Piru,beritasumbernews.com
Kemarin tepatnya di depan kantor Bupati Desa Morikau Kec.Seram Barat telah dilaksanakan kegiatan Aksi Demo yang dilakukan oleh Aliansi Pemerhati Masyarakat Adat Saka Mese Nusa ( tiga batang air Ety Tala Sapa Lewa),dengan Korlap Saman A.Patty, Albert sekaroni dan Yance rumahmury, dengan estimasi masa kurang lebih 300 orang. Senin 27/09/2021

Alat peraga yang di gunakan, adalah” 1 (satu) unit Mobil Pick up, 5 (lima) mobil Avansa, 1 (satu) mobil trek, 20 (dua puluh) kendaraan roda dua, 1 (satu) Penggeras Suara/Meghapone, 2 (dua) bendera merah Putih.

Selain itu Spanduk / Pamplet bertuliskan” Masyarakat adat Hati Telu Pi Menolak Kades piru”
2. Hentikan proses Pilkades di Negri Hatutelu
3). Bupati Yus Akerina apakah anda rela dikenang sebagai BPK perusak adat saka mese Nusa
4). Segera batalkan Pilkades di negeri – negeri adat
5). BPD negri rumahkai bohong rakyatnya sendiri
6). Sahkan perda negri adat kami negri adat ikut Pilkades hilang hak Ulayat
7). Kami masyarakat adat bukan desa sahkan dulu perda adat bukan sahkan desa
8). Kembalikan jati diri negri adat
9). Pemda kab.SBB lalai dan tidak mentaati amanat UU no 6 thn 2014 tentang desa pasal 116 ayat 2 dan 3 tentang perda Adat
10). Pemerintah kab.sbb wajib menempatkan perda tentang penetapan desa dan desa adat paling lama satu tahun setelah di undang ini
11). Pilkades merupakan malapetaka bagi negri adat.

Massa Aksi Aliansi Pemerhati Masyarakat Adat Saka Mese Nusa, berkumpul di Tugu Oma-Opa sebelum melaksanakan massa aksinya.

Massa Aksi Aliansi Pemerhati Masyarakat Adat Saka Mese Nusa, melaksanakan proses adat, di jalan tugu Oma opa yang di lakukan oleh Negri Adat Hunitetu Kecamatan Ianamosol Kab SBB.

Massa Aksi Aliansi Pemerhati Masyarakat Adat Saka Mese Nusa, setelah itu longmars ke Kantor Bupati SBB, untuk melakukan aksinya dan menyampaikan Orasinya oleh Korlap Saman A.Patty.

Kami datang di sisni dalam orasi merupakan aksi damai tdk hanarkis kami hanya meminta kepastian dan persoalan Pilkades tidak memiliki status yang jelas apalagi Negri-negri ada yang merupakan leluhur di seram bagaian barat.

Kami hanya Meminta Bupati atau pihak terkait untuk mengevaluasi BPD Se-Kabupaten Seram Bagian Barat, Mempercepat Pengesahan Peraturan Daerah identifikasi dan atau Penetapan Negeri adat.

Kata masa aksi” Kami datang hanya untuk menyampaikan aspirasi kami, keluhan masyarakat adat yang belum tuntas bumi Saka Mese Nusa.

Menurutnya” Hari ini kami hadir disini merupakan tanggung jawab moral saudara-saudara, karena kami tidak mau melihat Negeri adat diabaikan dan dihancurkan.

Bila negri adat di paksakan menjadi desa maka negri adat akan hilang dan hanjur dan pundi pundi adat akan di abaikan

Lanjutnya” Terkait BPD tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan dan menentukan kewenangan melakukan pemilihan setatus desa kepada negri adat

Katanya” Kami hanya menyampaikan hak hak adat kami agar di perhatiakan sehingga adat merupakan yg utama di seram bagaian barat ini di bumi Saka mese Nusa untuk itu perda adat segera di tetapkan

Bupati Kab.SBB, merupakan anak adat mari bisa melihat hal ini,jangan sampai Bupati di sebut bapak perusak negri adat di Bumi Saka Mase Nusa.

Sedangkan yang di sampaikan oleh Yance rumahmury bahwa” Kami melakukan aksi ini adalah aksi damai bukan anarkis, Olehnya itu kami minta keterbukaan dari pihak pemerintah Kab.SBB hal ini bapak Bupati Yus Akarina untuk menemui kami

Sedangkan yang di sampaikan Kalep Risaputy yaitu” Saya hadir disini bukan cuman meminta kepastian nasip kita anak anak negri tapi negri adat Saka mese Nusa

Kata Risaputy” Basudara-basudara samua perlu diketahui juga bahwa bukan saja kami pemuda adat saja tetapi ada juga anak anak adat disini, makanya harus ada kesepakatan dari Pemerintah Negeri dapat melihat negri adat jangan sampai hilang, Kami tidak mau nergi adat kami di injak injak oleh kepentingan yang menghancurkan negri adat.

Bupati Selaku pimpinan tertinggi dan merupakan anak adat mengapa hanjurkan negri adat.

Kemudian Ari Kurputi juga menyampaikan” Saya sebagai anak adat negri rumahkay dan merupakan opo adat di negri kami dan juga Bpk bupati merupakan anak adat di negri Rumahkay agar bisa menjelaskan setatus negri adat.

Kata Kurputi” Disini kami datang hanya meminta bapak bupati dapat menemui kami dan memberikan penjelasan kepada kami terkait negri negri adat yg sekarang ini belum jelas kepastaianya dan keberadaanya terutama perda adat yg belum di sahkan sampai sekarang ini.

Lanjutnya”Kami datang di sisni dengan baik baik mengapa tdk bisa menemui kami,jangan salahkan kami bila kami berbuat yg bisa memusingkan pihak keamanan bila kami membongkar pagar ini.

Mewakili Pemkab SBB Muksin Pellu menyampaikan” Untuk sekarang ini Bupati tidak ada di tempat masih melakukan tugas di luar di Sumut pasinaro di kecamat Ilpaputih.

Massa aksi tetap memaksakan ingin ketemu dengan Bupati dan pak sekda kab.SBB,untuk menemui para aksi.

Masa aksi Berusaha menerobos dan membongkar pagar Kantor Bupati dan ingin memaksakan sekda kab.SBB dapat menemui para akasi.

Kata Saman A.Patty saat melanjutkan orasi di DPRD” Perda adat memperkuat hak hak adat 3 batang air kami minta pihak Pemda dan juga DPRD Segera mengesahkan perda adat. Adat adalah dari rakyat yang perlu diusahakan budaya saka Mese Nusa karena adat adalah alat negir bagi masyarakat di seram bagian barat.

Konsitrubusi pemerintah Kab.SBB terhadap negri adat sangat mengambang,sehingga kami sebagai anak negri menuntut hal tersebut dan di saat ini kita mau mencari penjelasan yang terbaik tentang perda adat di negri negri Sapalewa yang terdapat tiga batang Air.

Mas aksi saat berorasi di terima oleh Ketua Komisi I DPRD Kab.SBB Hamadi Darman yang mengatakan” Kami komisi satu sebelum Basudara samua masyarakat Adat tiga batang air dan basudara datang di kantor ini kami sudah melayangkan surat kepada pemerintah daerah kab.SBB terkait perda dan besok kami sudah menerima jawabannya.

Kami minta kepada Basudara agar mari kita sama sama menjaga Kamtibmas di daerah saka mese Nusa ini dan di daerah kita masing masing agr terciptanya kedamaian. (Yan L)