Saparua,beritasumbernews.com,Dalam memerangi Sampah rumah tangga yang ada di daerah Kawasan Konservasi ( KK ) kepulauan Lease khususnya di Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Coral Triangle Center ( CTC ) Dan Baileo Maluku melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ), Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Provinsi dan Kabupaten, serta Investro Sampah Milion Limba Ambon ( MLA ) dan juga Yayasan Toma Maju Lease di Pulau Saparua, Camat Saparua dan Saparua Timur, Ketua Klasis P. P. Lease serta pemerintah yang ada di 5 negeri, yakni Ihamahu, Mahu, Porto, Booi dan Paperu
Kegiatan yang dipusatkan di mahu lodge Negeri mahu pada Kamis 13/04/23 ini sangat diapresiasi oleh semua pihak, yang mana kegiatan tersebut menitik beratkan bagaimana cara dalam penanggulangan limbah sampah tersebut,
Kadis Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Maluku Tengah Chorneles Soparue, S. Pi, M. Si yang ditemui media ini dilokasi kegiatan menyampaikan kehadiran kami dari Dinas Lingkungan Hidup adalah untuk membantu CTC dalam rangka memberikan pikiran – pikiran tentang pengelolahan sampah itu sendiri, karena Program CTC tentang kelestarian Dugong dan Lamun di Lease khususnya di saparua dapat dipengaruhi oleh sampah – sampah rumah tangga yang di buang ke laut, sehingga dapat mengganggu ekosistem dari pada aktifitas dari Dugong dan Lamun, ungkap Soparue
Soparue menambahkan, Kabupaten Maluku Tengah telah menyediakan 2 infrastruktur TPSR yang ada di Negeri Ihamahu dan Negeri Ouw Kecamatan Saparua Timur guna membantu rantai pengelolaan sampah, kedepannya kita akan menambahkan fungsi Bank Sampah sehingga dengan adanya Bank Sampah akan menambah nilai dari pengelolaan sampah tersebut serta kami juga akan melakukan monitoring terhadap aktifitas dari CTC
Selain itu Anton dari Perwakilan PT. Milion Limbah Ambon ( MLA ) menjelaskan,salah satu upaya untuk pengelolaan sampah, adalah merubah sistem konvesional Yaitu tampung, angkut dan buang, menjadi sistem yang lebih maju.
Dengan melakukan delegasi pengolahan sampah secara terpadu hingga tingkat desa atau negeri dan kelurahan.
“Yang terpenting dari pengelolaan sampah mencakup 3K yakni konsep, kolaborasi dan kosistensi”
Dengan adanya program ini, maka akan membuka kesempatan kerja di sektor persampahan, menghasilkan nilai ekonomis dari sampah rumah tangga, serta membantu meningkatkan sektor pariwisata dari lingkungan yang bersih
MPA Learning Site Maneger – CTC bapak Purwanto, kepada media ini mengucapkan Terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ), Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Provinsi dan Kabupaten, serta Investro Sampah PT Milion Limba Ambon ( MLA ) dan juga Yayasan Toma Maju Lease di Pulau Saparua, Camat Saparua dan Saparua Timur, Ketua Klasis P. P. Lease yang telah memberikan solusi dan masukan dalam mengatasi limbah sampah tersebut, kalau dilihat dari jalannya pertemuan tersebut terlihat jelas bahwa sudah ada terapan dan kesadaran dalam penanggulangan sampah tersebut, namun hal tersebut terkendala dengan permodalan dan bagaimana cara berprosesnya, jelas Purwanto
Untuk itu kami dari CTC dan Baileo Maluku menghadirkan Investor Sampah Milion Limbah Ambon ( MLA ) guna menjawab keluhan-keluhan dari pihak-pihak yang sangat peduli terhadap sampah ini, seperti Klasis P. P. Lease, Yayasan Toma Maju Lease, serta pemerintah kecamatan,
Tidak menutup kemungkinan kedepannya kami akan melakukan koordinasi dengan semua Negeri yang ada di pulau saparua ini dalam upaya Mengsosialisasikan tentang pengelolahan sampah rumah tangga agar dapat memanfaatkan limbah tersebut dan tidak mengganggu aktivitas yang ada di laut. Harap Purwanto (joji)
