Gulo,beritasumbernews.com,Kepala Desa Gulo Dorsosden Ahiki, M.Pd, yang di dampingi istrinya Vera Elizabeth Tobing, S.IKom., M.Pd.K, sangat optimis meningkatkan kapasitas mutu pendidikan di Desanya Desa Gulo.

Hal ini di sampaikan Kades Gulo lewat sambungan telpon serulernya kemarin, mengatakan bahwa” pihaknya sangat optimis membangun sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan di Desa Gulo.

Apa yang mendorongnya untuk hal tersebut ? Kata dia agar ilmu yang ia tempuh jauh di perantauan itu tidak terbuang percuma, namun akan berbagi dengan warga desanya.

Ia prihatin karena begitu banyak warga masyarakat yang menimba ilmu pendidikan saja harus rela berjalan kaki puluhan kilo ke Desa lain, dan harus menyeberang sungai dengan menggunakan rakit.

Pasalnya” padahal di Desa Gulo memiliki potensi pendidikan yang cukup di andalkan, ia secara pribadi dengan istrinya sudah mencoba membuka sekolah, dan sudah berjalan walau siswa baru mencapai 15 orang.

Selain pendidikan ia juga optimis ingin meningkatkan sumber daya dan potensi olah raga yang ada di desa Gulo, di lihat dari prestasi gemilang yang baru saja di raih oleh putra putri terbaik dari Desa tetangga baik dari Desa Wateto maupun Desa Bori.

Yang mana mau di katakan mengikuti latihan cabang olah raga bela diri Taekwondo baru seumur jagung namun berhasil di kejuaraan level skala Nasional yang di selenggarakan oleh Panitia dan Pengkab TI Halut, yang di dukung oleh Pengprov TI Malut serta PBTI pusat, dan di sponsori oleh Bupati Halut.

Berhasil menyumbangkan 8 emas dan 14 Perak serta 3 perunggu, ini satu prestasi gemilang sepanjang sejarah olah raga di Kecamatan Kao Utara, semua ini juga atas dukungan dan kerja keras Kades Wateto dan Kades Bori selaku pembinanya olah raga ini, serta suport dan di topang oleh Camat Kec.Kao Utara.

Hal ini membuat Kades Gulo Optimis akan membangkitkan semangat muda mudi Desanya untuk berolah raga, karena menurutnya pepatah olah raga juga katakan ” Vini Vidi Vici” yang artinya berolah raga dan mengolahragakan masyarakat. Pungkasnya

Ia berharap masyarakat terutama anak usia dini mau berpikir positif guna membangun desa, dengan kembangkan potensi yang ada lewat olah raga, baik itu olah raga bela diri Taekwondo dan karate ataupun Bola. (Endy)