Ambonberitasumbernews.com – Janji politik pemerintah kota Ambon yaitu memberikan insentif bagi Tuagama, penjaga masjid raya pura, penjaga Wihara data yang kita peroleh dan yang telah diverifikasi berjumlah 800.

Pemerintah kota baru membantu memberikan insentif 150.000 per bulan itu berarti sebulan 120 juta dan pemkot akan memberikan dari bulan Juni sampai Desember 2025,”
nanti tahun depan dianggarkan lagi ini Bentuk kepedulian pemkot dan dukungan kepada mereka yang setia untuk mempersiapkan rumah-rumah ibadah,
untuk seluruh umat beragam bisa beribadah .
(Kamis 03/07/2025)

Kata Wattimena; nilai yang dipakai untuk buka rekening akan menjadi nilai tabungan dan tidak ada rugi, sebenarnya dalam pembukaan rekening secara teknik,” bagian kesra dengan Bank Maluku sudah mengatur jadi nanti bulan depan mereka tidak lagi datang seperti begini pemerintah kota akan kasih ATM supaya lebih mudah untuk mereka menerima insentif .
dan mempergunakannya.

Walikota Ambon Mengatakan pemberian insentif bagi Tuagama dan yang lain-lain ini baru pertama kali pemerintah kota lakukan, oleh Walikota dan Wakil walikota Ambon,

Dan pemerintah kota mengunakan Bank Maluku, karena pemeritah kota memegang saham dengan bank Maluku, agar kedepan Bank Maluku terus bertumbuh,” bukan saja Bank Maluku pemerintah kota juga bekerja sama dengan bank- Bank yang lain, ” tidak hanya Bank Maluku. ujar Walikota Ambon Bodewin Wattimena.

Pada saat Bodewin Wattimena terpilih jadi Walikota dan Ely Toisutta sebagai wakil walikota Ambon,” itu sementara proses penyusunan APBD 2025 program-program Prioritas Walikota Ambon itu masuk di APBD dan lebih besar dari yang kita realisasi hari ini karena datanya tidak sesuai dengan Real.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena juga meninjauh ke lokasi-lokasih bencana.

Ini pelajaran berharga bagi kita, kondisi bencana di Kota Ambon yang terjadi dalam dua atau tiga pekan terakhir ini menggambarkan bahwa Ambon memang daerah rawan bencana, ”

Walaupun memang status Ambon sudah seperti itu tapi kita melihat kenyataan hari ini, hampir seluruh wilayah di Kota Ambon ini terjadi longsor,” dan banjir iya ada dibeberapa lokasi dan itu tidak lama tepatnya hanya terjadi genangan lalu hilang dan selesai, “tapi longsor ini yang harus menjadi catatan bagi kita.

Walikota menghimbau kepada masyarakat mulai saat ini kalau mau bangun rumah jangan di tebing-tebing , kalau mau bangun rumah jangan di bantaran sungai.

Pemerintah kota hanya
bisa melakukan upaya-upaya untuk memitigasi bencana, sosialisasi melakukan edukasih kepada masyarakat melakukan tindakan-tindakan preventif menebang pohon-pohon dan lain-lain.

Sebelum terjadi bencana, kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana bencana itu terjadi, pemerintah kota hanya bisa memitigasi untuk memastikan bahwa terjadi bencana pun tidak ada korban jiwa.

Walikota Ambon berharap pemerintah terus bekerja, tapi kami butuh partisipasi masyarakat, mari kita membangun rumah dan pastikan harus urus ijin IMB,agar pemerintah menempatkan dan mengijinkan pada tempatnya tidak boleh ditempati di tempat larang.

Pemerintah kota Ambon mengajak masyarakat agar tetap siaga dan waspada, hanya ini yang bisa pemerinta kota lakukan.

Lebih lanjut kata Wattimena: Pemerinta kota Ambon Bersyukur dengan kondisi letimur selatan yang terisolasi, dan itu sudah bisah berakses baik lewat Passo maupun lewat Soya.

Jalan yang longsor sementara di perbaiki dan sudah bisa di lewati walau pun belum parmanen, tetapi untuk jalan sementara sudah bisa di pergunakan kemudian di beberapa tempat yang terjadi longsor sudah di bersikan materialnya .
( vera)