Piru,beritasumbernews.com,Terkait pemberitaan Pemotongan Dana bos yang kembali digulirkan ternyata sudah dipublis beberapa waktu yang lalu dan telah dilakukan pengumpulan informasi dan oleh kejaksaan negeri dan kepolisian namun karena tidak ada cukup bukti terkait pemotongan Dana Tersebut maka oleh beberapa oknum sengaja digiring ke arah pungutan liar (pungli) dan ternyata itu pun tidak benar dan hanya upaya menggiring opini.
Diduga kondisi ini sengaja ditiupkan oleh kalangan birokrasi sendiri termasuk internal dinas yang berambisi untuk menjatuhkan Kepala Dinas Pendidikan John Tahya Untuk itu Pj. Bupati menggaungkan langkah penataan birokrasi di SBB.
Hal ini diduga juga menjadi bisikan yang elok bagi mereka yang selama ini nyaman dan tergeser karena ternyata mereka yang merongrong pemerintahan di SBB dan raport mereka buruk dengan berbagai kasus besar diantaranya perjalan fiktif ratusan juta,
Mark up dana ADD untuk perjalanan dinas perangkat desa untuk studi banding, termasuk gratifikasi di balai sangat besar.
Oleh sebab itu bagi oknum jurnalis yang memuat berita diharapkan untuk konfirmasih dulu baru di beritakan kami tidak Melarang dan membatasi saudara asalkan datang dan konfirmasi masalah tersebut.
Berita yang baru di mainkan itu tidak benar itu hanya untuk kepentingan deal-deal tertentu sebagaimana fakta diatas.
Dan ternyata pegawai honorer yang menjadi sumber berita setelah dicek kehadirannya sesuai daftar hadir pada Dinas Dikbud sejak Juni s/d oktober 2022 belum mencapai10% Namun memaksakan haknya dipenuhi segera, bahkan namanya sdh tidak ada didaftar bayar dan daftar hadir pada bulan oktober tapi tetap dipaksakan dan tetap saja diperintahkan oleh kadis untuk melakukan pembayanran sambil menunggu penyesuian berdasarkan pagu yang tersedia sambil mengupayakan kekurangannya.
Untuk itu John Tahya Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Kab.SBB” Membantah adanya tudingan pihaknya lakukan Pemotongan dana Bos Dan Gaji Honorer, di lingkup dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat.
Hal itu di ungkapkan Kadis dan bendahara Dinas pendidikan Edwin Pattisina saat di temui awak media ini di ruang kerjanya Kadis pendidikan kemarin siang. Sabtu 05/11/2022
Kadis membantah adanya pemotongan dana tersebut jadi Berita di salah satu media Onlain itu tidak benar kami harapkan kepada oknum Wartawan kami menginginkan kerja sama yang baik kalau ada isu menyangkut dengan kinerja kami di dinas kami butuh di konfirmasih.
Hal tersebut juga di katakan bendahara dinas pendidikan.Edwin Patiasina, kepada Wartwan Lensa Baru.
Saya yang membayar gaji honorer Tidak ada Pemotongan angaran apa pun, hanya saja pagu kami cuma 39 Sementara honorer yang ada di DPA kita dalam Daftar Bayar dan Daftar hadir ada 43 orang. Ungkap Edwin
Pasalnya” Pegawai Honorer kami mintakan penyesuaian dengan daftar hadir jadi ada yang sudah dibayar dengan 3 juta untuk 3 bulan dan ada yang baru dibayar 2 juta sambil mengupayakan kekurangan karena untuk 43 orang honorer dibutuhkan 129.000.000 sementara yang tersedia di Pagu 117.000,000 sehingga kami masih tertunggak 12 juta.
Untuk itu berita yang di sampaikan itu tidak benar.kalau memang ada honorer yang menyampaikan hal demikian kepada Media kami harapkan datang temui kami agar kami Perjekaskan kami tidak memotong dana kalian itu hak kalian. Pungkasnya (Yan.L)
