Saparua,beritasumbernews.com,Saniri Negeri dan Tua-tua adat negeri Nolloth, Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, melakukan aksi protes dengan cara memalang Kantor Pemerintahan Negeri Nolloth, sejak Pagi Senin 20/02/23
Saniri dan Tua-tua adat serta masyarakat adat negeri Nolloth tidak terima dengan cara pelantikan Kepala Pemerintahan Negeri Nolloth yaitu Zeth Daud Patty secara diam-diam.
Pasalnya pelantikan saudara Zeth Daud Patty sebagai Kepala Pemerintahan Negeri Nolloth tidak sesuai Prosedur dan tidak melalui kami selaku badan pemerintahan Saniri Negeri yang baru, sehingga pada saat pelantikan di masohi kami juga kaget, ungkap Tua Adat yang juga anggota saniri Negeri Nolloth Max. Huliselan.
Dijelaskannya bahwa, pada hari senin 13 februari 2023, Saniri dan Tua-tua adat telah menghadap Pa Bupati dan Staf-staf Ahli dan Stegman kami bahwa Negeri Nolloth adalah Negeri adat dan Rajanya juga harus dilantik secara adat, sehingga Perintah Pa Bupati saat itu, yakni proses raja Negeri Nolloth harus dikembalikan ke Adat Negeri nolloth, ungkap huliselan yang ditemui media ini sesuai pemasangan Kantor Negeri nollloth
Hal yang sama dikatakan oleh ketua saniri Negeri Nolloth Jonatan. Sipasulta kepada media ini di kediamannya, dikatakan Sipasulta bahwa kami saniri dan tua – tua adat sebelum melakukan pemasangan di hari ini, kami telah melakukan pertemuan pada hari minggu 19/02/23, dan hasil pertemuan menyepakati bahwa Tua Adat Negeri Nolloth tidak akan melakukan pengukuhan Sdr. Zeth Daud Patty secara Adat dan pada hari ini 20/02/23 kita akan melakukan pemalangan sampai ada keputusan dari pemerintah daerah terkait persoalan tersebut, ungkap sipasulta.
Selama ini kami selaku pemerintah Saniri yang baru tidak pernah mengetahui adanya pemberkassan calon raja ( Sdr. Zeth. Daud. Patty ) yang telah diusulkan oleh saniri yang lama, karena tidak ada serah terima berita acara dari saniri lama ke saniri baru terkait hal itu,
Untuk itu, tegas sipasulta.
Terlihat Kapolsek Saparua AKP. Jacob. Walalayo yang berada di lokasi pemalangan Kantor Negeri Nolloth bersama anggota polsek, melakukan pendekatan dan menyampaikan pesan – pesan kamtibmas kepada tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Negeri Nolloth, baik itu Saniri maupun tua Adat dalam upaya menengkan masyarakat agar tidak anarkis dan selalu tenang serta berupaya dalam mencari solusi agar tidak berlama-lama dalam pemalangan tersebut, karena Kantor pemerintahan Negeri Nolloth adalah merupakan inventaris pemerintah,
Niat baik kapolsek diterima oleh Saniri dan Tua Adat maupun tokoh masyarakat lainnya, mereka menyampaikan bahwa kami sudah menyampaikan kepada masyarakat Negeri Nolloth agar tidak anarkis dan tetap tenang dan urusan pemalangan Kantor Negeri tersebut biar kami selaku tua adat dan Saniri yang melakukannya, dan sampai kapan Kantor Negeri dibuka tergantung pemerintah daerah bisa melihat proses ini. (Joji)
