Yeni Rosbayani : SBB Punya Kayu Putih Dan Burung Hijau Jadi Aikon Budaya

SBB – beritasumbernews.com-Kekayaan Alam SBB Jadi Inspirasi Modernisasi Baju Adat, Ketua PKK Dorong Perbaikan Kesehatan dan Pemberantasan HIV/AIDS hingga Tahun 2026″

Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, punya kekayaan alam luar biasa, mulai dari kayu putih yang diakui Kementerian Kesehatan Pusat hingga burung hijau endemik yang satu-satunya di dunia.

Burung tersebut hanya ada di Pulau Buatan, Kabupaten SBB, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat lokal. Ucap Yeni Rosbayani Dalam sambutan Pada Rabu ( 08/01/2026).

Ketua PKK Kabupaten SBB, Yeni Rosbayani, yang menjabat hampi bulan, mengubah kekayaan alam ini menjadi motif baju adat modern. Tujuannya tidak hanya untuk mempercantik busana tradisional, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas.

“Kayu putih dan burung hijau kita bisa jadi simbol bahwa SBB bisa berkembang lebih tinggi lagi,” ujarnya dengan semangat.Ia berharap perubahan yang dilakukan bisa membawa manfaat nyata dalam bidang kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan daerah.

Salah satu fokus utama adalah penanganan masalah kesehatan yang ada di tingkat Posyandu, yang kini dianggap lebih penting dari sebelumnya.

Saat ini, terdapat 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di dalam Posyandu, menjadikannya lebih komprehensif bahkan dibandingkan beberapa Puskesmas.

Program ini sejalan dengan nawacita Presiden untuk menurunkan angka stunting pada anak-anak di Indonesia sejak tahun 2014.

Yeni Rosbayani secara langsung turun ke lapangan untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik, memberikan bantuan berupa beras, telur, susu, vitamin, dan makanan tambahan lainnya.

Ia menekankan bahwa stunting tidak boleh hanya menjadi angka statistik, melainkan harus ditangani dengan tindakan konkret dari tingkat dasar.

Selain stunting, Provinsi Maluku juga menghadapi tantangan peningkatan kasus HIV/AIDS, yang tidak hanya terjadi di SBB tetapi juga menyebar ke berbagai daerah.

Untuk mengatasi hal ini, Ketua PKK berencana untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sosialisasi akan mencakup edukasi tentang bahaya pergaulan bebas, pemberian vitamin, serta penambah darah bagi mereka yang membutuhkan.

Ia menyadari bahwa HIV/AIDS belum memiliki obat yang efektif, sehingga pencegahan sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan.”Anak-anak harus diajarkan tentang pentingnya menjaga diri dan menghindari perilaku yang berisiko,” tegasnya dalam pidatonya.

Selain kesehatan, PKK juga menjalankan 10 program yang mencakup kebutuhan masyarakat dari lahir hingga meninggal, termasuk bantuan modal usaha dan alat-alat masak bagi kelompok perempuan.

Tahun 2026, Bupati SBB telah menganggarkan anggaran khusus untuk sektor kesehatan dan pertanian, dengan kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan stunting dan HIV/AIDS.

“Harapan saya untuk
SBB di tahun 2026 adalah menjadi daerah yang sehat, maju, dan memiliki cakrawala yang lebih terang,” pungkasnya dengan harapan yang tinggi.