Ambon,beritasumbernews.com
Wakil Ketua Satgas penanganan Covid-19 Arnold Ritiauw yang juga
Danrem 151 Binaiya yang didampingi Sekretaris Hendrik Far Far. yang juga sebagai kepala dinas bencana Alam Provinsi Maluku dalam keterangan pers, usai pimpin evaluasi vaksin Provinsi Maluku kepada awak media baik cetak dan media on line, Jumat,8 Oktober 2021 lantai 6 kantor Gubernur Maluku
Pencapaian vaksin di Maluku secara keseluruhan di Indonesia termasuk Maluku belum memuaskan walaupun di beberapa daerah tertentu sudah cukup baik.sebab sampai hari ini masih ada Kabupaten/Kota yang tidak serius.
Ada beberapa Kabupaten/Kota proses vaksinasi masih dibawah 10 persen, dicontohkan untuk kabupaten Maluku Tengah vaksin pertama baru 7,9 persen.
Diterangkan Ritiauw , di kota Ambon Vaksin pertama sudah sampai 70 – 80 persen, sedangkan vaksin ke dua masih 4O persen, tetapi ada juga daerah atau Kabupaten yang masih di bawa 10 persen hanya vaksin pertama saja itu pada Kabupaten Maluku Tengah 7,9 persen.
Ini kurang bagus.Selain itu, sama halnya dengan Kabupaten Buru Selatsn ( Bursel) Kab.Seram Bagian Barat ( SBB ) dan Kab.Seram Bagian Timur( SBT) semuanya masih sangat rendah tingkatan vaksinasi.Sehingga akan diskusi dengan Pemerintah Kota (Pemkot ) agar bisa bagaimana ke depan.” Tandasnya
Ritiauw juga mengajak” marilah mengikuti vaksinasi tahap kedua.karena itu paling aman, dan jangan kita landen, lalu kita berpuas diri.Karena dunia sekarang sudah ada serbuan vaksin ke tiga kepada negara – negara luar .Sehingga jangan sampai kita juga mengalami seperti itu.untuk itu perlu vaksinasi
Jika langkah di ambil pemerintah ,untuk masyarakat tetap di vaksin ,namun belum mencapai target,menurut Ritiauw , kami tetap jakankan vaksinasi dan soal sangsi belum tahu .karena itu, merupakan keputusan pemerintah pusat
Olehnya itu,diharapkan Ritiauw para bupati ,wali kota,tolong bantu untuk segerah mendorong masyarakat untuk ikut melaksanakan vaksin.” Harapannya (Chey)
