Ambon – beritasumbernews.com –
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Ambon yang bertugas membantu Walikota mengelola perumahan rakyat, dan pengembangan kawasan permukiman telah melaksanakan proyek pembangunan sangkar burung sebagai bagian dari konsep kebun binatang mini; dengan total anggaran lebih dari 1 milyar rupiah. Di mana tahap pertama dengan alokasi 400 juta rupiah telah diselesaikan sesuai standar teknis, dan jadwal; sedangkan sisa 600 juta rupiah akan dialokasikan untuk tahap kedua tahun 2026, untuk menyempurnakan struktur dan fungsi fasilitas sebagai sarana konservasi, edukasi, serta objek wisata bagi seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Ambon Ivony Latuputty dalam keterangan pers pada Rabu (28/01/2026) mengungkapkan bahwa ide pembangunan fasilitas ini muncul ketika Walikota melakukan kunjungan kerja atas undangan pihak terkait; di mana setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, pihaknya bersama tim melihat potensi untuk menyediakan tempat penampungan sementara bagi hewan yang akan dilepas ke alam liar, atau dipelihara dengan baik. Sehingga muncul gagasan untuk mengembangkannya menjadi fasilitas komprehensif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan, melainkan juga sebagai objek wisata kecil dan area edukasi yang bermanfaat bagi pengunjung.
Menurut Ivony Latuputty, konsep sangkar burung dirancang untuk menampung tiga kategori hewan berbeda; yaitu hewan kuskus yang termasuk satwa dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah, untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies di alam liar; burung kakak tua yang memiliki nilai ekologis dan edukatif tinggi bagi masyarakat Kota Ambon hingga Provinsi Maluku; serta burung umum seperti kelompok burung nuri dengan berbagai jenis dan warna menarik, yang diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang.
Kepala Disperkim menjelaskan bahwa total anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota Ambon untuk proyek ini lebih dari 1 milyar rupiah; di mana anggaran tahap pertama 400 juta rupiah telah digunakan secara optimal untuk membangun rumah sebagai pusat operasional utama, tempat petugas merawat dan mengawasi kondisi kesehatan pada sadwa tersebut “jelas Ivony
kelangsungan hidup seluruh hewan selama 24 jam penuh setiap hari, agar memberikan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing jenis hewan. Selain itu juga digunakan untuk membangun fasilitas penyimpanan makanan khusus, dan area tempat beristirahat bagi petugas yang bekerja secara bergilir dengan jadwal padat.
Ia menambahkan bahwa proses pelaksanaan kontrak tahap pertama telah melalui tahapan sesuai peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah; di mana proses tender dan lelang terbuka serta transparan dilakukan pada bulan Agustus tahun lalu, sehingga kontrak dengan kontraktor terpilih melalui evaluasi ketat ditandatangani bulan September,Dan dijadwalkan selesai paling lambat bulan Desember tahun lalu.
Dengan fokus pada pembangunan bagian bawah struktur bangunan termasuk pondasi kuat dan kokoh sesuai standar teknis konstruksi, sebagai dasar penting untuk menjamin keamanan struktural dan kualitas bangunan bagian atas yang akan dibangun selanjutnya.
vony Latuputty menyampaikan bahwa dalam perencanaan awal tim teknis Disperkim menghitung total anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh komponen proyek mencapai sekitar 3,8 milyar rupiah; yang mencakup konstruksi bangunan utama dan pendukung, peralatan pendukung, pengadaan satwa, serta biaya pemeliharaan setelah beroperasi.
Namun karena pertimbangan efisiensi anggaran, dan kesesuaian dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan Walikota Ambon dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, maka diputuskan untuk menyesuaikan perencanaan dengan mengalokasikan 400 juta rupiah pada tahap awal tanpa mengorbankan kualitas konstruksi dan fungsi utama fasilitas.
Dia menjelaskan bahwa tahap pertama yang telah selesai mencakup pembangunan rumah pakan yang juga difungsikan sebagai pusat pengendalian operasional sehari-hari;
Pembuatan pondasi kokoh sesuai standar untuk seluruh struktur bangunan yang akan datang; pembangunan awal area penyimpanan makanan dengan sistem penyimpanan tepat agar makanan tetap segar dan aman; serta pembangunan tempat istirahat petugas yang merupakan kebutuhan utama, untuk memastikan kelancaran tahapan pembangunan selanjutnya.
Untuk tahap kedua yang akan dilaksanakan tahun 2026 dengan alokasi anggaran 600 juta rupiah, pihak Disperkim telah merencanakan secara terperinci untuk menggunakan dana tersebut untuk membangun struktur rangka baja kuat dan tahan lama sesuai standar keamanan untuk bagian atas bangunan;
memasang jaring pengaman berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk menjaga keamanan satwa dan pengunjung; membuat pintu masuk serta keluar sesuai standar keamanan dan kenyamanan; serta menyediakan berbagai aksesoris pendukung lainnya yang diperlukan.
Selain komponen konstruksi bangunan, anggaran tahap kedua juga akan digunakan untuk mengadaan berbagai jenis hewan sesuai perencanaan yang dibuat secara matang oleh tim ahli dan pihak terkait; membiayai proses pemeliharaan awal terhadap seluruh fasilitas agar tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan;
mengadaan perlengkapan medis serta bahan makanan untuk merawat dan memelihara kesehatan satwa; serta melakukan berbagai persiapan administratif dan teknis, agar fasilitas sangkar burung sebagai bagian konsep kebun binatang mini dapat segera dioperasikan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kota Ambon.”tutrnya
Ivony Latuputty mengungkapkan bahwa proyek pembangunan sangkar burung mini ini tidak hanya bertujuan sebagai tempat rekreasi dan sarana edukasi bagi masyarakat Kota Ambon; juga memiliki tujuan yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di wilayah Kota Ambon hingga Provinsi Maluku; serta melakukan upaya konservasi terhadap berbagai jenis satwa baik yang dilindungi maupun satwa umum, agar keberlangsungan hidup mereka terjaga dengan baik untuk generasi mendatang.
Dia menjelaskan bahwa dengan adanya fasilitas ini diharapkan masyarakat khususnya generasi muda dapat lebih mudah mengenal dan mempelajari berbagai jenis satwa yang ada di daerah mereka; sehingga tumbuh kesadaran dan rasa cinta terhadap alam serta satwa yang hidup di dalamnya.
Selain itu juga diharapkan menjadi sarana edukasi efektif bagi sekolah-sekolah di Kota Ambon, untuk melakukan kunjungan studi dan pembelajaran langsung mengenai kehidupan satwa serta pentingnya konservasi alam.
Kepala Disperkim menyampaikan bahwa pihaknya telah merencanakan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi di Kota Ambon dan Provinsi Maluku; untuk melakukan penelitian terhadap satwa yang akan ditempatkan di fasilitas tersebut.
Sehingga selain sebagai sarana konservasi dan edukasi, fasilitas sangkar burung mini ini juga dapat menjadi sarana penelitian ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang konservasi satwa dan keanekaragaman hayati di wilayah Maluku.
Ia menambahkan bahwa dalam perencanaan pengelolaan fasilitas yang akan datang, pihaknya akan menyusun sistem manajemen yang baik dan terstruktur; termasuk penyusunan jadwal kunjungan teratur, penyediaan informasi jelas serta akurat mengenai setiap jenis satwa yang ada; serta penyusunan prosedur keamanan ketat, untuk menjamin keselamatan pengunjung dan satwa yang berada di dalamnya.
Selain itu, pihak Disperkim Kota Ambon juga telah merencanakan untuk menyediakan fasilitas pendukung lainnya seperti area parkir yang memadai; tempat istirahat untuk pengunjung; serta warung kecil yang menjual makanan dan minuman serta produk kerajinan tangan terkait konservasi satwa, agar pengunjung dapat merasakan pengalaman yang lebih lengkap dan menyenangkan ketika mengunjungi fasilitas sangkar burung mini tersebut.
Ivony Latuputty menyampaikan bahwa pihaknya sangat berharap proyek pembangunan ini dapat berjalan lancar sesuai rencana; sehingga fasilitas sangkar burung mini ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Kota Ambon; serta menjadi salah satu daya tarik wisata baru yang dapat meningkatkan citra Kota Ambon sebagai kota yang peduli terhadap lingkungan hidup dan konservasi satwa di Provinsi Maluku.
Dia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Walikota Ambon, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan proyek mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pertama yang telah selesai. Serta berharap dukungan yang sama dapat terus diberikan untuk pelaksanaan tahap kedua pembangunan pada tahun 2026 mendatang.
Kepala Disperkim juga mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk mendukung dan merawat fasilitas yang akan dibangun ini dengan baik; sehingga fasilitas sangkar burung mini ini dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas; serta bagi kelangsungan hidup berbagai jenis satwa yang akan ditempatkan di dalamnya.
Ia menutup keterangan persnya dengan menyampaikan bahwa pihak Disperkim Kota Ambon akan terus berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat; serta terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan kawasan permukiman di Kota Ambon; agar menjadi kota yang lebih baik, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.”pungkas Ivony. ( chey)

