Menampilkan: 1 - 10 dari 6,375 HASIL
Berita

Pangdam XV/Pattimura: Media Punya Peran Besar Jaga Persatuan Ambon

Ambon–beritasumbernews.com –Pangdam XV/Pattimura Dody Triwinarto menegaskan peran penting media dalam menjaga persatuan di Maluku. Ia meminta awak media bijak dalam memberitakan, terutama informasi yang berpotensi memecah belah.

“Ini bukan untuk apa-apa. Kalau memang berita itu bisa memperbesar persatuan, saya mohon tolong dipikirkan kembali. Ingat, harga mati persatuan kita. Saya menaruh harapan besar kepada kawan-kawan jurnalis,” tegasnya saat silaturahmi dengan media di kediaman resmi, Ambon.

Pangdam menyebut keberhasilan Ambon sangat bergantung pada rekan-rekan media.
“Mari kita bangun Ambon ini. Kalau boleh jujur, keberhasilan Ambon ini tergantung pada rekan-rekan. Tergantung bagaimana rekan-rekan bisa memfilter, menyaring, mengonfirmasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pemberitaan tidak dibuat dengan sentimen, tendensi, atau kepentingan tertentu.

“Kalau kita tidak bisa menyaring, apalagi membuat berita dengan sentimen dan ada kepentingan, itu bahaya sekali. Saya mohon sekali, apa pun yang terjadi di sini, mari kita bahas.”

Pangdam mengajak media berpikir dampak jangka panjang dari sebuah pemberitaan.
“Yang rugi kalau kita memberitakan buruk, ya kita juga. Yang malu juga kita. Untungnya dengan kerasnya kehidupan, dengan banyaknya kepentingan di depan kita, tentu ada masyarakat yang membela diri, membela sukunya, membela harga diri. Karena itu saya berpesan: tolong jaga persatuan, jaga persatuan kita.”

Meski era reformasi dan demokrasi memberi kebebasan, Pangdam mengingatkan kebebasan tetap ada aturan.
“Baik buruknya kita tergantung pada media. Walaupun sekarang zamannya reformasi, demokrasi bebas, tapi bebas dengan aturan. Setiap berita itu sangat menentukan masa depan. Saya yakinkan, apa yang rekan-rekan tulis sangat menentukan masa depan Ambon ke depan. Ujarnya.”

“Kalau kita menulis baik, begitulah warna Ambon di mata orang. Pandangan orang akan baik. Tapi kalau kita menulis jelek, begitulah kita juga. Kita seperti mendoakan Ambon jadi jelek,” tambahnya

Ia meminta media selalu konfirmasi dan klarifikasi sebelum memberitakan.
“Bagaimana kita bisa mengeksplor, bisa ‘menjual’ Ambon? Tentunya semua informasi perlu konfirmasi, perlu klarifikasi. Saya yakin rekan-rekan jurnalis sudah melaksanakan itu. Tapi carilah informasi pembanding. Carilah hal yang positifnya, bukan negatifnya.”

Pangdam mengakui semua orang punya kepentingan. “Kita hidup penuh dengan kepentingan. Tidak ada manusia hidup tanpa kepentingan. Tapi ingat, kepentingan yang paling besar adalah kepentingan untuk Maluku sukses, Maluku berdaulat, Maluku kerja, Maluku sejahtera. Itu tergantung pada kita semua.”

Ia mengapresiasi media lokal yang selama ini sudah membantu pemberitaan positif.
“Saya sering lihat media-media. Berita-berita di daerah, secara umum alhamdulillah kawan-kawan sudah membantu. Sudah membantu pemberitaan yang positif.”

Karena itu ia berpesan agar media tidak tergesa-gesa merilis berita negatif. “Kalau ada informasi negatif dari daerah terhadap kondisi wilayah, tolong dipertimbangkan betul: bagus tidak buat kita”

Pangdam menyatakan percaya pada profesionalisme jurnalis,
rekan-rekan di sini mewakili jurnalis yang profesional. Saya banyak teman wartawan di Jakarta dan di daerah. Saya percaya orang jurnalis itu orang yang cerdas, punya analisis, pintar mencerna, cepat menangkap. Itulah kelebihannya dibanding yang lain.”

