Watui – beritasumbernews.com – Kepala Desa Watui, Kecamatan Elpaputih, Yacobus Lesiela, angkat bicara dan membantah keras pemberitaan dari salah satu media massa yang menuding adanya dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp2,2 miliar di desanya.
Dalam pernyataan resminya, Yacobus Lesiela mengklarifikasi rekam jejak kepemimpinannya serta rincian anggaran desa untuk meluruskan informasi yang dianggapnya keliru dan menyesatkan publik.
Kronologi Kepemimpinan
Yacobus menjelaskan bahwa, dirinya menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Watui sejak Tahun 2019.
Jabatan tersebut diembannya hingga Tahun 2021, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri demi mencalonkan diri dalam pemilihan Kepala Desa Watui yang definitif.
”Di tahun 2021 itu, setelah saya mundur, dilantiklah seorang Penjabat baru yaitu Bapak Boy Haumase. Beliau memegang jabatan tersebut kurang lebih selama 4 bulan di saat proses pemilihan kepala desa sedang berjalan,” ujar Yacobus.
Total Anggaran Desa Tidak Mencapai Rp1 Miliar
Terkait dengan tuduhan salah satu media yang menyebutkan adanya penyalahgunaan dana DD dan ADD senilai Rp2,2 miliar, Yacobus dengan tegas menyatakan bahwa, angka tersebut sangat tidak masuk akal. Ia membeberkan bahwa total anggaran gabungan DD dan ADD untuk Desa Watui bahkan tidak pernah menyentuh angka Rp1 miliar.
”Di desa saya, anggaran DD dan ADD itu totalnya tidak sampai 2 miliar rupiah. Jika digabungkan menjadi satu, anggaran yang kami kelola itu hanya berkisar 900 juta rupiah lebih, tidak sampai 1 miliar rupiah,” tegasnya.
Pemberitaan Dianggap Hoaks
Melihat selisih angka yang sangat jauh dan tidak sesuai dengan realitas anggaran di lapangan, Yacobus Lesiela menyatakan bahwa informasi yang disebarkan oleh media tersebut adalah tidak benar atau sepihak.
”Oleh karena itu, berita yang dinaikkan oleh salah satu media ini kami anggap tidak benar sama sekali. Mungkin itu saja yang sementara bisa saya sampaikan untuk meluruskan hal ini,” pungkasnya menutup pernyataan.
(NK01)

