Aboru – beritasumbernews.com
Begitu banyak-nya warga Kariuw yang mengungsi di Negeri Aboru sehingga jadi perhatian Pemerintah Negeri, dan telah memberikan sebidang tanah guna di pakai untuk bangun tenda pengungsian
Raja Negeri Aboru Marthen Sinay kepada wartawan mengatakan” Kariuw adalah Negeri Gandong bagi Aboru, sehingga dengan hati iklas pihaknya menyediakan sebidang tanah, hal ini di sampaikan Raja Negeri Aboru kemarin di Desa Aboru. Minggu 30/01/2022
Raja katakan” hingga saat ini logistik terus tersalur sehingga semua masih disibukan dengan kegiatan logistik jadi usai mengurus logistik yang masuk terus menerus barulah membuat tenda di lahan yang di sediakan. Ungkap Raja
Logistik itu juga disalurkan sesuai kebutuhan dan juga Membutuhkan tenaga untuk mengangkat logistik. Ujar Raja
Bukan.evakuasi Bersama Untuk itu persiapan untuk pembuatan tenda pengungsi di wilayah tarem akan dilaksanakan di hari besok atau lusa sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Sementara itu lokasi lain yakni” SD Negeri 1 Aboru sudah Raja siapkan kepada Basudara gandong dari Negeri Kariuw yang mengungsi ke Aboru pasca konflik, bahkan ada rumah warga yang juga menampung Basudara lain.
Sehingga Basudara dari Negeri Kariuw masih ada harapan untuk mendapatkan tempat berteduh dan cukup memberikan rasa nyaman, sehingga kita akan lakukan pembersihan lokasi tenda, dan penataan lokasi tenda, selain itu akan di persiapkan tempat – tempat air. Jelas Raja
Raja mengatakan bahwa” hal tersebut akan kita butuhkan perhatian Pemerintah Provinsi lewat Dinas pekerjaan umum (PU), dan hal itu butuh waktu, karena saat ini semua masih di sinukan dengan kondisi yang ada.
Kodisi warga Kariuw masih sangat trauma sehingga sangat di butuhkan pemulihan, sehingga hal ini juga sangat membutuhkan bantuan dari warga jemaat di Negeri tetangga, selain itu pihak lain pun sangat di butuhkan, bukan saja skedar berikan bantuan namun sangat membutuhkan tenaga mereka. Harap Raja
Tenda yang di upayakan menurut Raja bahwa itu akan di upayakan dua buah tenda besar berukuran 8×12 dari Dinas Sosial dan ukuran 6x 12, dan mungkin juga di butuhkan tenda yang bisa menggunakan rangka besi sehingga tinggal pasang. Tutur Raja
Dan kemungkinan dalam proses ini cukup akan mamakan waktu yang lama kurang lebih sekitar 6 bulan baru ada terasa sedikit pemulihan, karena itu juga merupakan tuntutan masyarakat Kariuw agar pemerintah segera memperhatikan tempat tinggal mereka yang sudah di pora porandakan.
Sesuai dengan pernyataan sikap, masyarakat Kariuw tidak akan mau berlama lama, karena harus segera kembali ke Negeri Kariuw karena itu adalah tanah adat bapa leluhur dan itu bukan milik siapapun. Tegas Raja
Raja pun berharap agar pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten bisa lakukan sebuah musyawarah bersama dalam satu forum Resmi sehingga harus ada jaminan buat masyarakat Kariuw dari aparat keamanan TNI,Polri demi masyarakat Kariuw ke depan nantinya.
Konflik ini membuat Basudara Kariuw keluar dengan tangan hampa tak ada yang bisa di bawa banyak kerugian yang di alami, padahal cuman masalah tanah berimbas pada pemusnahan kampung, harapannya Polisi bisa segera dalam waktu dekat bertindak tegas pelaku harus di tangkap dan di proses sesuai perbuatannya. Pungkas Raja
(Chey)