“(chey)

Berita TNI

Silaturahmi Pangdam XV/Pattimura dengan Awak Media di Kediaman Resmi

Ambon – beritasumbernews.com – Pangdam XV/Pattimura Ambon Dody Triwinarto menggelar silaturahmi bersama awak media di kediaman resmi Pangdam XV, belum lama ini. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam, para asisten, Kabekang, Kapendam, serta para pejabat Kodam XV/Pattimura lainnya. (Ambon 22/04/2026)

Mengawali sambutannya, Pangdam menyampaikan permohonan maaf tidak bisa menyebut satu per satu nama rekan jurnalis yang hadir.

“Pertama-tama saya mengajak kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah hari ini kita masih diberikan nikmat kesehatan sehingga bisa kumpul silaturahmi dengan rekan-rekan media yang saya banggakan,” ujarnya.

Pangdam XV Pattimura Ambon Dody Triwinarto menegaskan dirinya adalah keluarga baru bagi Ambon. Ia menyampaikan amanah dari almarhumah ibundanya.

“Saya berdiri di sini untuk melapor kepada media, bahwa saya adalah keluarga Ambon yang baru. Saya adalah bagian dari rakyat Ambon. Amanah ibunda saya: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di situlah keluargamu. Dan berbuatlah bermanfaat buat orang lain,” ungkapnya.

Ia berterima kasih kepada media yang hadir mewakili rekan-rekan lain yang berhalangan karena kesibukan.

“Ini murni silaturahmi. Supaya saling mengenal, supaya tidak ada batas di antara kita.”

Pangdam berkomitmen menjadikan pertemuan dengan media sebagai program rutin.

“Insyaallah minimal 2 bulan sekali kita buat pertemuan. Mungkin kita setting evaluasi dan sebagainya. Pertemuan ini saya jadikan program dalam pekerjaan saya. Kenapa tidak 1 bulan sekali? Karena kalau 1 bulan sekali saya lebih banyak di lapangan. Jadi 2 bulan sekali, tiap awal bulan. Tempatnya bisa di sini, bisa ngopi bareng, di mana saja. Yang pasti kita buat forum komunikasi,” jelasnya.

“Saya Tidak Alergi dengan Media”
Pangdam menegaskan dirinya terbuka dengan media.

“Saya termasuk prajurit yang tidak alergi dengan media. Saya bisa berdiri di sini karena kawan-kawan media di Indonesia. Saya memang gaptek, gagap teknologi. Saya tidak punya TikTok pribadi, tidak punya IG, tidak pakai Facebook. Tapi kata teman-teman, saya ada di IG teman-teman, saya ada di Facebook. Kalau kalian cari nama saya di Google, langsung keluar kegiatan saya,” katanya.

Ia menegaskan publikasi bukan untuk pencitraan. “Tidak ada niat untuk narsis. Tapi memang amanah yang diberikan Tuhan dan pekerjaan di bidang nasional maupun daerah membuat saya dikenal. Kegiatan positif wajib diceritakan, diinformasikan. Tuhan memang Maha Tahu dan kita harus ikhlas, tapi manusia perlu dikasih tahu. Lewat rekan media inilah kita kasih tahu.”

Pangdam XV Pattimura Ambon Dody Triwinarto menceritakan kesan pertama saat menginjakkan kaki di Ambon.

“Saya baru pertama kali ke Ambon. Dulu saya pernah bertugas di Papua satu setengah tahun, tapi hanya transit, tidak sempat keluar bandara. Jadi ini pertama kali saya menginjak Bumi Ambon Manise. Ini kebanggaan dan nikmat yang luar biasa. Saya yakin keluarga saya akan bertambah. Dengan tambah keluarga, tambah silaturahmi, semakin panjang usia kita. Itu prinsip saya.”

Ia menggambarkan saat dari udara melihat banyak pulau. “Saya tanya, di mana daratannya? Pulau semua. Setelah mendarat dua minggu lalu, saya lihat orang Ambon. Kalau boleh jujur, awalnya saya takut. Laki-lakinya terlihat keras. Saya pikir kalau boleh pulang, saya pulang. Tapi tiketnya sudah tidak ada tiket pulang,” ucapnya disambut tawa.

“Ternyata setelah dua-tiga hari, alhamdulillah semuanya bersahabat, semuanya baik. Betul kata Pak Wakil, orang Ambon itu hatinya lembut. Hanya ekspresinya saja yang tegas. Sensitif sekali. Mau minta rokok saja gaya bicara tegas: ‘Ada rokok? Boleh minta satu?’,” pungkasnya

(Chey)

Berita

KM Express Bahari 9B Terbakar di Dermaga Haria Saparua, Kerugian Ditaksir Rp900 Juta

Saparua – beritasumbernews.com – Satu unit kapal cepat KM Express Bahari 9B terbakar di Dermaga Pelabuhan Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 21.50 WIT.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh badan kapal ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp900.000.000.

Kronologi Berdasarkan Keterangan Saksi: Rusli Rumalean, 38 tahun – Kapten Kapal Alamat: Desa Nania RT 10/RW 03, Kec. Baguala, Kota Ambon.

Menurut Rusli, saat itu ia selesai makan dan beristirahat di ruang VIP. Tiba-tiba lampu padam dan ia melihat asap naik dari buritan kapal sampai ke ruang VIP. Ia langsung berlari ke kamar mesin untuk mengecek.

“Sampai di kamar mesin asap sudah tebal. Saya ambil APAR untuk padamkan api, tapi api tidak bisa dipadamkan dan saya sudah susah bernapas. Saya keluar ke pelabuhan minta tolong warga,” ujarnya.

2. Adri Lumunon, 61 tahun – Masinis/Bas Alamat: BTN Waitatiri Blok A, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah.

Adri menjelaskan, saat itu ia selesai menjalankan mesin kiri sebagai persiapan berangkat ke Tulehu besok pagi. Setelah mesin jalan, ia naik ke ruang C untuk mengecek HP yang sedang dicas.

“Tiba-tiba lampu kapal mati. Saya lihat ABK Goldy lari ke kamar mesin, saya ikut. Sampai di kamar mesin asap sudah tebal. Kami ambil alat pemadam dan semprot ke arah asap, tapi asap terlalu tebal. Kami keluar ke pelabuhan minta tolong warga,” katanya.

3. Goldy Payer, 27 tahun – Oiler/ABK Mesin Alamat: Desa Latta, Kec. Baguala, Kota Ambon.

Goldy menuturkan, setelah selesai kerja mesin bersama Bas, ia naik ke atas untuk makan. Tiba-tiba lampu padam dan ia langsung turun ke kamar mesin.

“Sampai di kamar mesin api sudah besar dan asap tebal. Saya coba padamkan pakai APAR tapi tidak berfungsi. Saya lari ke ruang VIP ambil APAR tabung biru, semprot dari jendela blower kanan, tapi api tidak bisa mati dan saya tidak bisa napas. Saya lari keluar minta tolong warga,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun seluruh badan KM Express Bahari 9B terbakar. Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp900.000.000.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kapal sedianya dijadwalkan berangkat ke Tulehu pada Rabu pagi, 22 April 2026.

(Chey)

Berita

TNI–POLRI SIGAP TANGANI AKSI PEMALANGAN JALAN AMBON–LIANG, SITUASI KEMBALI KONDUSIF

Ambon,- beritasumbernews.com – Aparat gabungan TNI–Polri bersama pemerintah setempat bergerak cepat menangani aksi pemalangan jalan yang dilakukan sejumlah pengemudi angkutan kota (angkot) jurusan Negeri Liang di perbatasan Negeri Waai dan Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (20/4).

Aksi yang terjadi sekitar pukul 08.10 WIT itu sempat menyebabkan kemacetan total di ruas jalan Ambon–Liang dan Liang–Ambon.

Menyikapi situasi tersebut, personel Polsek Salahutu bersama unsur TNI segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan negosiasi dengan massa.

