Bencana Banjir Membuat Aktifitas Di SBT Lumpu

SBT,beritasumbernews.com
Beberapa minggu terakhir bencana banjir dan tanah longsor melanda Provinsi Maluku mengakibatkan bebarapa ruas jalan dan jembatan hancur terutama daerah seram bagian selatan dari kecamatan werinama, kecamatan siwalalat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Hal itu terjadi sampai ke kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), untuk itu diminta pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional wilayah Maluku dan Balai Wilayah Sungai Maluku segera mengambil langka tanggap darurat dalam rangka memperbaiki infrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak didaerah tersebut. Sebut Komisi I DPRD Provinsi Maluku Alimudin Kolatlena kepada wartawan di ambon

Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Alimudin Kolatlena, kepada wartawan di Ambon (20/7/2022) saat pihaknya bersedia memberikan komentar soal insfrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat hujan dan banjir melanda Provinsi Maluku terutama di Kabupaten SBT dan Maluku Tengah.

“Dengan curah hujan begitu tinggi kemudian ada musim timur mengakibatkan gelombang laut tinggi dan terjadi bencana alam dimana-mana terutama akses jalan dari kecamatan werinama ke Siwalalat ke Maluku Tengah merupakan akses jalan dipergunakan oleh masyarakat disekitar wilayah itu dengan terjadi bencana longsor disertai banjir mengakibatkan jalan dan jembatan putus untuk itu diminta kepada pihak balai baik balai jalan nasional, wilayah Maluku maupun balai wilayah sungai Maluku segera melakukan tindakan tanggap darurat dan secepatnya diperbaiki sehingga arus transportasi darat diwilayah tersebut dapat pulih kembali,” jelas Kolatlena

Lebih lanjut kata Kolatlena, kita minta konsistensi dan komitmen dari pihak balai karena banyak sekali kegiatan di SBT, terutama kagiatan dengan bencana alam lambat sekali disikapi pihak balai, untuk itu kita minta kali ini ada keseriusan dalam rangka penangan bencana banjir yang terjadi, ada fakta didepan mata kita begitu pula penderitaan dialami masyarakat khususnya infrakstruktur jalan yang terputus ada penangan dengan segera supaya akses masyarakat dapat berjalan dengan lancar kalau tidak perekonomian bisa jadi lumpuh.

“Balai jalan maupun balai sungai tidak boleh tutup mata melihat bencana alam terjadi dan diminta konsisten dalam penanganan dan jangan sering mengeluarkan stakmen di publik padahal realisasi dan tindakan tidak serius di lapangan, kita sebagai anggota dewan dapil SBT tetap mengawal seluruh proses penanganan bencana tahun ini dan bila ada yang tidak serius kami akan menindak lanjutinya ,” Tutup Kolatlena (Chey)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *