Ambonberitasumbernews.com
Rumah sakit umum daerah Kudamati Ambon di nilai pelayanan sangat buruk, banyak pasien yang mengeluh saat masuk rumah sakit tersebut.

Informasi ini berhasil di himpun Redaksi beritasumbernews.com dari salah satu pasien pensiunan yang benar – benar merasa kesal dan kecewa dengan pelayanan penanganan perawatan kesehatan di rumah sakit RSUD Haulusy Kudamati Ambon.

Kata Niko yang di temui media ini di kediamannya sekitar kawasan OSM Ambon, sore tadi Minggu 16 Juli 2023, sekitar pukul 20 : 00 Wit, di katakannya” ia sangat berharap kalau boleh ada tindakan tegas dari pihak pemerintah maupun DPRD untuk segera rumah sakit itu di tutup saja. Tegas Niko

Niko menjelaskan” kurang lebih dua bulan berlalu, ia saat sakit dalam rencana harus ke RST karena dia adalah seorang pensiunan TNI AD, namun karena sangking baiknya hubungan keakraban seorang birmang yang juga perawat pada RSUD Kudamati Ambon, yang mengajaknya ke RSU guna mendapat perawatan medis.

Namun sangat di sayangkan saat kurang lebih satu Minggu berada di rumah sakit tersebut, Niko sangat kesal terhadap pelayanan yang di alaminya di rumah sakit RSUD.

Menurutnya” sejak masuk hingga tidak betah dan minta keluar, tidak ada perhatian dari perawat dan tidak ada pelayanan yang baik hingga dirinya merasa geram dan tidak betah hingga minta pulang dan melanjutkan perawatan ke RST.

Yang paling mengherankan baginya, masuk RSUD dr. Haulusy Ambon dengan menggunakan BPJS, namun sangat di sayangkan pihak rumah sakit di duga kuat melakukan pembohongan.

Setiap masyarakat yang menggunakan BPJS sesuai dengan keterangan direktur BPJS beberapa waktu lalu saat lakukan kegiatan tatap muka dengan sejumlah insan pers di salah satu caffe & restoran di Ambon mengatakan bahwa, yang namanya masyarakat menggunakan BPJS saat masuk rumah sakit, satu peserpun tidak boleh di kenakan biaya dalam perobatan.

Namun sangat di sayangkan yang di lakukan pihak rumah sakit pada Niko lain dari kenyataan dan keharusan, Niko saat sken penyakit yang ada di tubuhnya harus membayar biaya sken sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Setelah Niko pulang ke rumah dan melanjutkan perobatan ke RST, kata Niko tidak di bayar sepeserpun di RST saat sken, dan dari situlah istri Niko mulai mencoba meminta kembali uang 1 juta rupiah itu ke pihak rumah sakit RSUD, namun istri Niko di jadikan ibarat bola yang seenaknya di permainkan bolak balik tak bisa mengisi gol.

Kesal dengan informasi dari pihak rumah sakit, istri Niko pun menjadi bosan mengurus pengembalian uang tersebut, karena tidak ada titik terang, namun yang di dapat hanya informasi yang tidak jelas ibarat mengharapkan hujan turun Dari langit, ia hanya bolak balik rumah sakit tampa membuai hasil.

Hal tersebut istri Niko kemudian menyampaikan ke suster yang awalnya meminta membawa Niko ke RSUD itu untuk mengurus pengembalian biaya sken tersebut, dan bukti kwitansi pembayaran di minta oleh suster tersebut dengan jaminan akan segera mengurusnya.

Lebih buruk lagi setiap kali di tanyakan oleh istri Niko, jawaban suster tersebut hanyalah nanti, sabar saja, jawaban itu membuat istri Niko bosan dan sudah malas untuk mengurusnya lagi.

Niko berharap ada perhatian serius pihak DPRD Maluku, terhadap pelayanan pihak RSUD yang buruk dan mengecewakan banyak masyarakat, agar bisa di beri sangsi tegas kepada setiap perawat, Direktur, maupun semua petugas yang ada di rumah sakit tersebut. Harap Niko

Hingga berita ini tayang, pihak rumah sakit belum bisa terkonfirmasi terkait permasalahan tersebut. (Tim)