Kapolsek Salahutu, AKP Aris, S.Sos menyampaikan bahwa langkah cepat aparat di lapangan berhasil meredam potensi eskalasi konflik serta memastikan situasi tetap terkendali.

“Kami bersama rekan-rekan TNI dan tentunya dukungan dari para Raja langsung melakukan pendekatan persuasif kepada para pengemudi dan masyarakat. Prioritas kami adalah menjaga keamanan serta membuka kembali akses jalan bagi masyarakat,” ujarnya.

Aksi pemalangan dipicu oleh insiden pelemparan terhadap salah satu mobil angkot milik warga Negeri Liang yang terjadi lebih awal sekitar pukul 06.00 WIT di kawasan Klostor Hurnala, Negeri Tulehu. Dalam kejadian tersebut, kendaraan mengalami kerusakan pada bagian kaca dan bodi akibat lemparan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Sebagai tindak lanjut, aparat TNI–Polri memfasilitasi mediasi yang berlangsung di Mapolsek Salahutu pada pukul 10.30 WIT. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Raja Negeri Tulehu, Raja Negeri Liang, pihak kecamatan, serta keluarga terkait.

Dari hasil mediasi, disepakati bahwa:

Seluruh permasalahan akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku;

Kerugian akibat kerusakan kendaraan akan diganti;

Kedua pihak menjamin tidak akan terjadi lagi aksi pemalangan maupun kekerasan.

Berkat sinergi TNI–Polri dan dukungan seluruh pihak, pada pukul 12.00 WIT akses jalan berhasil dibuka kembali dan arus lalu lintas kembali normal. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Aparat juga menindaklanjuti dugaan pencemaran nama baik di media sosial yang menjadi salah satu pemicu kejadian. Pihak terkait telah diarahkan untuk menjalani proses hukum di Polresta Ambon.

TNI–Polri mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan setiap persoalan kepada aparat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku. (**)

Berita

Sekretariat Angkatan Muda GPM Diresmikan, Roberd Sapulette: Jadilah Garam dan Terang bagi Masyarakat

AMBON –  beritasumbernews.com –Pemerintah Kota Ambon secara resmi meresmikan kantor sekretariat cabang atau ranting organisasi Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (GPM) yang berlokasi di kawasan Pantai Wanitu. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Ambon (Sekot), Roberd Sapulette, ST., MT., pada hari Sabtu, (18/04/2026). tepat pukul 16.30 WIT.

Acara peresmian yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita ini menjadi momen bersejarah bagi seluruh keluarga besar Angkatan Muda GPM di wilayah tersebut.

Kehadiran Sekretaris Daerah dalam kesempatan ini menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang positif.

Dalam sambutannya yang penuh makna, Sekda Roberd Sapulette menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas selesainya pembangunan gedung tersebut.

Menurutnya, tidak semua organisasi atau kelompok masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk dapat memiliki tempat atau sekretariat sendiri, terutama di tengah kota yang padat seperti Kota Ambon.

“Kita harus menyadari bahwa membangun sebuah tempat ibadah atau perkumpulan bukanlah hal yang mudah. Kota Ambon memang memiliki potensi dan sumber daya, namun mendapatkan lahan yang strategis untuk membangun gedung permanen adalah sebuah tantangan besar yang tidak semua pihak bisa dapatkan,” ujar Roberd dalam sambutannya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk benar-benar bersyukur kepada Tuhan Yesus atas berkat dan rahmat yang telah diberikan.

Kesempatan untuk memiliki gedung yang layak dan bagus ini harus disyukuri sebagai anugerah yang luar biasa, mengingat untuk membangun sebuah rumah hunian saja seringkali memerlukan perjuangan yang berat, apalagi membangun gedung organisasi yang megah seperti ini.

Lebih jauh, Roberd menekankan pertanyaan mendasar mengenai fungsi dan tujuan dari keberadaan gedung tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik semata tidak cukup jika tidak diimbangi dengan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Pertanyaannya, apakah pembangunan gedung ini nantinya akan benar-benar berdampak bagi kehidupan kita dan masyarakat sekitar? Jawabannya ada pada bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya,” tegasnya.

