Ambon,beritasumbernews.com,Master Of Sains Of Tropical (Insinyur Rony Lofis)yang juga merupakan pengurus dalam pelaksanaan kegiatan, Forum Group Discussioan (FGD) dan Sosialisasi Roadmap Pendidikan Musik Dinas Pendidikan kota Ambon Ta-2023, saat di temui beberapa awak media seusai kegiatan, bertempat di Gedung Hotel Manise, Rabu (25/10/2023) pukul 11:30Wit.
Kepada wartawan Lofis mengatakan, “kegiatan ini diinisiasi oleh dinas pendidikan kota Ambon, yang bekerja sama dengan Ambon music office, dan intih yang dibicarakan dalam diskusi ini adalah tentang bagaimana membuat kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional yang sudah berlaku di 10 sekolah, yang diantaranya 5 SD dan 5 SMP.
Tambahnya, ” ini menjadi sebuah dokumen yang terencana, sehingga Alpot yang ingin dihasilkan adalah sebuah buku Beta jalan dari pendidikan musik, yang durasi waktunya itu dari 2023-2027.
“Artinya bahwa semua visi dan misi tujuan strategi, sampai dengan implementasi itu akan dilakukan untuk kedalam roadmap, yang lebih banyak berbicara tentang, sumber daya manusia, serta tentang kurikulum itu sendiri, dan industri music, kemudian ada kebijakan atau regulasi yang perlu diambil, tutur Rony.
“Kemudian peran para pihak, dan stakeholder yang paling penting adalah kurikulum pendidikan musik ini, harus terkoneksi dengan jejaring baik secara lokal, nasional, internasional dalam konteks Ambon sebagai city of music itu sangat penting, tandas Rony.
Dirinya juga mengatakan, “Roadmap ini juga akan menjadi dokumen perencanaan, dan dokumen strategis, untuk membangun kurikulum ini secara berkelanjutan, karena kita menginginkan bahwa kurikulum ini terus bisa berlanjut bukan cuma sampai dengan 2023, tetapi bisa sampai dengan kapanpun, supaya Ambon city of music ini selalu ada”.
Tambahnya, “karena kurikulum musik pendidikan, terutama kurikulum muatan lokal musik wajib tradisi ini menjadi ujung tombak dari Ambon city of music, karena kurikulum ini sudah coba di replikasi di salah satu kota di Prancis, sehingga Ambon music office kemarin, telah mengirimkan dua orang ke Prancis untuk membicarakan kurikulum muatan lokal wajib musik.
“Di Perancis juga, ternyata ingin mempelajari itu, dan banyak kota-kota lain diluar, baik secara nasional maupun internasional, juga ingin mempelajari kurikulum muatan lokal wajib musik, karena dia terhubung dengan budaya, untuk mendorong dan membangun kota masa depan yang berkelanjutan. Pungkasnya (V374)
