Polda Maluku –beritasumbernews.com – Komitmen mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan kembali ditegaskan Polda Maluku dalam pelaksanaan seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026.
Pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) Asesmen Mental Ideologi dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) yang berlangsung di sejumlah lokasi di Kota Ambon mendapat pengawasan ketat dari unsur internal maupun eksternal guna memastikan seluruh proses berjalan objektif, profesional, dan akuntabel.
Pemantauan langsung dilakukan Kabid Propam Polda Maluku Kombes Pol. Indera Gunawan, S.I.K., selaku Ketua Bidang CAT Asesmen Mental Ideologi dan PMK, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, pengawasan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku sebagai pengawas internal, serta unsur akademisi dari Politeknik Negeri Ambon sebagai pengawas eksternal independen.
Kombes Pol. Indera Gunawan menegaskan bahwa tahapan Asesmen Mental Ideologi dan PMK merupakan salah satu filter utama dalam memastikan calon anggota Polri memiliki integritas, loyalitas terhadap bangsa dan negara, serta bebas dari pengaruh radikalisme maupun penyimpangan perilaku.
“Seleksi mental ideologi menjadi benteng awal untuk memastikan calon anggota Polri memiliki nasionalisme, integritas, dan komitmen kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, seluruh tahapan diawasi secara ketat agar benar-benar menghasilkan calon personel Polri yang berkualitas dan berkarakter,” tegas Kombes Pol. Indera Gunawan di sela peninjauan.
Ia menambahkan, penggunaan sistem CAT menjadi bagian dari transformasi digital dalam proses rekrutmen Polri guna menutup ruang manipulasi maupun intervensi pihak luar.
“Melalui sistem CAT, hasil ujian dapat dipantau secara real-time dan transparan. Sistem ini meminimalisir human error serta menutup celah praktik KKN ataupun titipan. Yang menentukan kelulusan peserta adalah kemampuan dan hasil yang diperoleh secara murni,” ujarnya.
Tahapan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) kini sepenuhnya dilaksanakan menggunakan sistem CAT, serupa dengan Asesmen Mental Ideologi. Sistem berbasis digital tersebut diterapkan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif, akurat, dan akuntabel.
Ujian dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (21/5/2026) dan Sabtu (23/5/2026), dengan lokasi pelaksanaan yang dipusatkan di tiga titik utama di Kota Ambon, yaitu SMA Negeri 2 Ambon, SMP Kristen YPKPM Ambon, dan SMP Negeri 19 Ambon.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, selaku Ketua Panitia Daerah penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta merit system.
“Polda Maluku berkomitmen menjaga proses rekrutmen anggota Polri tetap bersih dan profesional. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, titipan, maupun intervensi dari pihak manapun. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan akan bersaing berdasarkan kemampuan masing-masing,” tegas Karo SDM Polda Maluku.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan pengawas internal dan eksternal merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penerimaan anggota Polri.
Hingga pelaksanaan hari kedua, seluruh rangkaian ujian berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan infrastruktur jaringan yang stabil di seluruh lokasi pelaksanaan.
Melalui sistem seleksi berbasis digital dan pengawasan berlapis, Polda Maluku menegaskan komitmennya mendukung reformasi rekrutmen Polri yang bersih, transparan, profesional, dan dipercaya masyarakat guna melahirkan personel Polri yang Presisi, berintegritas, serta memiliki loyalitas tinggi terhadap bangsa dan negara. (**)