Gedung ini seharusnya menjadi tempat berkumpul yang positif, tempat belajar, berdoa, dan membangun persaudaraan, sebagaimana pesan yang telah disampaikan dalam khotbah sebelumnya. Jika fungsi ini dijalankan dengan benar, maka dampaknya akan sangat terasa dan nyata di lingkungan Pantai Wanitu.

“Saya berharap, dengan adanya sekretariat ini dan kehadiran rekan-rekan di sini, maka kita tidak akan lagi melihat keributan, kekacauan, atau hal-hal negatif yang terjadi di area pantai ini pada malam hari. Gedung ini harus menjadi benteng moral dan ketertiban bagi lingkungan sekitar,” tambahnya optimis.

Keberadaan organisasi yang aktif di lokasi tersebut juga akan menjamin keamanan dan kenyamanan.

Tidak perlu lagi ada kekhawatiran mengenai keamanan aset atau lingkungan, karena dengan adanya aktivitas positif yang dilakukan oleh para pengurus dan anggota, tempat ini akan selalu terjaga dan terawat dengan baik.

Roberd Sapulette juga menyoroti fenomena kehidupan sosial yang tengah terjadi di masyarakat saat ini. Berbagai masalah sosial yang sering disinggung dalam berbagai kesempatan, termasuk yang disampaikan oleh Bapak Pendeta, menjadi perhatian bersama yang harus diwaspadai dan dicegah.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab semata dari pihak kepolisian maupun TNI.

Lebih dari itu, kunci utama keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai terletak pada kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri.

“Kita semua punya andil dan tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan tempat kita tinggal dan berkumpul. Kesadaran bersama inilah yang akan menjadi benteng terkuat untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh buruk atau penyakit sosial lainnya,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, ia juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh rekan-rekan anggota yang semalam telah melakukan kegiatan pembersihan atau perayaan ulang tahun dengan cara yang positif di lokasi tersebut.

Hal ini menjadi bukti bahwa organisasi ini memiliki jiwa sosial yang tinggi dan peduli terhadap lingkungan.

“Saya berharap sangat agar rekan-rekan sekalian dapat terus menjadi ‘garam dan terang’ dalam setiap perjalanan kehidupan ke depan.

Artinya, jadilah pemberi pengaruh baik, penyejuk suasana, dan juga penerang yang memberikan contoh teladan bagi orang lain, terutama bagi generasi muda lainnya,” pesannya penuh harap.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, Roberd Sapulette juga tidak lupa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-45 bagi GM4.

Harapannya, organisasi ini semakin dewasa, semakin solid, dan semakin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan kota Ambon.

Selain itu, ucapan selamat ulang tahun juga ditujukan secara khusus kepada Ibu Pendeta yang merayakan hari lahirnya pada tanggal 16 April kemarin.

Semoga dengan bertambahnya usia, semakin bertambah pula hikmat, kesehatan, dan semangat dalam melayani Tuhan dan sesama.

Acara peresmian ini diharapkan menjadi titik balik bagi perubahan positif di kawasan Pantai Wanitu. Keberadaan sekretariat yang representatif diharapkan mampu menampung berbagai kegiatan kreatif, rohani, dan sosial yang positif bagi pemuda.

Dengan adanya wadah yang layak ini, potensi-potensi muda dapat digali dan dikembangkan ke arah yang lebih produktif, sehingga mampu menekan angka kenakalan remaja dan masalah sosial lainnya yang sering menjadi keluhan masyarakat.

Kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Sinergi ini sangat penting untuk mewujudkan Kota Ambon yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga maju dalam karakter dan moral masyarakatnya.

Akhir kata, semoga gedung sekretariat ini menjadi rumah bersama yang membawa berkat, kedamaian, dan kesejukan bagi semua orang yang masuk ke dalamnya, serta menjadi aset berharga bagi kemajuan organisasi dan pembangunan daerah ke depannya”tutup Robertd Sapulette.

