Halut,beritasumbernews.com,Polda Malut kini kembali menuai protes Kali, ini datang dari keluarga Gina Keris Anastasya Ewi, Casis Polwan asal Halmahera Utara.
Padahal baru saja terjadi kasus yang di duga kecurangan dan manipulasi yang di buat panitia penerimaan seleksi Bintara Polisi Polda Malut pada salah satu Casis
Sulastri, Calon Siswa (Casis) Polisi Wanita (Polwan) yang sebelumnya dinyatakan gugur.
Namun setelah Polda Malut menuai protes dari berbagai kalangan kemudian oleh Polda Maluku Utara akhirnya mengakomodir dan menyatakan Casis polisi wanita (Polwan) Sulastri Irwan lulus dalam perekrutan anggota polwan Bintara Polri gelombang I tahun anggaran 2023.
Terlepas dari Masalah itu, kini Polda Malut kembali menuai protes.
Kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/11/2022) Gina didampingi ke dua orang tua, korban menyampaikan kepada wartawan di Halmahera Utara bahwa” dirinya bersama keluarganya merasa tidak puas dengan hasil seleksi pantoher kemarin.
Kata Gina” Jujur saja sampai sekarang saya tidak puas karena saya berada pada peringkat sepuluh, dan kuota yang diberikan oleh mabes pada saat sidang terakhir itu diberikan sembilan orang untuk casis polwan jalur Bintara atau Bintara Polisi Tugas Umum PTU.” Resah Gina
Lanjut Gina” dari sembilan orang ada satu casis yang diprioritaskan karena kakanya jadi korban penembakan di papua, dan diberikan kuota khusus dari Kapolri.
Semua Casis memakluni itu. Namun terkait Har Kapolda, baru diberitahukan pada saat sidang terakhir.
Selanjutnya Gina mempertanyakan soal perengkingan, Dimana Gina berada di rangking 10, namun ternyata yang diambil adalah rengking 28 atas nama Wulandari, Sementara kuota yang diberikan oleh mabes itu sampai pada peringkat 9, ini aneh ada apa dengan panitia, perlu di pertanyakan terlihat manipulasi dan nepotisme. Keluh Gina
Terkait hal itu Gina dan keluarga mengaku tidak puas yang mereka alaminya saat ini, Rasa ketidakpuasan itu di ungkapkan Pdt Else Lessa (ibu Gina) yang mempertanyakan kenapa pada rangking 28 yang dipilih .
“Masa rangking 28 yang di ambil, bukan rangking 10. Ada apa ini, ” Tanya ibu Gina
Tidak hanya itu, kepada wartawan Else juga membeberkan ketika mendampingi Gina, ada pihak kepolisian yang menawarkan untuk mengikuti jata Kapolda, namun harus bersedia menyiapkan sesuatu yang di anggap pelicin, dengan nilai yang cukup drastis.
Kata Gina, pihaknya keluarga menolak karena tidak memiliki apa yang di minta seperti itu, Guna merasa bahwa kedua orang tua Gina adalah Pendeta yang kerap berkhotbah tentang kebaikan.
“Tawaran itu kami tolak. Dan selama tiga kali ikut tes, Gina hanya mengandalkan Doa dan kemampuannya, ” tuturnya
Hal senada juga disampaikan Ayah Gina, Pdt Benyamin Ewy, yang merasa tidak puas dengan putusan ini, karena menurutnya cara dan keputusan yang dilakukan oleh panitia, sangat tidak rasional.
“Kami tidak puas, karena anak kami masuk dalam rangking 10, namun kenyataan yang di ambil justru yang di peringkat 28. Karena itu, kami tetap akan memperjuangkan. Karena ini menyangkut masa depan anak kami, bahkan ada kejanggalan dalam keputusan dan pengambilan kebijakan tersebut, hal ini akan kamu desak Kapolri agar sikap panitia segera di gantikan karena hanya merusak citra Polisi seperti yang sedang terjadi. ucapnya
Kabid Humas yang coba di hubungi media ini, lewat salah satu personil Binmas Polda Malut, namun hingga berita ini tayang belum ada respon baik. (Tim)
