
AMBON – beritasumbernews.com- – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena melantik dan ambil sumpah janji para kepala sekolah TK, SD, dan SMP lingkup Pemkot Ambon di Kamari Hotel Ambon, Senin [23/6/2026] siang.
Pelantikan ini bagian dari 17 program prioritas Walikota-Wawali Ambon 2025-2030: wujudkan birokrasi handal, bebas korupsi, dan beretika.
“Pengambilan sumpah janji dan pelantikan hari ini upaya bersama wujudkan birokrasi handal bebas dari korupsi dan etis. Itu dilakukan lewat rekrutmen dan penempatan pejabat sesuai ketentuan berlaku,” ujar Bodewin.
Bodewin jelaskan pengangkatan kepala sekolah sekarang tak lagi hanya pertimbangan objektif kepegawaian. Calon wajib ikut seleksi dan lolos iklan jabatan.
“Supaya kita bisa ukur kapasitas, kapabilitas, integritas guru yang diberi tugas tambahan jadi kepala sekolah. Ingat, tugas utama Bapak Ibu tetap mengajar dan mendidik anak. Kepala sekolah itu tugas tambahan,” tegasnya.
Tujuan seleksi: menjaring calon kepala sekolah kompeten dan hindari pengangkatan non-reguler tanpa dasar jelas. Untuk sekolah yayasan, usulan tetap lewat yayasan tapi wajib penuhi syarat formal. Pemkot juga koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta BKN untuk pertimbangan teknis.
Ia akui jumlah kepala sekolah yang lolos seleksi belum sepenuhnya sama dengan kebutuhan. Masih ada tahap kedua pelantikan karena sebagian SKP belum lengkap atau proses BKN pindah ke Makassar.
Bodewin soroti panjangnya lafaz sumpah jabatan. Menurutnya sumpah itu bukan cuma didengar manusia, tapi juga Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Sumpah ini cara kita ikat diri dengan Sang Pencipta. Di hadapan Tuhan tidak ada yang bisa disembunyikan. Maknai ini sebagai pengingat jadi aparatur negara yang berintegritas,” katanya.
Ia pastikan tidak ada pungutan biaya sepeser pun untuk jadi kepala sekolah. Bodewin minta kepala sekolah baru jaga sistem pendidikan Ambon yang transparan dan jujur.
“Yang coba-coba terima sesuatu dari siswa atau orang tua siswa, ketahuan langsung saya berhentikan. Saya bertanggung jawab ke BKN. Kalau kelola dana BOS tidak benar, copot 2 bulan juga bisa,” tegasnya.
Ia juga ingatkan agar kepala sekolah tidak takut intervensi. Ada pihak yang pakai nama Walikota atau pejabat untuk “kumpul uang” janjikan jabatan.
“Kalau ada ancaman, bekerja baik-baik tanpa rasa takut. Saya yang akan bentengi. Stop kerja-kerja lama, kerja yang benar, jujur, bersih. Kalau kerja betul, bisa jadi kepala sekolah lebih dari 2 periode,” pungkasnya.
(Chey)