(**)

Berita

Bagian Hukum Akan Laporkan Akun Tiktok yang Menyerang Pejabat Pemkot Ambon

Ambon,- beritasumbernews.com – Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Ronald Lekransy menegaskan, pihaknya akan melaporkan sejumlah akun media sosial (TikTok) ke Polersta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, lantaran diduga telah menyebarkan informasi bermuatan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap para pejabat di wilayah kerja kami.

Hal ini disampaikan Lekransy, di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026). Untuk diketahui proses pelaporan akan dilakukan Selasa (21/4/2026).

“Langkah hukum ini melalui Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kota Ambon Lexy M. Manuputty, SH diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga integritas aparatur, serta memastikan bahwa proses pemerintahan berjalan secara profesional, objektif, dan bebas dari intervensi yang tidak sah,” jelas Lekransy.

Laporan tersebut berkaitan dengan pernyataan-pernyataan menyinggung, yang bermunculan setelah seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Ambon dibuka proses pendaftarannya.

“Namun demikian, setelah proses pendaftaran berlangsung, muncul sejumlah konten pada akun TikTok tertentu yang menyebarkan informasi tidak benar, bersifat tendensius, serta mengandung tuduhan yang tidak didukung oleh fakta maupun alat bukti yang sah. Dan secara langsung menyerang kehormatan dan nama baik para calon, sehingga dinilai telah memenuhi unsur pencemaran nama baik dan fitnah, sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum pidana yang berlaku, dan juga berdampak pada ajakan seruan aksi yang berpotensi kegaduhan,” terangnya.

Menurutnya, tudingan-tudingan yang di sampaikan melalui akun pada platform TikTok ini, tidak hanya menyasar pada bakal calon, tuduhan serupa juga diarahkan kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Ambon, Yopie Silanno.

Informasi yang disebarluaskan dinilai penyebaran informasi yang tidak akurat, mengingat ada mekanisme tindak lanjut hasil pemeriksaan yang telah di follow-up.

“Pemerintah Kota Ambon menilai, bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara pribadi para pejabat yang disebutkan, tetapi juga berdampak luas terhadap institusi. Penyebaran informasi yang provokatif dan tidak akurat berpotensi menimbulkan kegaduhan publik, menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemerintahan, serta mengganggu stabilitas dan ketertiban di lingkungan birokrasi. Oleh karena itu, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan sebagai bagian dari kebebasan berekspresi, melainkan telah melampaui batas dan masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum,” tambah Lekransy.

“Unsur kesengajaan dalam perbuatan ini tercermin dari aktivitas aktif memproduksi dan menyebarluaskan konten, melalui platform digital yang dapat diakses publik, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian nyata terhadap reputasi pribadi, profesionalitas jabatan, dan kredibilitas Pemerintah Kota Ambon secara keseluruhan,” imbuh dia. .

Pemerintah Kota menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah penyampaian kritik, saran yang didasarkan pada fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sebagai bukti rasa cintanya bagi kota ini, sekaligus bentuk kontrol sosial dalam konsep tata kelola pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel.

Berikut, nama-nama Bakal Calo Sekretaris Daerah Kota Ambon (Sekkot), yang telah mendaftarkan diri; Apries B. Gaspersz, S.STP., M.Si; Roberd Sapulette, ST., MT; Steven Dominggus, S.IP., M.Si; dan Richard Luhukay, AP.

Keempat pejabat ini memiliki hak konstitusional dan administratif, untuk mengikuti proses seleksi secara adil, transparan, dan berbasis merit sistem, tanpa tekanan atau pengaruh dari pihak manapun. (/**)

Berita

Dankodaeral IX Terima Courtesy Call Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku

Ambon – beritasumbernews.com Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menerima Courtesy Call (CC) Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Adit Aditya Nugraha beserta staf di Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Senin (20/4/2026).

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka membahas rencana kerja sama terkait kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang secara rutin diselenggarakan oleh Bank Indonesia guna menjaga kedaulatan mata uang rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil di Indonesia, khususnya di wilayah Maluku.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir mendampingi dari pihak Bank Indonesia, yakni Dicky R. Afriyanto selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Izaac Wattimena dan Patimase Hanokh.

Komandan Kodaeral IX didampingi Ir Kodaeral lX, Asops Dankodaeral lX, Aster Dankodaeral lX, Komandan KRl Dorang dan Dandenma Kodaeral lX menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indonesia tersebut.

Menurut Dankodaeral lX, kerja sama antara TNI Angkatan Laut khususnya Kodaeral lX dengan Bank Indonesia diharapkan dapat terus terjalin dengan baik, khususnya dalam mendukung distribusi uang rupiah secara aman dan merata di wilayah kepulauan Maluku.

Melalui sinergi ini lanjutnya, diharapkan upaya menjaga stabilitas dan kedaulatan ekonomi nasional dapat semakin optimal, sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan dan kepulauan terpencil. (**).

Berita

Klarifikasi soal WNA di Wilayah Operasional: Semua Lewat Pintu Resmi Imigrasi dan Kepabeanan

Ambon – beritasumbernews.com – Menanggapi pertanyaan soal keberadaan warga asing di wilayah operasional, ditegaskan bahwa setiap orang dari luar yang masuk ke suatu wilayah wajib melalui pintu-pintu resmi dengan memenuhi persyaratan administratif kepabeanan dan keimigrasian.

“Jadi kalau melihat ada orang asing berkeliaran, entah mereka mau bekerja, sebagai wisatawan, atau peneliti, keberadaan mereka harus dikonfirmasi secara resmi. Jangan dikonfirmasi berdasarkan penglihatan saja,” tegasnya.

Dengan konfirmasi resmi ke Imigrasi, akan didapat jawaban yang sah terkait status dan formasi keberadaan mereka.

Salampessy meminta publik tidak mengaitkan keberadaan WNA dengan isu “guru botak” atau lainnya.

“Kalau itu bagian dari investasi, pasti hubungannya dengan keimigrasian. Tidak serta-merta orang datang begitu saja tanpa izin,” jelasnya.

Jika sebagai wisatawan, mereka akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Jika peneliti, berkoordinasi dengan universitas. Jika tenaga kerja perusahaan, harus ada izin resmi.

“Tidak mungkin ada aktivitas investasi jalan tanpa izin. Berarti kita berasumsi izinnya sudah ada. Khusus untuk izin tenaga kerja, berarti perusahaan yang mengajukan. Pemilik perusahaan pasti urus izin operasionalnya dulu.”

Izin PT HAM Sudah Lengkap dari Pusat  Terkait PT HAM (Harmoni Alam Manusela), ditegaskan bahwa perizinan perusahaan sudah sangat lengkap.

“Izinnya sudah sangat lengkap karena itu kelengkapan resmi dari pusat,” ujarnya.

Ia menepis dugaan izin baru diurus 7 bulan dan belum keluar. “Sudah keluar. Perizinan perusahaan itu lengkap.”

Salampessy mengimbau masyarakat dan media tidak berspekulasi. Untuk memastikan status WNA atau izin perusahaan, konfirmasi ke Imigrasi, BKPM, atau instansi teknis terkait.  “Jangan berasumsi. Konfirmasi dulu supaya dapat data yang benar,”

Djalaludin juga mengatakan Poin Klarifikasi:

1. WNA masuk wilayah: Wajib lewat pintu resmi Imigrasi & Bea Cukai.

2. Status WNA: Harus cek resmi, bukan dari penglihatan. Bisa wisatawan, peneliti, TKA legal.

3. Investasi & TKA: Tidak jalan tanpa izin. Perusahaan urus izin dulu ke pusat.

4. PT HAM: Izin sudah lengkap dari pusat.

5. Imbauan: Konfirmasi ke Imigrasi/instansi resmi, jangan spekulasi.

Tutup Salampessy.

 

(Chey)

Berita

Klarifikasi Ketua Satgas: Anggaran Penertiban 14 Hari Murni APBD, Tidak Ada Pihak Lain Biayai

Ambon – beritasumbernews.com – Djalaludin Salampessy membantah isu adanya pembiayaan dari pihak luar selama operasi 14 hari. Ia menegaskan seluruh anggaran murni dari APBD dan nilainya di bawah Rp800 juta.

