
Ambon – beritasumbernews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, soroti tantangan berat Kota Ambon, dari geopolitik global sampai persoalan sosial lokal.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan sambutan pada Persidangan ke-XLVI Jemaat GPM Rumahtiga Tahun 2026 di Gereja Cahaya Kemuliaan. Dia soroti tantangan berat Kota Ambon, mulai dari dampak geopolitik global hingga persoalan sosial lokal. Wattimena ajak jemaat bersyukur dan aktif terlibat dalam pembangunan, menjaga lingkungan, dan memperkuat fondasi keluarga ucapnya. (Minggu 22/02/2026)
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, hadir di Persidangan ke-XLVI Jemaat GPR Rumahtiga Tahun 2026, ditemani jajaran OPD, DPRD, akademisi, dan tokoh masyarakat. Semoga persidangan ini membawa berkah dan kemajuan buat Kota .
Penjabat Negeri Rumahtiga, Kapolsek Teluk Ambon, Koramil 01/Baguala, dan tokoh-tokoh lainnya ikut ramaikan Persidangan ke-XLVI Jemaat GPM Rumahtiga Tahun 2026, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ajak jemaat GPM Rumahtiga bersyukur, atas kesempatan hadir dan bersekutu dalam persidangan jemaat.
Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan, melainkan fondasi kebersamaan.
Namun di balik suasana penuh syukur itu, Wattimena mengingatkan adanya tantangan besar yang tengah dihadapi.
Di tingkat internasional, situasi geopolitik yang memanas, konflik antarnegara, serta perubahan iklim ekstrem berdampak pada distribusi pangan dan stabilitas ekonomi.
Efeknya, kata Wattimena, turut dirasakan hingga ke daerah, termasuk Ambon.
Sementara di tingkat nasional dan daerah, keterbatasan anggaran serta persoalan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah.
Ia juga menyoroti meningkatnya masalah sosial seperti kemiskinan, anak jalanan, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan minuman keras yang mengancam masa depan generasi muda.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga toleransi di kota yang majemuk. Menurutnya, Ambon adalah rumah bersama bagi berbagai suku dan agama, sehingga persaudaraan harus terus dirawat.
“Tantangan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Perlu dukungan gereja dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, terus mendorong program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi keluarga, serta pembinaan generasi muda.
Namun ia mengajak jemaat untuk tidak tinggal diam, melainkan aktif terlibat dalam pembangunan, menjaga lingkungan, serta memperkuat fondasi keluarga.
“Kota Ambon adalah milik kita bersama. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan perpecahan. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan,” pungkasnya.
Persidangan ke-XLVI Jemaat GPM Rumahtiga Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan peran gereja dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkokoh sinergi antara gereja dan pemerintah dalam membangun kota yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua. (Chey)
