Di Duga Kuat Oknum Anggota Intel Kodim Namlea Bak-up Tambak Larut Ilegal Di Gunung Botak
Buru,beritasumbernews.com
Di duga kuat ada oknum anggota Intel Kodim 1506/Namlea membak-up kegiatan ilegal di tambang gunung botak yang terus berjalan hingga saat ini membawa dampak yang buruk pada lingkungan.

Pantauan media ini selama sepekan kemarin, diketahui berdasarkan informasi sumber terpercaya yang juga sedang terlibat dalam aktifitas kegiatan ilegal tersebut menyampaikan dan membenarkan adanya kegiatan ilegal yang melibatkan oknum anggota TNI AD dan juga oknum anggota Polres Buru.

Berdasarkan informasi yang di himpun media ini” di ketahui bahwa” Bendungan air milik oknum anggota tersebut sudah parmanen (cor beton) dan bendungan tersebut berada pada kepala sungai Wambulale. Ungkap Sumber

Oknum tersebut di ketahui asal Gorontalo, dan ternyata bendungan tersebut bukan saja satu namun ada tiga sementara di duga kuat kegiatan ilegal tersebut di Bak-up oleh oknum anggota TNI AD berinisial MW alias O, bahkan ada keterlibatan oknum anggota Polres Buru berinisial D.

Sumber air dari Bendungan tersebut selain dipergunakan melayani giat dari usaha tambak larut, namun air tersebut juga di pergunakan buat kebutuhan usaha tembak larut dan dompeng milik pengusaha yang lain dengan harga yang Fantaistis, usaha tersebut sudah lama beroperasi sejak tahun 2018.

Sementara bendungan tersebut belum kantongi ijin dari Kementrian PUPR dan Balai sungai maupun Dinas PUPR provinsi Maluku.

Selain itu Di duga kuat juga oknum anggota tersebut berinisial MW alias O itu, memiliki Tembak Larut yang Terletak Di gunung Kapur, kawasan tambang emas gunung botak.

Informasi yang di terima media ini bahwa di tahun 2020 oknum WM pernah di panggil oleh pihak Kodam XVI/Pattimura terkait aktifitasnya yang di duga terlibat bahkan membak-up kegiatan atau aktifitas ilegal tersebut.

Pemilik Bendungan Air dan Tembak larut ini adalah milik Bos LS dan MW alias O, yang beralamat sesuai keterangan sumber di Desa Wabsait jalur B.

Selain itu pihak lain AU diduga juga memiliki Aset tembak larut dan bak rendaman di daerah kapuran areal gunung botak, ada keterlibatan unsur Polsek Waeapo dalam membak-up kegiatan tersebut.

Selain Memiliki Aset di gunung botak MW juga membak-up Dompeng dan bak rendaman milik Bos Bohari yang ada di Tanah Merah di areal tambang emas ilegal gunung botak, hal ini sudah cukup lama di Bak-up sejak 2021.

Ada juga dompeng di lokasi alur janda kawasan gunung botak, yang di miliki oleh AU, hal ini membuat publik menilai Pemda Provinsi dan Pemda Buru serta TNI/Polri yakni Kodim 1506/Namlea dan Polres Buru sangat lemah dalam menyikapi akan hal tersebut. (Chey)