“Sesuai mekanisme SK yang ada, Forkopimda masuk semua dalam tim. Selama 14 hari itu tidak ada anggaran yang ditanggung pihak manapun, kecuali dari APBD. Nilainya juga tidak sampai 800 juta, di bawah itu, karena sudah ditetapkan dalam APBD. Jadi jangan sampai ada yang menafsirkan kegiatan 14 hari dibiayai orang lain,” tegasnya.

Tim penertiban yang dibentuk berdasarkan SK melibatkan seluruh unsur Forkopimda. Gubernur Maluku Wakapolda, dan pimpinan instansi terkait ikut terlibat langsung.

“Itu tim penertiban resmi sesuai SK. Jadi bukan kerja perorangan. Semua unsur dilibatkan,” ujar Salampessy

Ia menambahkan, kalau ada pembiayaan keamanan setelah 14 hari, itu sudah bukan tanggung jawab tim. “Tugas kami 14 hari sudah dilaksanakan baik dan tertib.”

Selama 14 hari proses penertiban, personel yang digunakan adalah anggota organik yang sudah ada di wilayah.

“Polres di sana, Brimob di sana, Kodim 1506/Namlea. Dari provinsi hanya ketua satgas, kemudian pimpinan yang melakukan kunjungan pengawasan. Tidak ada pengerahan anggota dari wilayah lain. Jadi tidak ada biaya transportasi besar,” jelasnya.

Karena itu, ia membantah analisis yang menyebut biaya sampai Rp40 miliar atau Rp43 miliar. “Itu tidak ada sama sekali. Mereka menganalisis sendiri tanpa konfirmasi ke kami.”

Terkait fasilitas dan transportasi, tim menggunakan aset yang sudah ada di lokasi. Kata Salampessy

“Kita pakai mobil dan fasilitas dari Polres, dari kompi-kompi yang ada di Buru, dari Batalyon baru yang dibangun di sana, dan Kodim 1506/Namlea. Tidak menggunakan yang lain,” katanya.

Pengeluaran hanya untuk BBM operasional satuan yang terlibat selama 14 hari. “Transportasinya tidak mahal. Hanya beli bensin untuk operasional anak-anak di lapangan.”

Salampessy juga membantah informasi yang menyebut Ibu Helena membiayai operasi, kegiatan Tim penertiban

“Informasinya belum ketemu di sana bahwa Ibu Helena yang kasih. Kalian lihat, isinya tidak ada. Itu hanya konfirmasi yang dipelintir jadi berita. Wartawan harus cek data dulu, konfirmasi dulu. Jangan konfirmasi dijadikan berita seolah-olah fakta,” tegasnya.

Ketua Satgas Djalaludin Salampessy mengimbau media melakukan konfirmasi langsung agar tidak salah tafsir.

“Kalau datang langsung konfirmasi, kalian bisa jawab dengan benar. Pak Gubernur sudah jawab sangat jelas. Tidak ada dinamika lain yang memanfaatkan fasilitas. Semua pakai fasilitas resmi yang ada,” tutupnya.

(Chey)

Berita

Gerak Cepat Polisi, 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPC Golkar Malra Berhasil Diamankan Polres Maluku Tenggara

Ambon – beritasumbernews.com- Kepolisian Daerah Maluku bergerak cepat menangani kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian, dua terduga pelaku berhasil diamankan aparat Polres Maluku Tenggara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat korban berjalan menuju pintu keluar bandara.

“Pelaku mendekati korban dan langsung melakukan penikaman menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujar Rositah.

Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan oleh pihak keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung dipimpin Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi. melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan saksi, serta pengejaran terhadap terduga pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih dua jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan.

Keduanya diketahui berinisial HR (28) dan FU (36), Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara guna mengungkap peran masing-masing serta motif di balik aksi tersebut.

“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat dan terukur. Kami masih mendalami motif, tambah Rositah.

Kapolda Maluku telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tuntas. Selain itu, langkah-langkah preventif juga dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara.

Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga dan simpatisan korban, agar tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan balasan. Serahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Polri,” tegasnya. (**)

[instagram-feed]