AMBON – beritasumbernews.com Tepat di hari Sabtu, (26/10/24) di Hotel Natcepa Desa Suli Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku menggelar debat tahap pertama, Calon Gubernur dan calon wakil gubernur Maluku tahun 2024-2029.
Mengakhiri sesi debat tahap pertama itu, tim sukses calon gubernur nomor urut 01, bersama tim pemenangannya, mampir di KAFE Ujung *”Jembatan Merah Putih (JMP)”*
Ditempat ini lah tim pemanangan, termasuk calon gubernur Maluku No Urut 01, melepaskan kepenatan.
“Maklum baru selesai melaksanakan debat tahap pertama, soal arah dan kebijakan Maluku lima tahun kedepan.
Kenapa tim pemenang, pasangan calon gubernur dengan tagline “Beta Janji Beta Jaga” memilih kafe, Ujung Jembatan Merah Putih (JMP); Ini semata-mata mengingatkan jerih payah dan kerja keras serta suksesnya seorang mantan gubernur Maluku, dua periode, Karel Albert Ralahalu.
KA Ralahalu adalah seorang pensiunan militer dari TNI AD yang kala itu sukses memimpin Maluku.
Kendati begitu, debat telah usai, kini giliran melepaskan kekalutan dan kepenatan di kafe ujung JMP.
Disana terlihat calon gubernur Maluku, Jafri Apollo Rahawarin (JAR) menyanyi sebuah lagu, “Dari Ujung Halmahera sampai Tenggara Jauh, ” lagu ini kemudian ikut di nyanyikan bersama oleh tim pemenangan.
Suasana keakraban terjalin disana, di kafe ujung Jembatan Merah Putih ini. Namun satu yang tak disangka, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST, teringat akan sebuah tembang lagi lawas *’Hari Kiamat”*
Lagu ini diciptakan tahun 1976 dan populer hingga saat ini. Lagu ini dinyanyikan dan dipopulerkan oleh group Black Brothers Hengky Supit Cs.
Belum tau alasan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku menyanyi lagu tersebut.
Apakah lagu ini mengisahkan sebuah kenangan dimasanya atau memang ada unsur-unsur kritikan secara halus kepada pemimpin di negeri ini.
Namun sebelum mengulas lebih jauh sebaiknya mari kita simak lagu “Hari Kiamat”
“Di tepi jalan si miskin menjerit
Hidup meminta dan menerima
Yang kaya tertawa berpesta pora
Hidup penuh pamrih kecurangan~
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Itulah hidup semakin biasa
Seakan tak pedulikan lagi
Tiada kasih bagi yang lemah
Disiram banjiran airmata~
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan.
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Uhuhu..huhuhuhu..uu.. aaa..aa.
Watubun menceritakan, pilihan akan lagu sebagai bentuk kritikan kepada kepala daerah, yang telah meninggalkan banyak beban hutang daerah.
Kedua, pemimpin terdahulu meninggalkan kemiskinan berkepanjangan bagi masyarakat di Provinsi Maluku.
Dan memang kita kemana-mana banyak masyarakat kita alami kemiskinan ekstrim lantaran kebijakan yang tidak populis,; apalagi pemimpinya tidak sinergis dengan dewan perwakilan rakyat, “jelas Watubun, sembari menyatakan kalau lagu “Hari Kiamat” saya nyanyikan untuk mengingat beliau,.
Lagu itu kata Ketua DPD PDI Perjuangan, Benhur George Watubun, menceritakan tentang peringatan dan nasib para pendosa, serta ajaran bahwa perbuatan manusia di dunia akan menentukan nasibnya di kehidupan selanjutnya.
Lagu ini menggambarkan bagiamana si miskin meratap mengharapkan belas kasihan dari si kaya, dan tindakan yang diharapkan adalah si kaya menolong si miskin, “ujarnya mantap.
Kritikan Benhur Watubun sebagai bentuk respon atas eksistensi kepala daerah yang baru saja selesai melaksanakan tugasnya di bulan April 2024 lalu. Pemimpin itu lanjut Benhur, suka dan gemar serta doyan menyanyikan lagu ” *”Bento”*
Lagu “Bento” karya musisi legendaris Virgiawan Listanto alias Iwan Fals merupakan salah satu singel yang masuk dalam album grup musik folk rock SWAMI bertajuk “Swami I” yang rilis pada 1989.
“Namaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
Orang memanggilku, bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas sgalanya, asik!
Wajahku ganteng, banyak simpanan
Sekali lirik, oh bisa jalan
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah, karena aku
Yang penting asik, sekali lagi, asik!
Obral soal moral, omong keadilan, sarapan pagiku
Aksi tipu-tipu, lobi dan upeti, woo jagonya
Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru, datang padaku, sebut 3 kali namaku
Bento bento bento.. asik..
Lagu Bento, mengisahkan tentang rumah real estead, mobilku banyak’ harta berlimpah’.
Kegemaran Murad Ismail menyanyikan lagu tersebut kata Watubun, terkesan kalau yang bersangkutan mempertontonkan harta kekayaannya tetapi disisi lain masyarakat Maluku banyak yang miskin.
“jadi seolah mempertontonkan bagi rakyat di tengah-tengah suasana kemiskinan, pengangguran kian meningkat, kemudian banyak problem kesejahteraan yang tidak tertangani taruh lah seperti misalnya nasib guru, nasib pegawai, TPP yang tidak dibayarkan tepat waktu’ apalagi rakyat di kampung-kampung masih saja dalam suasana kebatinan hidup menderita karena berbagai ketimpangan-ketimpangan sosial yang mereka alami, “tandas Watubun.
“Keengganan menyanyikan lagu Bento, yang dinyanyikan Iwan Fals, sebagai sebuah kritikan kepada para penguasa, yang mengabaikan hidup kesejahteraan masyarakat.
“itu lagu bagus tapi sebetulnya lagu itu menunjuk dirinya sendiri dia mempertontonkan dia memiliki gaya hidup hedonisme, kekayaan yang berlimpah di tengah-tengah suasana kemiskinan yang masih di alami oleh rakyat Maluku, “ibarat ayam bertelur di lumbung padi, tapi mati kerena kelaparan, ” makanya saya merespon dengan menyanyi lagu *”Hari Kiamat”* ujar Wakil Rakyat dari dapil enam ini.
Dapil enam (6) meliput Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kabupaten Aru.
Menurut Benhur George Watubun BGW dirinya sangat tertarik dengan lirik
“Sadarlah kau cara hidupmu yang hanya menelan korban yang lain”.
Syair lagunya kan jelas karena itu respon lagu tersebut sebagai bentuk verifikasi terhadap calon kepala daerah yang telah melaksanakan tugas yang meninggalkan beban.
“Banyak hutang karena itu peringatan untuk sadar akan dosa-dosa yang telah dibuat kepada rakyat Maluku’ nah itu bentuk saya merespon dengan singkat sebagai bentuk peringatan kepadanya, “ujar BGW seraya mengingatkan akan masa kepemimpinan Murad Ismail dengan berbagai jejak digitalnya.
“Yang kedua’ perilaku pemimpin yang tidak pernah masuk kantor tepat waktu’ masuknya siang hari kemudian tidak pernah berkantor dengan baik di kantor gubernur, tidak menempati rumah dinas suka caci maki ya atau berkelahi’ mengundang masyarakat biasa untuk berkelahi. Dan ini semua catatan-catatan kritis yang kalau sudah saudara-saudara perhatikan di dalam dinamika politik di DPRD provinsi Maluku itu, ada dua fraksi yang menolak LPJ ya Gubernur di tahun 2023 lalu yaitu fraksi PDIP dan fraksi Golkar dan poin-poin yang saya sampaikan ini saya mengutip kata akhir Fraksi Partai Golkar yang kemarin ikut bersama-sama dengan fraksi PDIP menolak LPJ kemudian merinci secara jelas perilaku pemimpin kemarin dan itu kalau orang menerka ya, sesuatu yang sudah diketahui oleh umum tidak perlu harus dibuktikan bahwa itu siapa ? tapi itu Murad Ismail, ” Tandas Benhur.
Kendati diakhir LPJ Gubernur 2023 kamarin, Fraksi Parati berlambang pohon beringin itu menyatakan dengan tegas menolak keseluruhan penyampaian LPJ, tetapi diperhelatan kontestasi Pilgub Maluku, partai Flamboyan itu mendukung calon gubernur 2 M. Fenemona ini memang terbalik dengan kondisi riil yang dialami anggota DPRD Maluku dari fraksi Golkar saat ini. Mereka umumnya terpilih kembali dan kala itu getol melakukan perlawan terhadap kepemimpinan duet Murad Ismail dan Barnabas Orno.
Keputusan Ketua Umum Golkar dalam menentukan sikap mendukung 2 M, bertolak belakang dengan kondisi realita Maluku saat ini. Provinsi Maluku saat ini berada pada nadir terendah akibat indeks kemiskinan, tingkat pengangguran terus meningkat dari tahun ke tahun karena kurangnya tercipta lapangan pekerjaan.
Kondisi Partai Golkar memberikan dukungan kepada calon 2 M, dilihatnya sebagai produk untuk menekan batin dan jiwa para anggota fraksi. Ibarat mereka menjilat ludahnya sendiri.
Itu pilihan politik tetapi dilihatnya menjilat ludahnya sendiri, bagaimana tidak’ sudara kampanyekan tentang hebatnya seseorang tapi dalam saat yang hampir bersamaan’ saudara menjilat kembali tingkah dan prilakunya yang tidak baik, kemudian
membangun pencitraan,
fakta yang terungkap dalam keseharian kepemimpinan dia (Murad Ismail) tidak perlu saya narasi kan lagi, tapi itu rakyat tau ko, ” sembari menegaskan kepada rakyat di sebelas kabupaten-kota, di provinsi Maluku, “jangan memilih pemimpin seperti itu, “tandas Watubun.
Keinginan Watubun mengajak masyarakat untuk tidak lagi memilih calon gubernur yang bersangkutan lantaran diperiodisasi sebelumnya tidak bisa banyak berbuat, tentunya telah menjadi indikator bagi masyarakat untuk memberikan penilaian.
“Jangan kita berkamuflase itu tujuan saya, untuk mengingatkan dan menegaskan kembali’ pesan-pesan seperti itu, sekarang saatnya sadar diri dan mengingat kembali setiap perilaku-perilaku seperti itu; dia bilang teman-teman yang mendukung’ oh nggah’ saya itu bukan kampanye hitam, tapi saya berkampanye mengungkapkan sisi negatif daripada perilaku pemimpin kemarin.
Berbeda dengan kampanye hitam (Black Compain), ! Kalau isterinya satu saya bilang isterinya tiga, itu saya memfitnah, jadi kampanye hitam itu lebih kepada memfitnah orang kalau ini tidak memfitnah ini mengungkapkan fakta-fakta, mengungkapkan realitas yang dialami oleh rakyat Maluku jejak digital media sosial kan jelas.
*”Orang dihargai karena Kinerjanya, Intelektualitas diukur dari seberapa besar kemampuan melahirkan karya yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat Maluku,”*
Untuk itu, diakhir wawancaranya dengan LaskarMaluku.com Watubun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mensukseskan pemilihan kepala daerah di sebelas kabupaten kota di provinsi Maluku.
Berikutnya pilihlah pemimpin yang memiliki kerendahan hati, pemimpin yang mampu bersinergi dengan semua pihak. Dan calon pemimpin itu hanya ada pada calon gubernur dan calon wakil gubernur Maluku, JAR-AMK. (Red).
