Ambon,-beritasumbernews.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena meninjau langsung lahan parkir apung di pusat Kota Ambon setelah pendapatan yang dihasilkan dinilai jauh dari target.
Dalam lima bulan terakhir, fasilitas tersebut hanya menyumbang sekitar Rp5 juta untuk Pendapatan Asli Daerah [PAD]. Karena itu, Pemkot Ambon mulai mempertimbangkan alih fungsi kawasan tersebut.
“Ternyata hasil evaluasi kita, dalam lima bulan PAD cuma Rp5 juta dari situ. Karena itu kita pertimbangkan untuk dialihfungsikan,” kata Bodewin kepada wartawan usai peninjauan di lahan parkir apung dan kawasan pasar lama belakang kota, Kamis [21/5/2026].
Bodewin menjelaskan sebagian area kemungkinan tetap dipertahankan sebagai lahan parkir, sementara sebagian lainnya disiapkan untuk relokasi pedagang kuliner malam yang selama ini berjualan di kawasan belakang Amplaz.
“Mungkin sebagian tetap parkiran, tapi sebagian lagi kita koordinasikan untuk pindahkan pedagang kuliner malam ke situ,” ujarnya.
Pemkot Ambon masih akan membahas teknis penataan, termasuk penyediaan saluran pembuangan air ikan dan fasilitas pendukung lain agar kawasan tersebut bisa dimanfaatkan maksimal.
“Ini bagian dari upaya kita memperbaiki aset yang ada supaya bisa menambah pendapatan daerah,” katanya.
Selain meninjau lahan parkir apung, Bodewin juga mengecek kawasan pasar lama belakang kota. Ia menegaskan area tersebut hanya diperuntukkan sebagai tempat usaha, bukan hunian.
“Pasar lama pasca pembongkaran dibangun untuk ditata lebih rapi. Yang jadi masalah ada laporan dijadikan tempat tinggal,” ujarnya.
Saat peninjauan, Pemkot Ambon langsung membongkar bangunan yang kembali digunakan sebagai tempat tinggal.
“Kalau ada yang tinggal lagi, kita bongkar. Itu semuanya dijadikan tempat usaha, bukan kos-kosan lalu tinggal sambil berjualan, tidak boleh,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Ambon juga menyoroti pedagang buah musiman yang memadati pusat kota selama musim durian. Bodewin mengatakan pedagang sudah diarahkan berjualan di Pantai Merdeka agar tidak menggunakan badan jalan, terutama di depan kawasan MCM.
“Kita sudah sediakan tempat di Pantai Merdeka, tapi mereka kembali membangun tenda-tenda. Kita imbau jangan pakai tenda, cukup payung supaya tidak terlihat kumuh,” pungkasnya. (Chey)

