SPBU Galala mendapat keuntungan yang cukup besar, bayangkan setiap warga yang mengisi lebih Dari 2/3 kali, memberikan keuntungan kepada petugas SPBU dengan kisaran besar nilai uang sebesar 10 ribu maka, jika di kalikan sehari dari sekian kendaraan roda empat dan sekian kendaraan roda dua dalam sehari pengisian bisa sampai 5 kali untuk sebuah kendaraan maka satu kendaraan saja petugas sudah bisa mendapat keuntungan sebesar 50.000, jika di kalikan dalam sehari sebanyak 20 kendaraan saja maka petugas sudah bisa untuk sebesar satu juta rupiah, jika di kalikan selama 30 hari di kalikan dengan lebih dari 20 kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Hdr;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 116.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Petugas SPBU kaya mendadak, masyarakat yang menjadi korban BBM baru di isi oleh mobil tengki pertamina tidak berapa lama BBM kususnya subsidi dalam hal ini pertalite sudah pada habis, karena praktek kotor tersebut.
Pengelolah SPBU Galala terkait nakalnya petugas SPBU tersebut, saat di hubungi Via Telpon Serulernya oleh salah satu awak media siang tadi Hengki Paliama mengatakan” dirinya juga kaget masih ada praktek kotor seperti itu, dan secara tegas pihaknya akan segera mengadakan pertemuan lalu kemudian akan mempertanyakan akan hal tersebut kemudian akan bertindak tegas kepada petugas yang di ketahui nakal melakukan perbuatan tidak terpuji yang melanggar aturan.
Sementara pihak Pertamina dalam hal ini Aditya selaku Comrel RPM Maneger pemasaran Pertamina Ambon saat di hubungi Via Whatsaap, hingga berita ini di turunkan, belum memberikan jawaban pasti. (***)
