Prof. Rizal Damanik Tawarkan Solusi Turunkan Angka Stunting Di Maluku

Ambon,beritasumbernews.com,Rapat pra koordinasi daerah yang di gelar BKKBN Provinsi Maluku di Hotel Santika Ambon siang tadi membicarakan hal program pembangunan keluarga,kependudukan dan keluarga berencana (Banggakencana) dan percepatan penurunan Stunting 2023 di Maluku. Rabu 15/02/2023

Menurut Prof. drh. Rizal Damanik.M. RepSc. Ph.D Deputi bidang Lelitbang BKKBN RI yang di temui wartawan usai kegiatan mengatakan bahwa” harus dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat. Sebutnya

Katanya” yang harus di Sorong untuk peningkatan gizi atau vitamin pada masyarakat Kusus pada usia bayi, mestinya ada program kemasyarakatan yang di buat guna bisa di manfaatin oleh masyarakat seperti pemberian modal guna melakukan pemeliharaan ayam kampung atau ayam telur. Kata Prof

Lanjutnya” hal ini akan di laksanakan secara bergulir sehingga masyarakat atau keluarga yang beresiko Stunting itu akan menikmati makanan bergizi. Ucapnya

Katanya” karena masyarakat Kususnya pada keluarga yang beresiko itu bisa menikmati makanan yang bergizi dan mengkonsumsi berprotein hewani. Jelasnya

Masih kata Prof” jika modal itu sudah di berikan, maka masyarakat akan mempunyai kemampuan untuk mngelolah usahanya itu sehingga menjadi berkembang pertumbuhan ekonominya yang awalnya lemah. Tutur Prof

Hal tersebut juga merupakan bentuk konferensi, sinergitas dalam upaya percepatan penurunan Stunting, sehingga itu bisa menjadi satu contoh yang mana masyarakat dia akan paham bagaimana meningkatkan produktifitas ayam bertelur yang akan menghasilkan pendapatan yang lebih baik dalam pertumbuhan ekonominya.

Prof. Rizal Damanik juga mengatakan bahwa” dengan nantinya program – program Desa yang di buat dengan menghadirkan praktisi bahkan Dosen dari perguruan tinggi, sehingga akan membawa dampak ekonomis bagi pengusaha kecil di Desa dan itu akan membantu pemerintah dalam menekan peningkatan Stunting. Tuturnya

Di tambahkannya bahwa” pihaknya sudah melakukan koordinasi di tingkat daerah sampai tingkat pusat terkait 2% dari SD yang akan di gunakan untuk penanganan Stunting di Desa – desa. Terangnya

Lebih di tekan olehnya bahwa” di Maluku masih di dapati angka kasus Stunting masih sangat tinggi, sehingga harapannya agar terus di perjuangkan dan berupaya sehingga angka tersebut bisa jauh turun lebih di bawa lagi. Pungkasnya (Veja)

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *